Tampilkan postingan dengan label Kopi. Tampilkan semua postingan

16 Februari 2016

#Intermezzo : Kopi Hitam Demi Mercy?

Tidak ada komentar :
aLamathuR.com - Jeda menulis topik serius, hari ini sepertinya hanya ingin membuat tulisan ringan pengantar sebelum memulai pekerjaan kantor. Yeah, secangkir kopi hitam pekat yang seperti biasanya wajib ada untuk menemani pagi hari. Sebagai pemberi semangat, supaya bisa produktif sepanjang hari. Mudah-mudahan...

Kopi hitam bagi saya memang sebuah keharusan, terutama pagi dan sore hari. Meskipun saya bukan perokok, tapi porsi kopi saya kadang bisa menjadi banyak jika situasnya sedang enak buat ngopi. Sehari bisa 3-4 cangkir, kadang bisa lebih dari itu....


Dalam foto diatas, kopi hitam saya yang lagi ditemenin sama bungkus kopinya. Ada yang sudah masuk tumpukan amplop putih, ada juga yang masih diiket karet. Maklum sebagai brand ambassador tidak resmi.. Hehee. 

Nantinya tumpukan bungkus kosong ini siap dikirim (untuk kesekian kalinya) ke Jakarta, buat ikutan undian mercedes benz. Yah siapa tahu aja rejekinya lagi bagus. Kalau misalkan menang hadiah Mercy nya, saya berjanji akan menulis dan membuat postingan sehari 3 kali di blog ini.. Hihihiii.. Malah kalau perlu, saya akan buat tulisan khusus berjudul "Pahala Minum Kopi Hitam Setiap Pagi". Wkwkkk....

06 November 2009

Benarkah Kopi Cegah Pikun (Alzheimer) ?

12 komentar :
aLamathuRs.com - Anda seorang Coffeeholic? maka simaklah kabar berikut. Sebuah penelitian terbaru di dunia kesehatan menyebutkan, bahwa kebiasaan minum kopi dalam jumlah tertentu dapat menurunkan risiko terkena penyakit alzheimer alias pikun.


Hasil penelitiannya pun masih terus diperdebatkan. Selama ini kopi yang identik dengan kafein dicap kurang baik bagi tubuh, terutama bila dikonsumsi dalam jumlah berlebih. Sejumlah peneliti juga memperbincangkan bahwa kafein berpotensi menyebabkan kanker payudara dan penyakit jantung. 

Di sisi lain, sejumlah studi juga berupaya membuktikan bahwa kebiasaan minum kopi tidak selamanya buruk, bahkan sebaliknya bermanfaat bagi kesehatan. Studi terbaru yang dilakukan peneliti Swedia dan Finlandia mengungkapkan, orang usia paruh baya yang mengonsumsi kopi dalam jumlah sedang per hari secara signifikan mengalami pengurangan risiko terkena penyakit kepikunan yang parah (alzheimer).

"Orang usia paruh baya yang minum 3-5 cangkir kopi per hari menurunkan risiko terkena penyakit demensia dan alzheimer sebesar 60-65 persen dalam kehidupannya kelak," kata pemimpin studi, Miia Kivipelto, profesor dari Universitas Kuopio di Finlandia dan Institut Karolinska di Stockholm.

Studi yang juga didukung Institut Kesehatan Umum Nasional di Helsinki dan hasilnya diterbitkan Jurnal Penyakit Alzheimer bulan ini, didasarkan pada wawancara ulang terhadap 1.409 orang di Finlandia selama lebih dari dua dekade. Awalnya, para partisipan ditanyai tentang kebiasaan minum kopi saat berusia 50-an tahun.

Selanjutnya, fungsi ingatan mereka dites kembali pada 1998, tepatnya ketika mereka berusia antara 65-79 tahun. Dari total 61 orang yang mengalami demensia, 48 di antaranya berkembang menjadi alzheimer.

"Mungkin ada satu atau dua studi lainnya yang menunjukkan bahwa kopi dapat meningkatkan fungsi ingatan, tapi ini merupakan studi pertama yang langsung mengaitkan demensia dan alzheimer, serta dilakukan dalam periode waktu cukup panjang," kata Kivipelto.

Sayangnya, masih kurang jelas bagaimana mekanisme meminum kopi dalam jumlah sedang dapat menunda atau menghindarkan seseorang dari terkena demensia. Kuat dugaan hal tersebut dikarenakan kopi mengandung zat antioksidan yang tinggi, di mana diketahui dapat menghalangi terjadinya alzheimer.

Beberapa studi juga menunjukkan kopi membantu melindungi sistem saraf, yang sekaligus merupakan perlindungan melawan demensia. Sebuah studi lain juga pernah menyebutkan, kopi membantu mengurangi risiko serangan diabetes tipe. Padahal, diabetes juga bisa terkait alzheimer.

"Penelitian tentang kopi harus terus berkelanjutan guna mengetahui elemen pelindung apa saja yang terdapat dalam kopi yang bermanfaat bagi kesehatan," ujarnya.

Sementara itu, belum lama ini seorang psikologi dari Universitas Durham mepublikasikan temuan tentang keterkaitan peminum kopi berat dengan halusinasi.

Dengan kata lain, masyarakat hendaknya tidak membesar-besarkan atau menerima mentah-mentah informasi tentang manfaat minum kopi. "Boleh minum kopi, tapi jangan berlebihan," tandas si peneliti. Sebagai pertimbangan,seseorang dalam kondisi sehat boleh minum kopi, tapi jangan lebih dari lima cangkir per hari.

Bagi yang gemar berolahraga, diharapkan berhati-hati untuk tidak mengonsumsi kopi saat berolahraga karena diduga dapat menyebabkan tekanan darah melonjak. Wanita hamil juga disarankan menghindari kafein guna meminimalisasi risiko janinnya terlahir cacat.

Selain itu, kebiasaan minum kopi disinyalir dapat mengurangi penyerapan kalsium dalam tubuh. Sehingga, bila tak diimbangi asupan kalsium yang mencukupi, risiko tulang keropos pun mengintai. Melihat pro-kontra yang terjadi di antara para peneliti, diperlukan sikap yang bijak dari Anda. Apakah berpegang pada hasil penelitian yang menunjukkan kopi bermafaat bagi kesehatan atau sebaliknya.

Yang jelas, Anda patut waspada terhadap dampak negatif kopi pada tubuh. Yakni, dengan tidak mengonsumsi kopi dalam jumlah berlebihan. Sebab, segala yang berlebihan tentunya tidak bagus untuk kesehatan Anda.
(dari berbagai sumber)