Tampilkan postingan dengan label Sekilas Info. Tampilkan semua postingan

18 Desember 2017

Penikmat Kopi? Baca Ini......

Tidak ada komentar :
Sebagai sesama penikmat kopi, kali ini saya akan sedikit berbagi tips untuk mendapatkan pengalaman minum kopi dengan rasa terbaik!

Rasa kopi jauh lebih baik jika diseduh segar, dan (katanya) lebih rendah di kafein jika dikonsumsi segera setelah dibuat. Beberapa orang khususnya hanya menggunakan mata air atau air kemasan untuk membuatnya, sementara yang lain sepertinya mengira air minum biasa bekerja dengan baik untuk menghasilkan rasa kopi yang baik.

Beberapa orang suka menyimpan kopi mereka di kulkas. Untuk lakukan ini, pastikan gunakan wadah kedap udara. Jika udara diperbolehkan masuk wadah, maka bau di sekitarnya akan meresap ke dalam kopi, mengubah rasanya. Jika tidak menyimpan kopi dengan cara yang benar, mungkin tidak akan bertahan lama.

Ingat bahwa kopi adalah makanan yang sangat menyengat. Jadi, penyimpanan yang tepat sangat penting. Simpan kopi yang tidak terpakai di tempat yang kering dan sejuk di tempat yang terlindungi dari sinar matahari dan panas. Namun, jangan menyimpannya di kulkas atau freezer Anda. Pastikan juga wadahnya buram dan ditutup kencang, untuk mencegah kopi menyerap rasa dan aroma dari makanan lain.

Untuk yang memiliki pertimbangan dengan mengurangi jumlah gula yang digunakan di kopi, ada beberapa metode alternatif yang berbeda. Misalkan yang harus mengontrol kadar gula darahnya harus mencoba Agave nektar yang mengandung gula, namun aman untuk penderita diabetes. Pemanis lain seperti Splenda juga bisa digunakan dalam minuman panas karena cenderung tetap stabil.

Tak ada salahnya untuk mempertimbangkan berinvestasi di penggiling kopi jika menginginkan rasa yang luar biasa. Kita akan bisa menggiling biji kopi saat kita membutuhkannya. Rasakanlah perbedaan antara kopi yang diseduh dari biji segar dan yang terbuat dari penggorengan kalengan atau yang dikantongi.

Bagi orang-orang yang tidak ingin mengkonsumsi minuman berkafein, tapi suka cita rasa kopi, mereka bisa menikmati kopi tanpa kafein. Beberapa orang tidak memiliki masalah dengan sedikit kafein, dan kopi setengah kafein adalah pilihan tepat untuk mereka. Tidak ada perbedaan yang berarti dalam rasa antara kopi penuh dan setengah kafein.

Jika memesan kopi di restoran atau cafe, lebih baik untuk tidak langsung meminumnya! Duduk dan tunggulah selama setidaknya lima menit. Biarkan uapnya mereda, ini berarti kopi telah sedikit mendingin. Dengan begitu tidak akan berisiko melukai lambung saat kita meminumnya.

22 November 2016

Kemana Solar di Bandung?

Tidak ada komentar :
Sudah hampir sebulan, kendaraan operasional kantor tempat saya kerja mulai susah untuk isi BBM jenis solar. Hampir seluruh SPBU yang ada di kota Bandung sudah beralih ke Dexlite. Masalahnya kebijakan internal kantor masih belum berubah : tidak diperkenankan menggunakan BBM jenis lain kecuali solar!. Apa boleh buat. Inilah waktunya untuk berjuang melobi para pejabat perusahaan.

Sepi pemberitaan
Iseng googling mencari info terkait langkanya Solar di kota Bandung, beritanya sangat minim. Hampir tidak ditemukan publikasi resmi baik dari pihak pertamina (sebagai pemegang kuasa distribusi bbm di negeri ini) maupun dari para pengusaha SPBU terkait peralihan solar ke dexlite ini.

Cukup 50 ribu saja...
Minggu lalu, saya sendiri setidaknya sudah survey on the spot ke lebih dari 12 SPBU di wilayah kota bandung. Hasilnya? sudah tidak ada yang jual solar lagi! semuanya diganti dexlite. Meskipun ada beberapa SPBU yang belum sempat mengganti billboardnya (masih tercantum SOLAR), ternyata sama saja, sudah tidak menjual solar.

Akhir pekan kemarin, driver sempat laporan ke saya bahwa dia berhasil menemukan SPBU yang masih menjual solar. Akhirnya dia mampir. Tapi apa mau di kata, niat mengisi full-tank, ternyata pihak SPBU hanya mengijinkan untuk diisi Rp 50ribu saja per mobil. Whatt??? mana cukup???

Perusahaan pun mulai menghitung
Jika hitung-hitungan diatas kertas, wajar perusahaan masih berpikir ulang untuk merubah kebijakan solar ke dexlite. Lha wong selisih harga jualnya lumayan, selisih hampir Rp 1.500,-/liter. Jika asumsinya per hari mobil harus diisi 20 liter saja, maka selisih yang muncul adalah Rp 30ribu. 

Jika dikalikan 25 hari kerja (1 bulan), maka akan didapat angka Rp 750ribu. 
Jika dikalikan dalam setahun maka akan menjadi Rp 9 juta.
Jika dikalikan dalam lima tahun maka akan menjadi Rp 45 juta.

Dengan diasumsikan satu unit asset kendaraan operasional perusahaan disusutkan selama 5 tahun, maka nilai Rp 45 juta cukup untuk membeli armada sepeda motor tambahan sebanyak 3 unit yang bisa digunakan untuk salesmen motoris. Nah loh... lumayan kan?

Tapi sudahlah, analisa diatas hanya sebuah ilustrasi pengandaian saja. Toh hitungan sebenarnya juga mungkin tidak seperti itu.....


09 Februari 2016

Selamat Memperingati Hari Pers Nasional

Tidak ada komentar :
Tepat 9 Februari 1946, 70 tahun lalu, organisasi insan pers pertama, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) terbentuk dengan anggota yang berasal dari seluruh penjuru Indonesia yang kemudian ditetapkan dan diperingati sebagai Hari Pers Nasional (HPN) 2016.

Dunia pers yang terus bertransformasi, terutama setelah internet menjamah peradaban manusia, membuat setiap bentuk karya jurnalistik menjadi semakin beragam. Berawal dari era media cetak seperti surat kabar dan majalah, media elektronik seperti televisi dan radio, sampai dengan perangkat cangih seperti smartphone yang terkoneksi dengan internet yang tak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat modern.


Transformasi dunia jurnalistik di Indonesia juga sempat mengalami perubahan besar di tahun 1998. Rezim orde baru yang dikenal sangat tegas mengatur sirkulasi pemberitaan dan membredel karya jurnalistik yang "bandel" saat itu, seketika berubah memasuki era reformasi yang menjadi serba terbuka. Insan jurnalistik seketika bebas berkarya dan mengeluarkan kritiknya tentang berbagai hal, termasuk setiap rezim pemerintah yang berkuasa.

Realita Saat Ini
Selama hampir 17 tahun kemudian reformasi bergulir, tenyata jurnalistik terus berkembang. Perubahannya tak hanya postif, tak sedikit juga yang menjurus negatif (jika tidak mau dianggap sebuah kemunduran). Kebebasan berpendapatan dan keterbukaan informasi telah melahirkan media-media yang inovatif sekaligus provokatif. Media cetak ataupun eletronik, setali tiga uang. Perhatikan saja beberapa stasiun televisi swasta yang saat ini ada di tengah masyarakat, setidaknya coba bandingkan antara t*One, R*TI dan M**roTV. Tak dapat dipungkiri, sebagian masyarakat pasti mengamini pendapat yang menganggap jika ketiganya membawa hanya misi untuk golongan / kelompok tertentu saja. Berita yang ditayangkan dalam stasiun televisi yang satu bisa berbeda dengan stasiun televisi lainnya. Nilai-nilai luhur jurnalistik perlahan bergeser dari cita-cita para pendahulunya.

Dalam hal yang lebih modern, perkembangan jurnalistik yang dikombinasikan dengan perkembangan internet telah melahirkan banyak sekal situs web yang sangat kreatif dan memberikan informasi berita dari berbagai sudut pandang. Tak sedikit beberapa diantaranya jelas-jelas membawa misi terselubung. Tugas pembacalah yang harus pintar-pintar mencernanya. Jangan mudah percaya begitu saja dengan setiap berita yang dibaca dari internet selama tidak didasari dengan data dan fakta yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. [baca juga : Portal Berita Online Merajalela].

Harapan kedepan, dunia pers di Indonesia harus semakin baik dengan menyajikan fakta di tengah kehidupan masyarakat yang semakin haus akan informasi bermutu.

Selamat hari pers nasional!

01 Februari 2016

TDL 2016 Turun (tapi Siap-siap Naik Lagi)

Tidak ada komentar :
Mulai Januari 2016 tarif listrik kembali mengalami penyesuaian. Hal ini berlaku untuk 12 golongan tarif yang sudah tidak disubsidi pemerintah. Dibandingkan bulan lalu, 10 dari 12 golongan tarif tersebut mengalami penurunan hingga Rp 100,00. Hal ini disebabkan oleh penguatan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat dan penurunan harga minyak mentah.

Tarif Rumah Tangga daya 1.300 Volt Ampere (VA) ke atas turun dari Rp 1.509,38 per kilo Watt hour (kWh) pada bulan Desember 2015, menjadi Rp 1.409,16 pada Januari 2016. Tarif bisnis daya 6.000 VA ke atas dan kantor pemerintah daya 6.600 VA ke atas juga turun hingga Rp 100,00. Selain itu, tarif industri juga mengalami penurunan tipis dari bulan lalu.

Kutipan diatas adalah informasi yang tercantum dalam website pln.co.id, diakses pada saat tulisan ini dibuat. Inilah kabar baik yang ada di awal tahun 2016. Meskipun demikian, adanya redaksi "penguatan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat dan penurunan harga minyak mentah" tetap menjadi sesuatu yang membuat masyarakat was-was, tidak tenang. Penurunan dikhawatirkan hanya terjadi sesaat, sebelum akhirnya naik kembali beberap waktu kedepan. Berkaca kepada yang sudah-sudah, penurunan yang nilainya nggak seberapa akan diikuti dengan kenaikan yang lumayan tinggi. Mungkin inilah memang yang disebut dengan mekanisme pasar. 

Dalam sebuah berita lain yang dimuat dalam laman beritabekasi.co.id memuat headline "Akhirnya pemerintah tunda kenaikan TDL hingga Juni 2016". Artinya, kabar baik yang muncul bulan ini bisa saja berlanjut menjadi kabar buruk ditengah tahun.

Mari kita tunggu perkembangannya...

05 Januari 2016

Harga BBM Turun Per Hari Ini

Tidak ada komentar :
Harga bahan bakar minyak (BBM) kembali diturunkan seiring dengan turunnya harga minyak dunia. Harga baru yang sudah mulai diberlakukan per hari ini, 05/01/2016, menjadikan harga premium turun sebesar Rp 350 per liternya baik untuk area non-Jamali (Jawa, Madura, dan Bali) yang harga awalnya Rp 7.300 menjadi Rp 6.950, maupun untuk area Jamali harga awalnya Rp 7.400 menjadi Rp 7.050.

Penurunan sebesar 4.79% ini tak lepas dipengaruhi oleh adanya penundaan diberlakukannya Dana Ketahanan Energi (DKE) yang semula akan “dipaksakan” pemerintah, seakan menjadi “pungutan paksa” kepada konsumen BBM. Sehingga jika DKE tidak ditunda, maka penurunannya hanya Rp 150 per liter. 

Harga solar juga mengalami penurunan dari harga awal Rp 6.700 menjadi harga baru Rp 5.650. Penurunan sebesar Rp 1.050 per liter tentunya menjadi kabar baik terutama untuk pengguna kendaraan besar seperti bis kota, bis AKAP serta truk bertonase besar. 

Selain premium dan solar, harga lain yang diturunkan adalah pertalite, turun dari harga awal Rp 8.250 menjadi harga baru Rp 7.900, harga pertamax untuk DKI Jakarta dan Jawa Barat turun dari harga awal Rp 8.650 menjadi harga baru Rp 8.500, dan harga pertamax untuk Jawa Tengah dan DIY turun dari harga awal Rp 8.750 menjadi harga baru Rp 8.600.

Selain itu, harga pertamax untuk Jawa Timur turun dari Rp 8.750 menjadi Rp 8.600, harga pertamax plus untuk DKI Jakarta turun dari Rp 9.650 menjadi Rp 9.400, harga pertamina dex DKI Jakarta turun dari Rp 9.850 menjadi Rp 9.600, dan harga solar non-PSO turun dari Rp 8.300 menjadi Rp 8.050.

Mudah-mudahan penurunan ini bukan hanya sesaat, untuk kemudian akan naik lagi dengan persentase lebih tinggi dari harga tahun lalu. Jika boleh berharap lebih, malahan harga yang baru ini akan bisa diturunkan lagi diwaktu yang akan datang, sehingga beban masyarakat bisa semakin berkurang. Karena bagaimanapun, harga BBM sangat berpengaruh terhadap stabilitas harga-harga lainnya, terutama sembilan bahan pokok (sembako).


10 Desember 2015

Pilkada : Biaya Kampanye Nol Sampai 8 Milyar Rupiah

Tidak ada komentar :
Kemarin sore, nyimak headline di KompasTV mengenai analisa biaya kampanye yang pararel dengan kemenangan bakal calon kepala daerah dalam Pilkada serentak yang baru selesai dilaksanakan 9 Desember lalu. Analisa temuan yang dijabarkan oleh salah satu anggota LSM ini langsung disandingkan dengan hasil perhitungan final versi quick count untuk beberapa daerah yang sudah melakukan pemilihan kepala daerahnya. Dan hasilnya adalah..... 

Beberapa daerah memang memunculkan hasil pemenang (versi quick count) dengan pengeluaran biaya kampanye yang cukup besar. Bahkan menurut info, ada pasangan calon kepala daerah yang memiliki budget dana awal kampanye sampai 7.9 milyah rupiah! gila. Jika benar angkanya sefantastis itu, bagaimana mereka bisa membuat perhitungan untuk belik modal? dengan asumsi menjabat selama 5 tahun kedepan, maka hitungan gaji mereka pun tidak akan mencapai angka sebesar itu. Mau dikalkukasi dengan tambahan fasilitas dan tunjangan? mungkin masih tetap belum mencapai angka segitu.. 

Disisi lain, ada juga pasangan calon kepala yang melaporkan dana awal kampanyenya sebesar 0 (nol) rupiah. Artinya pasangan tersebut tidak mengeluarkan uang sepeserpun untuk memperjuangkan dirinya menjadi kepala daerah. Entahlah apakah nilai 0 (nol) rupiah ini hanya laporan angkan semata atau memang benar-benar nyata. Logikanya sederhananya, untuk mencetak poster kampanye dengan kuantitas yang minim pun selayaknya ada biaya yang harus dikeluarkan. Kecuali kalau pasangan ini memiliki tim sukses yang punya usaha percetakan sendiri. mungkin saja... 

Terlepas dari berapa besaran dana kampanye yang telah dikeluarkan oleh pasangan calon-calon kepala daerah ini, mudah-mudahan saja hasilnya bisa membawa kebaikan untuk rakyat yang akan dipimpinnya nanti. Pemimpin terpilih mudah-mudahan bisa benar-benar menyerap aspirasi yang baik dari bawah dan mewujudkannya secara nyata demi kemakmuran bersama..... 

Mudah-mudahan dalam masa jabatannya nanti, yang merasa sudah keluar dana 8 milyar tidak sekedar mencari dana untuk balik modal bahkan memperkaya diri. Dan yang merasa tidak keluar dana sama sekali tidak menjadi takabur dan cari muka karena merasa sudah dipercaya 100% oleh rakyat. 


20 Agustus 2015

Hati-hati Dengan Tagihan Tunggakan Iuran BPJS!

9 komentar :
Iuran BPJS Kesehatan
aLamathuR.com – Tulisan ini sebenarnya hanya sharing dari pengalaman istri saya yang pernah menerima surat tagihan iuran tunggakan BPJS Mandirinya beberapa waktu lalu. Karena kebetulan diakhir tahun 2014 lalu pernah mendaftar BPJS mandiri via online dan selama bulan-bulan awal kepesertaan rutin membayar iuran bulanannya untuk kelas 1, yaitu Rp 59.000. Tapi beberapa bulan kemudian, istri saya saya ikut sertakan dalam program BPJS kantor saya, sehingga iurannya menjadi tanggungan saya di kantor, termasuk Anak. AKhirnya iuran yang biasanya rutin dibayar via ATM pun distop.

Setelah saya diminta kantor melengkapi dokumen untuk pendaftaran kepesertaan BPJS termasuk istri saya. Hasilnya? Kantor berhasil mengurus kartu BPJS saya dan istri. Tapi kejanggalan dimulai, istri saya mendapatkan kartu BPJS baru dengan nomor kepesertaan yang berbeda tapi dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang sama. Artinya satu KTP bisa untuk lebih dari 1 (satu) kepesertaan BPJS?  Itulah yang terjadi... Akhirnya saya konfirmasi ke kantor BPJS dan menanyakan hal ini. Jawabannya adalah memang 1 NIK hanya bisa mendapatkan 1 kepesertaan BPJS. Artinya, jika ada kasus seperti ini maka sistem yang selama ini berjalan di internal kantor BPJS masih ada celah kekeliruan. Sebagai peserta, apakah kita harus maklum?? ...silahkan anda menilai sendiri.

Karena awalnya saya yakin dengan sistem 1 NIK 1 Kepesertaan, maka selanjutnya istri saya pun tidak pernah membayarkan lagi iuran BPJS mandirinya yang biasanya dibayar lewat ATM Rp 59ribu/bulan. Anggapan awal bahwa ini akan otomatis terupdate ternyata meleset.

Pihak BPJS akhirnya mengirimkan tagihannya ke rumah setelah 6 bulan terakhir tidak pernah membayarkan iuran. Secara pribadi, terus terang pastinya kita keberatan, dengan pertimbangan banyak alasan :

Istri saya tidak pernah menikmati manfaat kesehatannya selama periode kepesertaan dari awal. Saya lupa entah karena jarang sakit atau memang males menggunakan BPJS dengan cara penanganan yang sering masih “dianaktirikan” oleh faskes maupun RS. Adanya celah kekeliruan di BPJS sendiri 1 NIK, bisa 2 Nomor Peserta menjadi alasan lain mengapa saya keberatan dengan hal ini.

Tapi bagaimanapun setelah saya berkonsultasi kesana-kemari sampai dengan hari ini saya masih berjuang untuk sesuatu yang menurut saya sendiri sebenarnya hanya sekedar berusaha. Sukur-sukur kalau akhirnya sukses diterima dengan terbuka oleh pihk BPJSnya.

Dari kasus yang saya sharing diatas ada satu poin penting yang perlu dicatat. Terutama untuk anda yang merasa pernah merasa mendaftar atau memiliki BPJS mandiri baik via internet/online maupun daftar langsung di kantor BPJS, tapi sudah tidak pernah membayar iurannya, mendingan segera dikonfirmasi ke kantor BPJS untuk minta ditutup. Karena jika tidak, maka tagihan akan terus diakumulasikan setiap bulannya plus ada dendanya juga.


Mudah-mudah sharing ini ada manfaatnya untuk kita semua....... Amiin

23 Januari 2013

Intip Kekayaan Pribadi Cagub dan Cawagub Jabar

Tidak ada komentar :
aLamathuR.com – Dalam beberapa minggu kedepan, masyarakat Jawa Barat akan kembali dihadapkan kepada sebuah pesta Demokrasi yang diberi label “Pilkada : Gubernur Jawa Barat”. Prosesi untuk memilih orang nomor satu di Jawa Barat ini menurut rencana akan dilangsungkan pada tanggal 24 Februari 2013. Dari lima pasangan kandidat (dengan berbagai latar belakang) yang maju sebagai calon Jabar-1, tahukan Anda siapa kandidat yang memiliki kekayaan pribadi dengan nilai terbesar? Berikut adalah data menurut rilis KPK.

Secara umum, kekayaaan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar jika diurutkan adalah sbb :

  1. Dikdik Mulyana, kekayaannya bernilai sekitar Rp 30,5 miliar dan US$ 99 ribu
  2. Deddy Mizwar, kekayaannya bernilai sekitar Rp 27,099 miliar
  3. Dede Yusuf, kekayaannya bernilai sekitar Rp 11,234 miliar
  4. Lex Laksamana, kekayaannya bernilai sekitar Rp 11 miliar
  5. Tatang Farhanul, memiliki kekayaannya bernilai sekitar Rp 5,7 miliar
  6. Irianto (Yance), kekayaannya bernilai sekitar Rp 4,6 miliar
  7. Ahmad Heryawan (Aher), kekayaannya bernilai sekitar Rp 4,5 miliar dan USD 36 ribu
  8. Rieke Dyah Pitaloka, kekayaannya bernilai sekitar Rp 2,7 miliar
  9. Cecep Nana Suryana, kekayaannya bernilai sekitar Rp 1,4 miliar
  10. Teten Masduki, kekayaannya bernilai sekitar Rp 1,4 miliar

Pertanyaannya, apakah data seperti ini berpengaruh terhadap elektabilitas kandidat?
Hanya masyarakat cerdas saja yang bisa memberikan jawaban terbaik!

25 Juli 2009

Ciri-ciri Negara Terbelakang

17 komentar :
Gambaran suatu negara yang terbelakang adalah suatu negara yang ditandai oleh kemiskinan, kota yang dipadati oleh pengemis, yang jarang memiliki industri, persediaan tenaga listrik yang tidak memadai, tidak memiliki jalan raya dan jalan kereta api yang cukup, pemerintah belum dapat memberikan pelayanan yang memadai, komunikasi yang buruk, Rumah sakit dan lembaga pendidikan tinggi sangat sedikit, Sebagian besar penduduk buta huruf dan miskin, sistem perbankan jelek, dan ekspornya ke negara lain sama sekali terdiri bahan mentah, hasil tambang, atau buah-buahan dan beberapa bahan makanan.

KEMISKINAN UMUM
Negara terbelakang adalah negara yang dicekam kemiskinan seperti tercermin di dalam pendapatan per kapita yang rendah. Pendapatan per kapita yang rendah ini lebih jauh tercermin pula dalam standar kehidupan rakyatnya yang rendah. Di negara seperti ini makanan merupakan jenis konsumsi utama dan sekitar 75 persen dari pendapatan dibelanjakan untuk makanan, dibandingkan dengan hanya 20 persen di negara maju. Akibatnya, rata-rata kalori yang dimakan di negara terbelakang adalah 2000, dibanding 3000 lebih pada negara maju. Lebih dari 1200 juta penduduk tidak memiliki air minum bersih dan lebih dari 1400 juta tidak memiliki tempat pembuangan sampah yang memenuhi kesehatan. Dan pelayanan seperti pendidikan dan kesehatan sangat minim.

PERTANIAN, MATA PENCAHARIAN UTAMA
Di negara terbelakang, duapertiga atau lebih penduduk tinggal di daerah pedesaan dan matapencaharian utama adalah pertanian. Pertanian sebagai matapencaharian pokok kebanyakan tidak bersifat produktif, karena dilakukan dengan cara kuno dan dengan metode produksi usang serta ketinggalan zaman. Negara-negara terbelakang mengkhususkan diri pada produksi bahan mentah dan pangan, namun sebagian lain ada yang juga mengkhususkan diri pada produksi primer, seperti barang tambang. Selain itu ada juga negara sedang berkembang sektor sekunder dengan industri barang-barang konsumen sederhana, ringan, dan kecil.
Dan negara sedang berkembang sector tersier, yaitu transport, perdagangan, perbankan, dan jasa asuransi.

EKONOMI DUALISTIS
Hampir semua negara sedang berkembang mempunyai perekonomian yang dualistis. Di satu pihak berekonomi pasar dan dipihak lain berekonomi pertanian; yang pertama berpusat di dekat kota sedang yang lain di daerah pedesaan. Dengan berpusat di kota, ekonomi pasar berciri ultra-modern. Sedangkan ekonomi pertanian sangat terbelakang dan berorientasi pada pertanian. Di beberapa negara terbelakang, terdapat semacam kantong-kantong yang dikendalikan luar negeri (yang sangat bersifat kapitalis) sehingga tercipta suatu wajah perekonomian yang tiga-muka. Sifat dua-muka atau tiga-muka perekonomian tadi tidak mendatangkan atau tidak mendorong kemajuan ekonomi yang sehat.

SUMBER ALAM KURANG TEROLAH
Pada umumnya negara terbelakang tidak kekurangan tanah, air, hutan, dan kaya akan barang tambang. Tetapi belum atau kurang dimanfaatkan atau salah penggunaan karena langkanya pengetahuan teknik serta tidak tersedianya modal dan kecilnya pasar.

CIRI-CIRI DEMOGRAFI
Negara terbelakang sangat mengemuka satu sama lain karena posisi demografi dan kecenderungannya. Yang disebabkan oleh luas, kepadatan, struktur usia, dan laju pertumbuhan penduduk yang beragam. Namun ada satu kesamaan cirri, yaitu pertambahan penduduk yang cepat. Hampir semua negara terbelakang mempunyai potensi pertumbuhan penduduk yang tinggi serta dibarengi oleh tingkat kematian yang cenderung menurun. Penurunan tingkat kematian dan peningkatan tingkat kelahiran memperhebat tingkat pertumbuhan penduduk. Dan rata-rata laju pertumbuhan tahunan penduduk di negara sedang berkembang adalah 2,5 persen dibanding 0,8 persen di negara maju. Peningkatan jumlah penduduk yang cepat ini semakin memperberat persoalan kelangkaan modal karena untuk menampung pertumbuhan tenaga kerja perlu dilakukan investasi secara besar-besaran meski dengan peralatan kuno. Kemungkinannya sangat kecil untuk dapat melakukan investasi dengan peralatan yang baik yang dapat meningkatkan produktivitas buruh. Terakhir, di sebagian besar negara terbelakang, kepadatan penduduk di daerah pertanian begitu tinggi dibandingkan dengan luas tanah yang dapat ditanami.


PENGANGGURAN DAN PENGANGGURAN TERSEMBUNYI
Pengangguran di kota membengkak seiring dengan urbanisasi dan meningkatnya pendidikan. Akan tetapi sektor industri tidak berkembang sejalan dengan pertumbuhan tenaga kerja, sehingga memperbesar pengangguran. Di samping itu ada pula pengangguur yang berpendidikan, mereka gagal mendapatkan pekerjaan karena tegarnya struktur dan tiadanya perencanaan tenaga kerja. Akan tetapi pengangguran tersembunyi merupakan ciri utama sebagian besar negara terbelakang. Pengangguran seperti itu ada karena secara terpaksa. Setiap orang bersedia kerja tetapi mereka tidak mendapatkan kerja karena tiadanya faktor pendukung. Ada pula jenis penganggur tersembunyi lain seperti apabila seseorang karena menganggur terpaksa melakukan pekerjaan yang menurutnya tidak sesuai dengan keinginannya, atau tidak sepadan dengan pendidikannya. Atau lebih jauh ada pula yang bekerja sehari penuh tetapi dengan imbalan yang sedikit – hanya cukup untuk bangkit dari batas kemiskinan.

KETERBELAKANGAN EKONOMI
Di semua negara terbelakang, dicirikan secara khusus oleh keterbelakangan ekonomi berupa efisiensi tenaga kerja yang rendah, berbagai faktor yang tidak tersedia dan tidak berjalan dengan semestinya.

KETIADAAN INSIATIF DAN USAHA
ciri khas lain negara terbelakang adalah tiadanya kemampuan wiraswasta. Kewiraswastaan terhalang oleh sistem sosial yang menutup daya cipta. “Kekuatan adat istiadat, ketegaran status, dan kecurigaan pada gagasan baru dan kecurigaan pada keinginan intelektual, kesemuanya itu menciptakan iklim yang tidak menunjang eksperimen dan inovasi”. Negara yang seperti ini hanya akan memiliki sekelompok kecil pedagang yang sebagian besar berdagang barang konsumsi dan bertindak sebagai penyedia uang serta wakil-wakil real estate. Betapapun kecilnya kewiraswastaan itu ia cenderung menjadi monopolistis atau kwasi-monopolistik. Para wiraswastawan membangun hubungan pribadi dan politik dengan pejabat pemerintah, menikamti satu kedudukan istimewa dan menerima perlakuan khusus di bidang keuangan, pajak, dan hal-hal lainnya. Tetapi para wiraswastawan di luar (asing) telah memainkan peranan lebih penting di dalam pembangunan ekonomi di negeri-negeri seperti itu. Pembangunan ekonomi tidak pernah merupakan motif. Mereka semata didorong oleh motif mencari untung. Pembangunan apa pun yang terjadi tujuan pokoknya adalah untuk menggarap daerah koloni itu demi kepentingan sendiri dan kepentingan pemerintah imperialis. Tidak mengherankan kalau akhirnya negara terbelakang mengalami kekurangan kewiraswastaan, yang menurut Schumpeter adalah faktor penting di dalam pembangunan ekonomi.

KELANGKAAN ALAT MODAL
Kelangkaan terhadap hal ini merupakan ciri umum lain negara terbelakang. Negara terbelakang di artikan sebagai perekonomian yang “miskin modal” atau dengan “tabungan dan investasi rendah”. Investasi bruto hanya berkisar 5-6 persen dari pendapatan nasional bruto sedangkan di negara industri adalah kira-kira sebesar 15-20 persen. Sebab utama kurangnya modal adalah kecilnya tabungan, atau lebih tepat dikatakan kurangnya investasi di dalam sarana produksi yang mampu menaikkan tingkat pertumbuhan ekonomi. Karena pendapatan per kapita rendah, penduduk tidak dapat menabung banyak, sehingga bagian yang tersisa untuk investasi lebih lanjut hanya sedikit. Alasan lain mengapa rasio tabungan masyarakat tidak meningkat sejalan dengan naiknya tingkat pendapatan jangka panjang di terangkan oleh Nurkse dengan istilah Demonstration Effects. Adanya kecenderungan pada masyarakat di negara-negara terbelakang untuk menyamai kebutuhan hidup yang berkiblat kepada negara-negara maju. Sebagai akibat Demonstration Effects itu, peningkatan pendapatan dipergunakan untuk pengeluaran konsumsi mewah. Dengan demikian tabungan menjadi statis atau tidak berarti. Demonstration Effects biasanya ditularkan oleh film, majalah asing, atau kunjungan ke luar negri.
Bagi negara terbelakang, kekurangan modal dengan demikian bersifat kronis dan faktor yang menyebabkannya bukan hanya ekonomi tetapi juga bersifat sosio politik.

KETERBELAKANGAN TEKNOLOGI
Keterbelakangan teknologi ini disebabkan oleh adanya dualisme teknologi yaitu penggunaan berbagai fungsi produksi sekaligus dalam sektor ekonomi yang maju dan sektor ekonomi yang tradisional. Keberadaan dualisme seperti itu memperberat persoalan pengangguran struktural dan teknologis di sektor industri dan peengangguran tersembunyi di sektor pedesaan. Negara terbelakang juga ditandai oleh adanya ketidakseimbangan struktural pada tingkat faktor-faktor. Ketidak seimbangan ini membawa kepada pengangguran teknologis. Pengangguran teknologis timbul karena kekeliuan alokasi sumber, struktur permintaan dan kendala-kendala teknologis.

05 Juli 2009

Bhinneka Tunggal Ika

Tidak ada komentar :
aLamathuR.com - Sebagai semboyan bangsa Indonesia, Bhineka Tunggal Ika mengandung makna yang penting karena pengertian atau makna yang terkandung dalam seloka tersebut itulah kiranya yang menuntun pemahaman bangsa Indonesia bahwa walaupun kita memiliki keanekaragaman dalam banyak hal akan tetapi tetap satu jua adanya.

Bangsa Indonesia terdiri atas bermacam-macam suku bangsa yang mempunyai keanekaragaman sejarah, adat istiadat, bahasa serta kebudayaan sendiri-sendiri. Keanekaragaman tersebut tidak menjadi penghalang, bahkan dianggap sebagai kekayaan bangsa Indonesia. Hal itu diwujudkan di dalam semboyan nasional Indonesia “Bhineka Tunggal Ika” seperti yang terdapat pada lambang negara Indonesia. Ungkapan Bhineka Tunggal Ika tersebut berasal dari bahasa Sanskrit yang terdapat dalam buku Sutasoma karangan Mpu Tantular pada zaman Majapahit.

Semenjak masa-masa permulaan kemerdekaan bangsa Indonesia semboyan tersebut senantiasa digunakan sebagai semboyan nasional digunakan untuk mendorong semangat persatuan bangsa. Semboyan tersebut memesankan keanekaragaman Indonesia yang senantiasa dipelihara dan dipandang sebagai asset nasional Indonesia.

Menurut perkiraan para ahli, bangsa Indonesia terdiri atas lebih dari 300 suku bangsa atau golongan etnik (Depdikbud, 1984;149). Sebagai contoh dapat disebut sukubangsa Aceh, Gayo, Batak, Minagkabau, dan Melayu di Sumatera; Suku Bangsa Jawa dan Sunda di Jawa; Suku Bangsa Banjar dan Dayak di Kalimantan; Suku Bangsa Bugis, Mandar, Toraja, Makasar, Buton dan Minahasa di Sulawesi; Suku Bangsa Ambon, dan Kei di Maluku; Suku Bangsa Irian di Papua; Suku Bangsa Timor, Flores, dan Sumba di Nusa Tenggara Timur, Suku Bangsa Sasak dan Bima di Nusa Tenggara Barat serta Suku Bangsa Bali di Bali.

Perkembangan sejarah dan kesatuannya dengan lingkungan alam yang didiami selama berabad-abad memberikan cirri khusus pada kebudayaan Suku Bangsa tersebut. Karena itulah setiap Suku Bangsa memiliki ciri tersendiri yang berbeda-beda dengan suku yang lainnya, contoh nyata adalah bahasa, tiap daerah di Indonesia memiliki bahasa yang berbeda-beda. Misalnya Orang Aceh berbahasa Aceh, orang Tapanuli berbahasa Batak, orang Sumatera Barat berbahasa Minang, orang Sulawesi Selatan berbahasa Bugis dan Ternate, dan orang Sunda berbahasa Sunda. Apa yang dikemukakan tersebut hanya sekedar contoh keanekaragaman dalam bahasa. S.J Esser mencatat 102 bahasa daerah di seluruh Nusantara, yang jika dirinci lagi dialeknya ,maka jumlahnya akan jauh lebih besar, di Papua saja terdapat 185 bahasa lokal.

Namun demikian bahasa Melayu (Melayu kuno) sudah digunakan sebagai bahasa pengantar di Nusantara sejak abad ke-13. Hal itulah yang mempermudah bangsa Indonesia menyepakati menetapkan bahasa Indonesia melalui Sumpah Pemuda pada tahun 1928 untuk menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, untuk lengkapnya beberapa pengelompokan bahasa dapat dikemukakan sebagai berikut :

  • Kelompok Sumatera
  • Kelompok Kalimantan
  • Kelompok Jawa
  • Kelompok Bali-Sasak
  • Kelompok Gorontalo
  • Kelompok Tomini
  • Kelompok Toraja
  • Kelompok Loinang
  • Kelompok Banggai
  • Kelompok Bungku-Laki
  • Kelompok Sulawesi Selatan
  • Kelompok Muna-Butung
  • Kelompok Bima-Sumba
  • Kelompok Ambon-Timor
  • Kelompok Sula-Bacaan
  • Kelompok Halmahera Selatan dan Teluk Cendrawasih Papua
  • Kelompok Halmahera Utara
  • Bahasa-bahasa Papua Tengah dan Selatan
  • Bahasa-bahasa Papua pantai utara
  • Kelompok Sulawesi Utara
  • Melanesia (Bahasa Janefa, Sarmi, dan lain-lain)
(Depdikbud,1984;h. 158-160)


Dalam kehidupan kemasyarakatan, dapat dilihat bahwa aspek yang menonjol adalah desa, kekerabatan dan kehidupan gotong royong. Hal-hal yang baik seperti yang sudah dilakukan secara turun temurun dan sangat bermanfaat itu haruslah dilestarikan dan dikembangkan secara terus menerus. Kesatuan hidup territorial yang disebut desa itu terdapat hampir diseluruh Indonesia dengan nama yang berbeda, sebagai contoh misalnya adalah benua di Nias, gamponng di Aceh, kuta di Karo, Nagari di Sumatera Barat, desa di Jawa, yang kesemuanya itu dikepalai oleh seorang kepala desa atau Lurah.