Tampilkan postingan dengan label Menulislah. Tampilkan semua postingan

12 Februari 2016

Kesulitan Merangkai Sebuah Kalimat?

Tidak ada komentar :
Bagi sebagian orang, pekerjaan merangkai kata menjadi sebuah kalimat kemudian menjadi tulisan utuh adalah sebuah hal yang sangat mudah. Tapi tidak bagi sebagian yang lainnya. Jangankan untuk menulis artikel panjang lebar, hanya untuk sekedar menulis redaksi email pun kadang sulitnya minta ampun. Ada kalanya untuk menulis sebaris dua baris kalimat pun susah untuk diselesaikan. Bolak balik tekan tuts keyboard huruf dan tombol backspace delete secara bergantian. 

Bukankah unsur kalimat itu hanya persoalan menempatkan  mana kata yang bisa ditempatkan sebagai Subjek, Predikat, Objek dan Keterangan saja? jika sebagian diantaranya tidak dibutuhkan, maka boleh dihilangkan tergantung konteksnya. Formil atau tidak? Karya Ilmiah atau Sastra? dst...

Untuk menjadikan menulis itu menyenangkan, jangan pernah berpikir bahwa menulis itu harus selalu baku. Harus seperti merangkai kalimat dalam makalah atau skripsi atau karya ilmiah misalnya. Cobalah mulai mengkombinasikan kata-kata pendek dan sederhana yang terdiri dari subjek dan predikat saja, atau bisa juga predikat + objek saja, subjek + keterangan, predikat + keterangan, dst. Jangan tanyakan soal apa subjek, predikat, objek dan keterangan itu disini. Bukankah sewaktu SD kita memperlajarinya...

Setelah lulus tahapan ini maka seharusnya tidak perlu lagi ada istilah sulit merangkai sebuah kalimat. Sebagai motivasi, peganglah lima prinsip yang umum berlaku, terutama bagi seorang penulis pemula, bahwa :
  1. Mencari ide menulis itu sangat mudah.
  2. Merangkai kalimat per kalimat itu ternyata tidaklah sulit.
  3. Menentukan gaya bahasa menulis sendiri itu gampang-gampang susah, tapi jangan lupakan bahwa ini tetap bisa dilatih.
  4. Membuat tulisan menarik itu bukan hanya bicara tentang bakat, tetapi diasah dan belajar, itu jauh lebih penting.
  5. Selama tujuannya baik, membagikan apa yang kita tulis melalui sebuah blog, forum, sosial media itu jauh lebih menyenangkan dari pada menyimpannya dalam sebuah buku harian yang hanya disimpan di dalam lemari atau di bawah bantal.

11 Februari 2016

Inspirasi Menulis dari Wikipedia

2 komentar :
Merasa kurang mahir menulis? Sama dengan saya. Sering kesulitan untuk memilih tema ketika akan mulai menulis? Sama juga dengan saya. Bedanya, saya punya sedikit jurus untuk mengakalinya dengan mencari inspirasi menulis dari tanggal-tanggal bersejarah yang tercantum di wikipedia. Tak perlu buka yang versi bahasa inggris, buka saja wikipedia berbahasa indonesia. Kemudian ketikkan sebuah tanggal dalam kolom pencariannya. Setelah itu mulailah memilih tema yang menarik untuk diangkat, tentunya dengan sudut pandang dan gaya bahasa Anda sendiri.


Sebagai contoh ilustrasi, apa yang kadang saya lakukan mungkin bisa menjadi inspirasi. 
  • Tanggal 11 Februari ini saya berencana untuk membuat tulisan yang akan dipublikasi besoknya (tgl 12 Februari). Maka saya buka http://id.wikipedia.org dan mulai mencari data dengan kata kunci tanggal 12 Februari (tanpa perlu memasukkan angka tahun). 
  • Kemudian situs wikipedia akan memunculkan beberapa hal yang berkaitan dengan tanggal 12 Februari. Bisa merupakan sebuah peristiwa, kelahiran / kematian seorang tokoh, hari raya / peringatan, dan lain-lain. 
  • Selanjutnya tinggal pilih saja salah satu topik yang sekiranya dianggap menarik untuk diangkat sebagai bahan tema tulisan untuk blog Anda. 
  • Sebagai pelengkap cobalah cari data pendukung dari sumber lainnya yang terkait. Boleh dari blog orang lain, portal berita, forum online sampai dengan media sosial sekalipun. Tapi ingat! jangan hanya menggunakan jurus copy paste 100%. Hargailah penulis atau sumber data asal dengan mencantumkannya setidaknya sebatas (text) identitas penulis asal / sumber data tersebut tanpa link aktif.
  • Mulailah rangkai kata per kata, kalimat per kalimat, paragraf per paragraf dari setiap bahan/data yang sudah didapat. Jika diperlukan, tak ada salahnya untuk menyisipkan opini pribadi dalam tulisan Anda. Kuncinya : harus percaya diri. Karena percaya diri modal dasar dalam menulis.

Jika kebetulan Anda beruntung, mungkin saja tema yang dipilih ternyata menjadi trending pencarian netter di hari tersebut. Hadiahnya tentu saja adalah traffic bagus untuk blog Anda (tentunya tanpa mengesampingkan aspek SEO, keyword, deskripsi pencarian, dll).

Selamat menulis!


05 Januari 2016

Menulis itu seni merangkai 26 huruf, 10 angka dan beberapa tanda baca

Tidak ada komentar :
Menulis bukanlah sesuatu hal yang sulit. Semua orang bisa menulis. Bahkan kaum primitif sekalipun bisa menulis. Tentunya dengan gaya dan bahasanya sendiri. Tapi kenapa sebagian orang masih bingung untuk mulai menulis? Bukankah sejak sekolah dasar pun pelajaran yang diajarkan pertama kalinya adalah menulis? 

Menulis adalah hal yang sangat sederhana. Hanya perlu merangkaikan abjad huruf, angka dan tanda baca saja menjadi sebuah kata, kalimat, paragraf sehingga akhirnya menjadi tulisan utuh. Abjad huruf pun jumlahnya tidak banyak, hanya 26 buah mulai A sampai Z (baca juga : menulislah dari A sampai Z). Angka juga hanya 10 buah, dari 0 sampai 9. Mulailah berpikir dari titik awal simpel itu dulu. 

Berikutnya hanya tinggal ikuti aturan main penggabungan huruf vokal dan konsonan saja sehingga tidak salah dalam proses berikutnya dalam menggabungkan huruf menjadi kata atau suku kata. Bacalah referensi buku yang membahas EYD jika diperlukan.

Jangan dulu bingung memikirkan ide dasar. Jangan juga pikirkan tema atau topik tulisan. Cobalah untuk mulai latihan menuliskan apa saat ini ada dalam pikiran. Tuangkan dalam tulisan, kata per kata, sehingga menjadi kalimat. Kemudian buatlah beberapa kalimat sehingga menjadi satu paragraf. Lalu buatlah satu atau dua paragraf lainnya sebagai tambahan. Selesai. Percaya dirilah, karena itu modal dasar untuk menulis (baca juga : percaya diri modal dasar untuk menulis).

Kesimpulannya, jangan anggap ini sulit! karena menulis hanya sebuah seni untuk merangkaikan 26 huruf, 10 angka dan beberapa tanda baca saja.

Setelah lulus tahap ini, maka akan masuk ke tahapan berikutnya yaitu bagaimana menentukan ide dasar, karakter, plot, latar, sudut pandang, konflik, dialog dan gaya narasi yang akan kita bahas dalam postingan berikutnya....

12 Agustus 2015

Penulis Sejati, Ide Tanpa Batas

Tidak ada komentar :
Ide Menulis
aLamathuR.com - Menjadi seorang penulis adalah tentang menguasai apa yang akan orang lain (pembaca, red) ingin rasakan, ingin ketahui atau sekedar ingin belajar sesuatu yang belum pernah didapatkannya dari pengalaman sebelumnya. Menjadi penulis juga berbicara mengenai bagaimana cara mempengaruhi pola pikir pembaca untuk bisa dipaksa memahami sebuah ide, menyerapnya, mengiyakannya, atau bahkan memberikan bantahan terhadapnya.

Terlepas dari pesan yang ingin disampaikan adalah baik atau buruk, seorang penulis akan "memaksa" memberikan kesan tulisannya menjadi "seakan baik untuk dikonsumsi (dibaca, red)". Dengan cara menyamarkan ide seperti inilah justru mereka akan menganggap penyampaiannya akan lebih mudah diterima pembaca. Tanpa disadari, pembaca akan mengiyakan dengan sendirinya terhadap "pesan-pesan terselubung" dari penulis.

Akan menjadi seuatu kebanggaan tersendiri ketika ide yang dituangkan seorang penulis menjadi sebuah mahakarya yang memberikan inspirasi banyak orang, bahkan lebih jauh menyebar menjadi sebuah "faham baru" atau bahkan sebuah "ideologi baru" sekalipun. Sangat mungkin!

Itulah sebabnya, buku misalnya, sebagai salah satu hasil karya tulis begitu efektifnya digunakan untuk memberikan pengajaran, menyebar pemahaman, menggali pengetahuan, bahkan mendoktrin pembaca sampai dengan titik yang tidak logis sekalipun.

Karena bagi seorang penulis sejati, ide adalah sesuatu yang benar-benar tidak terbatas.....


13 Mei 2014

It's So Simple Things

Tidak ada komentar :
aLamathuR.com - Ini adalah sebuah awal (lagi). Menulis lagi tahun 2014 dengan arah yang tetap kabur, tidak jelas! Topik yang tidak jelas, bahasan yang (mungkin) nggak menarik atau bahkan yang (nggak) penting sama sekali. Lalu kemudian Anda bertanya : kenapa yang jelas-jelas nggak menarik dan nggak penting ditulis juga?


Jawabannya sederhana...

Karena saya senang menulis! Itu saja. 
Sangat simple....
Bahkan hal tersimpel yang ada dalam pikiran saya saat ini adalah bagaimana saya bisa meningkatkan skill menari-narikan jari saya di atas keyboard komputer, tidak lagi dengan 11 jari (a.k.a telujuk kanan & telunjuk kiri).

So Simple Things.....

02 Oktober 2010

Menulislah Dari A Sampai Z

4 komentar :
aLamathuR.com - Merasa sering menghadapi kebuntuan mendapatkan ide dan sulit menuangkan gagasan dalam bentuk sebuah tulisan? Jika jawabannya adalah ya, maka Anda termasuk orang yang merugi. Sudah saatnya kita sadari bahwa persoalan tersebut bukan semata disebabkan oleh keterbatasan kreativitas pada diri kita, melainkan murni terkait dengan keinginan yang kuat yang muncul dari dalam diri kita sendiri. Bukankah setiap hari kita selalu melalui banyak hal dan peristiwa? Bukankah kerap kita mendiskusikan hal-hal tersebut dengan teman atau rekan kerja di kantor? Lalu, kenapa tidak kita coba menuliskannya atas hal-hal yang biasa kita bahas dan diskusikan sehari-hari itu?

Saya yakin bahwa pada dasarnya setiap orang pasti dibekali kemampuan dalam menulis. Kita hanya perlu melatihnya dengan sering disetiap ada kesempatan. Lebih sering lebih baik. Jika belum terbiasa dengan bahasan yang berat dan membutuhkan kajian keilmuan tinggi, maka cobalah untuk mulai menulis tentang hal-hal sederhana yang terjadi di sekitar kita. Yang kita lihat, yang kita dengar, dan yang kita rasakan tentunya bisa kita olah melalui rangkaian kata dan kalimat, meskipun dengan gaya bahasa yang sederhana.

Jika Jika kita benar-benar menyadari, maka tidak akan ada yang namanya istilah kehabisan ide untuk ditulis. Saya bisa berikan bukti bahwa sumber inspirasi menulis itu bertebaran dimana-mana. Mari kita lihat contoh beberapa judul tulisan yang mungkin bisa menggugah gairah Anda dalam menulis.

  • Menulislah Setiap Hari & Buktikan Apa yang Terjadi (wijayalabs)
  • Menulislah Seperti Bicara (warungfiksi)
  • Menulislah Seperti "Miss Blogger Seadanya" (alamathur)
  • Menulislah & Dapatkan Bayaran (slideshare)
  • Menulislah Tentang Bagaimana Sulitnya Menulis (wikimu)
  • Menulislah! Tapi Jangan Lupa Bangun Fans (indonesiabuku)
  • Menulislah dengan Enjoy (xpresiriau)
  • Menulislah seperti Kartini (guskar)
  • Menulislah Setelah Tidur! (mudik)
  • Menulislah dengan hati dan membacalah dengan empati (sinyalhp)
  • Menulislah dengan Sepenuh Jiwa (andaluarbiasa)
  • Menulislah Sebelum Ide itu Menghilang (gecokk)
  • Menulislah Seperti Bernafas (dodimawardi)
  • Menulislah untuk Pembaca, bukan Mesin Pencari! (ayongeblog)
  • Menulislah dengan Detail dan Cermat (pelitaku.sabda)
  • Menulislah Siapa Tahu Jadi Buku (indonesiabuku)
  • Menulislah, dan Anda akan Abadi! (daengrusle)
  • Menulislah, bila kau ingin merubah dunia ini (mujahidpena)
  • Menulislah Dengan Hati, Bukan Mencari Sensasi (grelovejogja)
  • Menulislah, Berikan Perubahan Lewat Ide dan Pikiran (suzannita)
  • Menulislah Walau Hanya Satu Kata (dharanadiva)
  • Menulislah 30 Menit Sehari! (berrydevanda)
  • Menulislah mamen! (purwaisontheway)
  • Menulislah dan Suarakanlah (rikamaulida)
  • Menulislah, Insya Allah Anda (Tetap) Sehat (muchdie)

Atau, jika Anda merasa beberapa judul diatas masih terlalu 'lunak' untuk dapat menginspirasi Anda, cobalah sesuatu yang sedikit lebih ekstrim seperti ini :


  • Menulislah dan Jangan Bunuh Diri (ruangpsikologi)
  • Menulislah dengan Cinta Mati! (blogernas)
  • Menulislah Sebelum Kiamat (kompasiana)
  • Menulislah agar tak punah (flpsulsel)
  • Menulislah Maka Kita akan Hidup 1000 Tahun lagi (mashadeku)
  • Menulislah sampai mampus! (maliyamiracle)

Setelah memperhatikan judul-judul diatas, apakah Anda punya ide menulis yang lebih unik atau bahkan lebih gila lagi mungkin? Saya akan menantang Anda untuk menulis dengan judul awal "Menulislah ........dst". Setelah itu kabarkan lagi untuk kita simak bersama-sama.....

01 Oktober 2010

Menulis Dengan Hati (Hati)

4 komentar :
aLamathuR.com - Pada tulisan sebelumnya saya pernah membahas bahwa percaya diri merupakan modal dasar untuk menulis. Setelah modal dasar tersebut kita miliki, maka langkah selanjutnya adalah mengenali beberapa aspek terkait bagaimana menulis yang baik. Dari berbagai rujukan yang tersedia tentang bagaimana cara menulis yang baik, tidak sedikit tulisan yang menyarankan kepada kita untuk menulis dengan hati. Dengan melibatkan hati, maka apa yang kita tulis akan terasa lebih berenergi, natural dan sekaligus nikmat untuk dibaca. Tetapi pernahkah terpikir untuk menulis dengan hati-hati? Saya pikir baru sebagian dari kita yang telah menyadarinya.

Menulis dengan hati-hati dalam pemahaman saya berarti menulis dengan mempertimbangkan segala aspek yang terkait di dalamnya. Hati nurani, emosi, kreatifitas, kebebasan beropini, akurasi data dan fakta pendukung serta preferensi pembaca bisa menjadi aspek yang sangat diperhatikan oleh penulis maupun pembaca.

Kita sah-sah saja beranggapan bahwa menulis itu adalah sebuah ekspresi kebebasan dalam menuangkan kreativitas yang tak terbatas. Tetapi kita juga harus memahami dalam sebuah kebebasan tentu akan ada sebuah konsekuensi dan pertanggungjawaban. Karena itu berhati-hatilah dalam menulis, karena ketika pembaca benar-benar menanggapi apa yang kita tulis, maka kita harus siap dengan reaksi pro-kontra yang ditunjukkan oleh pembaca.

Jika Anda tanya bagaimana solusi agar kita bisa lebih hati-hati dalam menulis, maka saya akan memberikan kepada Anda saran sederhana seperti ini: "Kuasailah dengan baik materi/topik yang akan dibahas dalam tulisan kita. Jangan sampai menulis tentang sesuatu yang kita sendiri belum begitu memahaminya dengan baik, karena jika tidak .........." hhmmmm...

*anda boleh melanjutkan kalimat diatas dengan argumentasi masing-masing.

27 September 2010

Jangan Ragu Menulis Konten Yang 'Tidak Menarik'

13 komentar :
aLamathuR.com - Rekan blogger sekalian, jika selama ini Anda selalu beranggapan bahwa satu-satunya jalan untuk menjadikan blog Anda populer dimata pembaca adalah dengan cara selalu menulis konten (posting blog) yang sedang menjadi topik pembicaraan hangat, atau harus dengan gaya yang kontroversial, maka mulailah untuk mempertimbangkan yang akan saya sarankan dalam tulisan kali ini. Ini bukanlah suatu hal yang rumit dan bukan pula teknik SEO tingkat tinggi, sehingga saya yakin Anda pun bisa mencobanya. Perlu bukti? Teruskanlah membaca paragraf selanjutnya.


Gb.1 Klik untuk melihat ukuran sebenarnya
Gb.2 Klik untuk melihat ukuran sebenarnya

Coba Anda perhatikan gambar ilustrasi komposisi konten Top10 blog ini menurut data statistik blogger.com selama periode Mei-September 2010 (gambar 1) dan data statistik google analytics selama periode Oktober 2009-September 2010 (gambar 2). Topik apakah yang menempati peringkat pertama? ternyata itu bukanlah tulisan yang bertema seleb (karena saya bukan jurnalis infotainment), bukan bertema tutorial (karena saya bukan pula seorang blog-master), ataupun bukan topik unik bin aneh bin ajaib bin langka! Yup, itu hanyalah tulisan saya yang sederhana dan sangat 'tidak menarik', mengulas ciri-ciri negara terbelakang menurut apa yang saya kaji dan pahami.

Jika Anda bandingkan antara tampilan konten Top10 dalam gambar diatas dengan beberapa komentar yang menanggapi posting tersebut maka akan terlihat dua sisi yang unik untuk disimak. Secara peringkat, konten ini menempati peringkat ke-1 sebagai posting terpopuler di blog ini, tetapi disisi lain ada komentator (yang sengaja saya biarkan dan tidak dihapus) yang menanggapinya dengan 'nada menyindir'.. hhmmm.. cuman sayang sekali, yang bersangkutan tidak berani mencantumkan namanya (alias Anonymous).

Kenapa tulisan yang 'tidak menarik' ini bisa berada di peringkat pertama? Analisa sederhana saya memprediksi jika tingginya stabilnya traffic untuk tulisan ini mungkin disebabkan karena bahasannya bisa menjadi salah satu tambahan rujukan untuk siswa SMP/SMU atau mahasiswa yang sedang mencari data dan informasi untuk melengkapi tugas sekolah/kuliah mereka. Dalam data statistik harian versi blogger.com maupun versi google analytic pun ternyata untuk tulisan ini setiap harinya selalu saja ada user yang mampir ke posting ini karena direkomendasikan terutama oleh mesin pencari Google.

Anda sah-sah saja berpendapat jika konten seperti ini sangat tidak menarik! dan bahkan saya berani jamin jika saya meminta Anda untuk menulis hal-hal seperti ini, maka mungkin Anda akan berpikir 1000x untuk mau menulis atau mempostingnya dalam blog yang Anda miliki. Hahaaaa....

Secara pribadi saya sangat memahami jika rata-rata persepsi Anda (sebagai blogger) saat ini adalah kurang lebih masih sepert ini: "Menulislah tentang sesuatu hal yang benar-benar menarik (padahal itu mungkin hanya menurut Anda sendiri), up to date, yang masuk top trending, hot topic dsb." Saya tak sepenuhnya menyalahkan pandangan seperti ini, karena saya pun menyadari jika blog Anda, tentu isinya terserah Anda. Tetapi tak ada salahnya juga Anda untuk mencoba sesekali mengangkat tentang sesuatu tema yang 'lebih bermanfaat' meskipun terkadang itu terlihat (seakan menurut Anda) kurang menarik. Simak saja contoh lain tulisan saya yang 'tidak menarik' yang pernah saya rilis di blog ini:


Ingatlah bahwa pembaca blog Anda mungkin tidak semuanya sekedar mencari bacaan hiburan semata. Dan sangat memungkinkan juga kalau pembaca datang ke blog Anda adalah untuk mencari referensi (meskipun blog Anda bukan sebuah Ensiklopedia) dan bacaan-bacaan bermutu. Jika ternyata misalkan para pembaca ini 'terdampar' dan menemukan blog Anda karena direkomendasikan oleh search engine (seperti Google atau Yahoo) bukankah itu akan memberi pengaruh bagus untuk ranking blog Anda juga di mata mesin pencari?

Jadi mulai saat ini masihkah Anda ragu untuk mulai menulis konten yang 'tidak menarik'? saya akan buat ini sebagai tantangan menulis untuk Anda...

16 September 2010

Percaya Diri, Modal Dasar Untuk Menulis

6 komentar :
aLamathuRs.com - Suatu ketika mungkin Anda pernah bengong cukup lama di depan komputer atau buku catatan Anda. Dengan bermodalkan ide yang sudah mucul di kepala saja ternyata tidak cukup mampu untuk menyelesaikan kalimat per kalimat yang ingin Anda tuliskan. Kenapa hal itu bisa terjadi? Salah satunya mungkin karena Anda ragu dengan apa yang akan Anda tulis, baik dari segi materi, maupun gaya penyampaiannya.


Dulu, saya pun demikian. Tak jarang ide yang sebenarnya sederhana pun memerlukan waktu cukup lama untuk mengolah kata per kata, kalimat per kalimat sampai paragraf per paragrafnya. Paling sering dilakukan adalah menulis kalimat, kemudian mengeditnya, menghapusnya lagi, menuliskannya lagi dan seterusnya. Menurut saya ini jelas erat kaitannya dengan keyakinan dan kepercayaan diri sendiri dalam mengutarakan bahasa yang dituangkan dalam bentuk tulisan.

Ketidakpercayaan diri ini telah membuat keraguan menguasai diri dan pikiran. Ujung-ujungnya berbagai pertanyaan pun biasanya menghampiri, misalnya seperti:

  • Apakah saya cukup kompeten untuk membahas tentang topik ini?
  • Apakah tulisan saya akan dianggap menarik oleh pembaca?
  • Jika tulisan saya kemudian ternyata banyak yang menyindir atau bahkan mencerca, apa yang harus saya lakukan?
  • dan seterusnya....

Jika pertanyaan-pertanyaan diatas selalu terpelihara dalam benak Anda, maka bukan tidak mungkin hal ini akan berujung kepada rasa minder. Lebih jauh Anda akan selalu dihantui keraguan untuk mulai menulis, menulis dan menulis.

Saya pernah membaca dalam tulisannya mas Eko Prasetyo tentang seorang abang becak yang sukses banting setir menjadi seorang penulis. Namanya adalah Joni Ariadinata. Mungkin salah satu dari Anda familiar dengan nama tersebut? Beliau adalah seorang penyair dan cerpenis yang pernah berprofesi sebagai penarik becak. Namanya mulai dikenal saat cerpennya yang berjudul Lampor dinobatkan sebagai karya cerpen terbaik Kompas pada tahun 1994.

Jadi, sudah siapkah Anda menaikkan kadar kepercayaan diri Anda untuk mulai menulis dengan bahasa dan gaya Anda sendiri?

06 September 2010

Ini Malam Tersaji, Sore Kemarin Kabar

13 komentar :
aLamathuR.com - blog posting menulis (niat) dengan sampai, kerja email cek, forum diskusi mengintip, aplikasi download dari mulai, beragam terlalu agendanya itu kemarin karena alasannya Mungkin. blog dalam diskusi rekan-rekan menyapa blogging aktivitas melakukan untuk saya bagi cukup tidak itu ternyata, komputer depan nongkrong jam satu selama Meskipun. rumah sebelah warnet di dilakukan harus mau tidak mau online aktivitas maka, non-teknis kendala ada dikarenakan, biasanya seperti Tak. puasa berbuka jam menunggu sambil dilewati, kemarin sore blogging Aktivitas.

karuan tidak terbalik-balik menjadi inipun posting menulis sampai-sampai ngawur menjadi pun saya otak dalam Ide .online game atau playstation rental di suasana mirip menjadi itu tempat membuat berisik semakin lama semakin yang Suasana .Youtube hanya itu tempat ke datang saya awal sejak buka mereka yang, saya setahu padahal ...pula Berisik. sesak penuh menjadi pun itu meter 3 x meter 2,5 berukuran hanya yang warnet ruangan, ayal Tak. ...lah SD tiga atau dua kelas sekitar mungkin, kecil anak empat sampai dua oleh dipakai diantaranya tiga, lagi Parahnya.. warnet operator milik termasuk, unit lima sebanyak komputer ada hanya disana, saja Bayangkan. menulis konsentrasi untuk memungkinkan tidak sangat itu sempit warnet di suasana tetapi, dituangkan untuk ide ada tak atau niat ada tak Bukan. blog posting menulis, terakhir yang kecuali terlaksana agenda Semua.

informasi mengolah dan membaca dalam terlatih semakin akan Anda otak maka ini tulisan membaca dengan semoga doakan Saya .terbalik-balik kata susunan dengan walaupun, ini tulisan membaca mau ikhlas dengan telah yang Anda seperti baik orang ada masih ternyata untungnya Tapi.

06 Agustus 2010

Menulislah Seperti "Miss Blogger Seadanya"

17 komentar :
aLamathuR.com - Hari ini, jam tangan tangan saya sudah menunjukkan hampir pukul 5 (lima) sore. Tak seperti biasanya, pekerjaan kantor di awal bulan ini saya rasakan tidak seperti dibulan-bulan sebelumnya. Hari ini begitu semangat, meskipun dengan deadline tugas yang segudang, ternyata semuanya masih dikerjakan sambil tersenyum. Intinya, sepanjang hari ini pekerjaan di kantor benar-benar dinikmati...

Rehat sejenak, sambil menikmati secangkir kopi hitam panas di depan monitor komputer. Tak seperti biasanya, hasrat untuk menulis kali ini tidak didukung oleh ide dan topik yang jelas. Entahlah, mungkin hari ini terlalu semangat dengan pekerjaan menjelang tutup buku laporan, jadi belum sempat memikirkan hal lainnya. Untungnya ya itu tadi.. karena pekerjaan hari ini begitu saya nikmati!

Sesaat kemudian, saya mulai membuka notepad. Menulis beberapa baris kalimat menjadi paragraf-paragraf. Meskipun masih belum jelas apa yang akan ditulis, tetapi.. lanjut sajalah..!!!

Sampai pada paragraf ini, kemudian teringat dengan sebuah tulisan dari salah satu sahabat saya di dunia maya, saya sebut dia sebagai "Miss Blogger Seadanya". Apa yang dia tulis dalam blognya hanyalah sesuatu yang benar-benar sederhana, jauh dari kesan njelimet dan minim dengan istilah-istilah asing. Bahasan tentang apa yang dia alami sehari-hari sepertinya cukup menarik minat orang-orang untuk meramaikan tulisan-tulisannya. Dalam benak saya sempat terpikir, apakah pengunjung blognya itu teman-temannya sendiri, rekan kerjanya atau siapa? sebegitu menarikkah apa yang dia bahas dalam tulisanya? Lebih menarik mana dibanding dengan tulisan saya yang bertema "Nice Info Syndrome" misalnya...?

Setelah coba saya analisa secara sederhana dari apa yang dia sering tulis, ternyata apa yang saya temukan.. TETAP BIASA-BIASA saja..!!! Hanya ada beberapa poin penting yang saya temukan disana, dan terus terang mungkin itulah yang membuat blog mereka jadi unik, ramai pengunjung, banyak dikomentari dan seterusnya. Inilah yang saya temukan disana:
  1. Tulisan-tulisan yang cukup inspiratif, disajikan dengan bahasa sederhana dengan sudut pandang murni dari si empunya blog. Originalitas seperti inilah yang masih saya pelajari dalam menulis sampai dengan saat ini.
  2. Membahas topik yang sedang hangat (apalagi yang masuk top10 di portal-portal berita) bagi dia ternyata bukanlah suatu keharusan. Untuk hal ini saya menanggapinya dari dua perspektif:  Pertama: Perspektif para master SEO. Menurut para master SEO, (katanya) salah satu jurus yang bisa diapliaksikan dalam menulis blog adalah dengan memilih topik yang hangat (misalnya beberapa blogger akan mereferensikan google trends sebagai rujukan topik posting). Dengan mengangkat topik-topik yang sedang hangat ini maka akan dapat mengatrol posisi blognya dimata mesin pencari sehingga memperbesar peluang orang mengunjungi blognya. Para master SEO biasanya menggunakan trik-trik tertentu agar tulisan dalam blognya bisa mendapatkan rating yang bagus, dan mendapatkan banjir traffic ke blognya. Kedua: Perspektif bukan master SEO. Tidak jarang blogger yang secara tampilan terlihat 'seadanya' bisa lebih populer dibanding dengan blog yang terlihat 'wah'. Blogger 'seadanya' ini menggunakan senjata kemampuannya dalam menyusun kata menjadi kalimat dan paragraf. Padahal apa yang ditulisnya mungkin hanya sesuatu yang sangat sederhana, terlihat sepele, bahkan kadang diabaikan oleh sebagian orang. Dengan rangkain kata yang menarik, mereka mampu menghipnotis para pengunjung agar terpancing membaca, merespon, dan sekaligus dibuat penasaran untuk kembali berkunjung pada tulisan selanjutnya. Dan inilah yang akan menjadi the Real Loyal Visitor untuk sebuah blog!
  3. Poin berikutnya, adalah yang paling menggelitik benak saya. Saya melihat tampilan blog "Miss Blogger Seadanya" ini bersih dari iklan, refferal dan semacamnya! apalagi dari penempatan widget yang bisa mengganggu kenyamanan membaca pengunjung blog. Untuk hal ini, saya menyimpulkan bahwa motivasi dia dalam  membuat blog memang hanya untuk menulis dan men-sharing apa yang dialami, apa yang dirasakan, dan apa yang diketahuinya (tentunya dengan gaya bahasa dia sendiri).

Tiga pelajaran inilah yang saya dapatkan dari "Miss Blogger Seadanya" ini. Dari gaya tulisan dialah saya juga belajar bagaimana menulis dengan gaya sendiri dan dengan bahasa sendiri. Dan ternyata, terkait menulis itu saya melihat setidaknya ada 3 (tiga) hal yang mungkin Anda setuju, atau mungkin juga tidak, bahwa:
  1. Mencari ide menulis itu sangat mudah.
  2. Menuliskan ide dalam beberapa kalimat dan paragraf itu mudah.
  3. Menentukan gaya bahasa menulis sendiri itu gampang-gampang susah, tapi tetap bisa dilatih.
  4. Membuat tulisan menarik itu bukan hanya bicara tentang bakat, tetapi diasah dan belajar, itu jauh lebih penting.
  5. Membagikan apa yang kita tulis melalui sebuah blog itu jauh lebih menyenangkan dari pada menyimpannya dalam sebuah buku harian yang hanya disimpan di dalam lemari atau di bawah bantal.

Jadi, sebagai penutup dari tulisan ini, spesial untuk Anda saya mengucapkan: "Selamat berburu ide!", kemudian "Selamat menuangkan ide!", kemudian "Selamat melatih gaya bahasa Anda!", dan terakhir "Selamat membagikan tulisan Anda dengan orang lain!"


14 Juli 2010

"Nice Info Syndrome" Invasi Blogger dan Forum

14 komentar :
aLamathuR.com - Seberapa familiarkah Anda dengan istilah 'Nice Info Syndrome'? Mungkin sampai saat ini memang belum ada yang mempopulerkan istilah ini, sekalipun jika Anda cari dalam Wikipedia, tak akan Anda temukan maksudnya. Tetapi jika Anda merupakan seorang pengguna forum-forum online sejati, mungkin dapat menebak-nebak ke arah mana maksudnya istilah ini.

Menurut kajian literatur aLamathuR, 'Nice Info Syndrome' dapat didefinisikan sebagai berikut:

Kecenderungan yang dialami oleh para netter (baik itu para pengguna blog maupun aktivis forum) untuk memberikan respon seadanya atas suatu tulisan, posting blog, thread forum atau sejenisnya tanpa benar-benar membaca, mengerti dan memahami atas apa yang disampaikan dari tulisan yang diresponnya. Biasanya bentuk respon seperti ditandai dengan kalimat-kalimat singkat seperti: 'nice info..', 'good post', 'trims pencerahannya', dan seterusnya).

Sampai saat ini masih perlu dipertanyakan apakah para penderita sindrom ini memang benar-benar mengambil informasi yang hendak disampaikan oleh si penulis ataukah hanya sebatas untuk meninggalkan jejak dirinya dalam respon tulisan tersebut. Jika memang mereka membaca dan memanfaatkan informasinya, maka mungkin penderita sindrom ini masih bisa disembuhkan melalui terapi menulis komentar secara lebih kreatif. Tetapi lain halnya jika penderita sindrom ini sudah kronis, artinya tujuan utama yang dipegangnya adalah hanya sekedar untuk meninggalkan jejak disana-sini tanpa ada manfaat yang benar-benar dirasakannya, selain dari usaha untuk mempopulerkan diri sendiri semata.

Jadi apakah saat ini Anda sedang terserang 'Nice Info Syndrome' juga? semoga tidak. Jika ya, saya do'akan semoga lekas sembuh.... *berdo'a, mulai...