Tampilkan postingan dengan label Hobi. Tampilkan semua postingan

13 Februari 2018

Beralih Ke Koi ....

Tidak ada komentar :
Dalam beberapa tahun terakhir, hobi saya sudah berubah beberapa kali. Jika pada awal-awal sering menulis tentang hobi ngeBlog, kemudian lanjut ke hobi fotografi, dan kemudian lanjut lagi ke hobi motor. Karena saat ini di rumah sudah punya jagoan kecil, jadi mau tidak mau hobi motor (terutama touring) sudah agak berkurang. Jadinya aktivitas hariannya bukan lagi kopdar atau touring, melainkan hanya seputar kegiatan di kantor dan rumah (saja). 

Karena di rumah juga mesti ada kesibukan, akhirnya secara tidak sengaja nemu hobi lain. Pelihara ikan! terutama ikan Koi. Maka singkat cerita, langsung dibuatlah kolam mini dengan berbagai eksperimen melibatkan jagoan kecil saya..

Mari Gali Lahan Sisa Belakang Rumah

Gali selesai, lanjuuuttt...


Terlihat lebih fresh dengan aura biru.. padahal terpal!

Sepertinya nggak puas.... ganti konsep lagi yuk...

Idenya meniru konsep pemandian putri jaman kerajaan

Tapi sepertinya belum seminggu sudah mulai bosan, mari kita ganti tema lagi....
Konsep kolam yang itu pun haya bertahan 2 minggu... akhirnya sekarang diganti lagi dibuat semi-permanen, alias ditembok!

Dicoba dengan model begini....


Sepertinya kolam ini juga masih banyak pe-eRnya. dari mulai harus mikirin filter, serta finishingnya. lebih jauh lagi tentu saja isinya (ikannya). Nggak perlu yang mahal, yang penting enak diliat (buat sendiri)......

Kita akan lanjutkan tulisannya di postingan berikutnya di kolam yang sudah ada ikannya yaa..

22 November 2016

Nikon D5600, Andalan Baru Fotografer Pemula

Tidak ada komentar :
10 November 2016 ini Nikon memperkenalkan seri terbarunya D5600. Kamera DSLR yang masuk dalam jajaran midrange DX-format dengan sensor 24,2MP CMOS dan prosesor terbaru EXPEED 4. Kombinasi ini menawarkan rentang ISO dari 100-25.600, sedangkan 39-point AF system dapat melacak subjek dalam '3D'. Dengan dibekali LCD 3,2 inch touchscreen, Wi-Fi, Bluetooth, ditambah fitur NFC untuk sinkronisasi instan dengan perangkat Android.

Sebagai tambahan info, NFC adalah Near-Field Communication, yaitu salah satu teknologi komunikasi antar gadget terbaru yang menggunakan sistem RFID (Radio Frequency Identification) untuk saling bertukar data dalam jarak dekat. Teknologi NFC ini memungkinkan pertukaran data antar gadget dan alat hanya membutuhkan waktu kurang dari sepersepuluh detik. Tidak perlu lagi setting manual koneksi seperti ketika pengguna masih menggunakan sinyal Bluetooth, NFC sudah secara otomatis mengkoneksikan kedua perangkat dengan cepat sesuai kebutuhan.

Mengenai harga, Nikon D5600 ini merupakan kamera yang memiliki harga yang relatif terjangkau karena dalam peluncurannya produk ini memang masuk dalam ketegori kelas menegah kebawah.

Berikut spesifikasi lengkap Nikon D5600 dikutip dari dpreview :

Body type
Body type
Compact SLR
Sensor
Max resolution
6000 x 4000
Other resolutions
4496 x 3000, 2992 x 2000
Effective pixels
24 megapixels
Sensor photo detectors
25 megapixels
Sensor size
APS-C (23.5 x 15.6 mm)
Sensor type
CMOS
Processor
Expeed 4
Image
ISO
Auto, 100 - 25600
White balance presets
12
Custom white balance
Yes
Image stabilization
No
Uncompressed format
RAW
JPEG quality levels
Fine, Normal, Basic
Manual focus
Yes
Number of focus points
39
Lens mount
Nikon F
Focal length multiplier
1.5×
Screen / viewfinder
Articulated LCD
Fully articulated
Screen size
3.2
Screen dots
1,037,000
Touch screen
Yes
Screen type
TFT LCD monitor
Live view
Yes
Viewfinder type
Optical (pentamirror)
Viewfinder coverage
95%
Viewfinder magnification
0.82×
Photography features
Minimum shutter speed
30 sec
Maximum shutter speed
1/4000 sec
Aperture priority
Yes
Shutter priority
Yes
Manual exposure mode
Yes
Subject / scene modes
Yes
Built-in flash
Yes (Pop-up)
Flash range
12.00 m (at ISO 100)
External flash
Yes (Hot-shoe)
Flash modes
Auto, On, Off, Red-eye, Slow sync, Rear curtain
Continuous drive
5.0 fps
Self-timer
Yes (2, 5, 10 or 20 sec)
Metering modes
  • Multi
  • Center-weighted
  • Spot
Exposure compensation
±5 (at 1/3 EV, 1/2 EV steps)
WB Bracketing
Yes (3 frames in either blue/amber or magenta/green axis)
Videography features
Format
MPEG-4, H.264
Microphone
Stereo
Speaker
Mono
Storage
Storage types
SD/SDHC/SDXC
Connectivity
USB
USB 2.0 (480 Mbit/sec)
HDMI
Yes (mini-HDMI)
Microphone port
Yes
Headphone port
No
Wireless
Built-In
Wireless notes
802.11b/g/n with Bluetooth 4.1 LE and NFC
Remote control
Yes (MC-DC2 (wired), WR-1/WR-R10 (wireless))
Physical
Battery description
EN-EL14a lithium-ion battery & charger
Weight (inc. batteries)
465 g (1.03 lb / 16.40 oz)
Dimensions
124 x 97 x 70 mm (4.88 x 3.82 x 2.76)
Other features
Orientation sensor
Yes
Timelapse recording
Yes
GPS
Optional
GPS notes
Optional GP-1/GP-1A


28 Desember 2015

Ngidam Koleksi Diecast Motor

Tidak ada komentar :
aLamathuRs.com - Tahun depan, sepertinya harus punya hobi baru nih, selain tetep nulis blog ini tentunya. Hobi lama, nongkrong ngoprek di bengkel motor, sepertinya sudah tidak akan memungkinkan lagi. Berhubung sekarang sudah punya jagoan kecil yang baru mau menginjak setahun, jadinya mengharuskan untuk lebih sering standby di rumah. Lalu sambil buka-buka instagram, nemu akun temen 21kasena yang setahun terakhir mulai seneng ngoleksi diecast mobil. wah boleh juga tuh, dari tampilan fotonya pun lumayan cakep-cakep.

Dalam beberapa minggu terakhir, aktivitas online pun mulai menjurus ke sering buka-buka forum hobi dan toko online yang menjual diecast, terutama diecast motor. Sejumlah model motor jadi inceran. Ducati Multistrada 1200 jadi target utama.

Diecast memang banyak skala dan merk produsennya. Skalanya mulai 1:155 sampai dengan 1:12. Yang paling banyak dikoleksi adalah skala 1:43. Bicara merk, beberapa produsen terkenal diantaranya Kyosho, BBR, Auto Art, Minichamps, dan Hot Works dengan harga kisaran 1 sd 5 jutaan keatas. Untuk harga dibawah 1 jutaan terdapat merk seperti: Maisto, Hot Wheels, ERTL dan Welly. Memang katanya sih harga ini nggak mengikat, tergantung pada kualitas, keunikan dan kelangkaan model itu sendiri. Bahkan untuk skala dan detail yang luar biasa bisa mendekati model mobil aslinya dan ini menjadikan nilai jual dari diecast kadang menjadi tidak masuk akal.

Pernah baca di salah satu sumber referensi diecast, pernah ada model diecast mobil yang diproduksi Matchbox berjenis Opel Diplomat 1966. Harga saat dikeluarkan cuman 48 sen, sekarang harganya 9.000 dollar amrik. Kalo dihitung dengan kurs rupiah sekarang, yah kira-kira setara 121.5 juta rupiah. Harga segitu padahal cukup untuk beli  mobil beneran ya nggak? 

Kembali ke cerita awal....
Secara tampilan visual, saya lebih tertarik dengan model diecast motor. Mungkin alasannya sederhana, karena saya suka dengan motor (yang asli). Malah kalo memungkinkan, mimpi saya adalah punya 3 diecast motor pertama saya, Motor honda supra, Bajaj Pulsar 135 dan Bajaj Pulsar 220F. Tapi sayangnya yang 2 motor yang disebut diawal belum pernah ketemu model diecastnya. Sedangkan untuk yang diecast Bajaj Pulsar 220F pernah liat ada yang majang di facebook tapi nggak dijual.

Dengan budget yang sudah mulai harus diperhitungkan dari sekarang, sepertinya target punya beberapa model sudah menjadi tekad tahun depan. Yah, setidaknya bisa dapetin koleksi diecast motor yang mainstream dulu. Yang harganya dikisaran 100 - 250 ribuan dulu. Nggak usah nyari yang mahal-mahal dulu. Soal skalanya ya liat nanti, yang penting enak buat dipajang di rumah. 

Agenda hunting koleksi sepertinya akan dimulai ditoko diecast legendaris yang ada di Bandung. Toko yang ada di jalan Astana Anyar 157 ini sudah cukup terkenal dikalangan kolektor diecast. Nama tokonya Rejeki Jaya Toys. Koleksinya lumayan banyak dan variatif. Dari koleksi yang umum sampai yang dibikin custom seperti mobil box Tiki (kurir, red) dan Sedan Patwal Indonesia ada, meskipun beberapa diantaranya hanya display toko (alias nggak dijual). Yang udah pernah beli disana, udah membagi ceritanya disini.


14 Agustus 2015

Bereksplorasi Dengan Extube dan Lightroom

Tidak ada komentar :
aLamathuR.com - Postingan kali ini bukan mau cerita tentang pengalaman hunting foto seperti yang pernah dimuat dalam tulisan sebelumnya (yang ini, ini, atau yang ini), tapi sekedar sharing hasil eksplorasi kamera Nikon D3000 jadul saya yang ditempeli dengan Extension Tube Manual seharga seratus ribuan plus sentuhan akhir Adobe Lightroom. Meskipun hasilnya masih terlihat sangat amatir, tapi tidak ada salahnya untuk mencoba terus belajar dan belajar. Karena fotografer sekaliber Darwis Triadi atau Jerru Aurum sekalipun pasti awalnya pernah bikin foto yang tidak bagus.











Note :
Semua objek foto adalah binatang dan benda yang ada di jendela kamar sendiri.

14 Januari 2010

Bereksplorasi dengan Komposisi Objek Fotografi

7 komentar :
aLamathuR.com - Info untuk para fotografer pemula, pernahkan suatu ketika anda merasa kurang "sreg" dengan hasil jepretan sendiri, walaupun merasa sudah jungkir balik untuk mengambil gambar berbagai sudut obyek foto? Mungkin anda akan bertanya apakah ada yang keliru dalam teknik fotografi yang dikuasai, atau mungkin ada hal lain yang anda lupakan...

Oke, setelah Anda mempelajari segala persiapan yang dibutuhkan (baca: "Fotografi itu Menyenangkan"), pada bagian lanjutan ini kita akan membahas salah satu aspek yang cukup penting untuk mendapatkan hasil foto berkualitas, yaitu mengenal komposisi. Dalam dunia fotografi Komposisi bisa diartikan sebagai cara meletakkan objek pada bidang gambar. Dengan begitu gambar akan kelihatan enak dipandang. Tentu saja, untuk menghasilkan gambar demikian, perlu ada acuan.

Namun semuanya berpulang kepada pemotret. Bagaimana si pemotret memanfaatkan rasa seni sehingga penempatan gambar sesuai dengan komposisi. Berikut ini beberapa hal yang bisa jadi acuan. Antara lain:

Center of Interest
Sebelum memotret tentukan dulu obyek yang menjadi pusat perhatian. Obyek yang lain boleh saja dikesampingkan. Sebaiknya pusat perhatian menghadap ke pusat gambar. Misalnya kamu ingin memotret awan di laut. Maka bagian yang menonjol adalah awan, bukan pantai.

Latar Belakang
Sebaiknya menghindari latar belakang yang justru mengganggu obyek. Latar belakang yang rame misalnya, bisa saja justru menjadi pusat perhatian. Memotret orang misalnya, jika perlu menggunakan latar belakang polos. Dinding yang bercoret berangkali lebih menarik dibanding orang yang kita potret.

Bingkai Gambar
Bingkai yang dimaksud bukan seperti bingkai pada umumnya. Juga tidak harus mengelilingi ruangan. Tapi cukup dengan memanfaatkan obyek yang tersedia. Misalkan pohon pohon disisi kiri. Tujuannya untuk memberikankesan ruang.

Waktu yang Tepat
Umumnya foto yang diambil pada pagi atau sore menghasilkan gambar yang baik. Gambar yang diambil pada pagi hari akan memperlihatkan berkas cahaya dan memberikan kesan kesegaran. Pada obyek tertentu, kadang malah membutuhkan waktu tertentu untuk diambil. BUnga misalnya, yang akan kelihatan segar difoto pada pagi hari ketimbang sore.

Ruang Gerak
Pengambilan gambar pada obyek yang sedang bergerak seperti orang berlari, naik sepeda, , perlu memperhatikan ruang gerak obyek tersebut. Obyek yang diambil tidak dalam posisi "Center Frame" dapat menghasilkan gambar yang lebih indah dan hidup serta dapat menunjukkan arah pergerakan obyek tersebut.

Maka setelah membaca artikel ini, sudah siapkan anda untuk berekplorasi lebih jauh lagi dengan skill fotografi anda?