Tampilkan postingan dengan label Career Talks. Tampilkan semua postingan

06 Maret 2021

Reputasi

Tidak ada komentar :
aLamathuRs.com - Pernahkah bertanya apa yang dilakukan orang untuk mendapatkan rasa hormat? Membangun reputasi yang baik adalah satu hal, tetapi menjaganya adalah hal lain. Sebagian orang tentu sepakat dengan pernyataan "kamu bisa menghabiskan seumur hidup membangun reputasi dan kemudian kehilangannya dalam satu menit". 
 
Dalam membangun dan menjaga reputasi, ada beberapa kebiasaan yang akan menguntungkan dari waktu ke waktu: 
 
Katakan yang sebenarnya - Pembohong tidak bisa dipercaya. Mereka memutar cerita yang menurut mereka akan berguna bagi mereka, tetapi tidak butuh waktu lama sampai mereka "ketahuan". Mengatakan kebenaran tidak hanya lebih mudah daripada berbohong karena kamu tidak harus mencoba mengingat apa yang kamu katakan, tetapi mereka juga membangun kepercayaan dengan orang lain yang tahu bahwa mereka dapat bergantung pada kamu dalam hal kejujuran. 

Lakukan apa yang kamu katakan akan lakukan - Janji palsu menyebabkan kekecewaan. Orang lain akan dikecewakan dan kamu akan berpikir buruk tentang dirimu sendiri, terutama jika ini adalah pola dalam hidupmu. Hal terbaik untuk dilakukan adalah jangan pernah membuat janji atau pernyataan yang tidak dapat kamu lakukan. 

Miliki batasan yang baik - Ketahui dengan jelas apa yang akan kamu lakukan dan apa yang tidak akan kamu lakukan. Saat kamu bekerja lebih keras dari masalah orang lain, kamu mungkin bekerja terlalu keras. Ketika kamu mengabaikan kebutuhan perawatan diri sendiri, itu hanya masalah waktu sampai kesehatanmu memburuk, atau kamu akan kelelahan. Batasan yang baik akan melindungi diri kamu! 

Belajar untuk meminta maaf - Tidak peduli seberapa baik niat kita, kita semua membuat kesalahan. Terkadang orang lain terluka, dan kamu bahkan tidak menyadarinya sampai mereka memberi tahu kamu tentang hal itu. Kamu tidak dapat mengambil tanggung jawab atas segala sesuatu yang salah dalam hidup seseorang tetapi selalu dapat mengatakan "Aku minta maaf atas peran yang aku  mainkan dalam keadaan ini yang mengakibatkan kamu terluka". Jika orang lain tidak mau memaafkanmu, kamu dapat tenang mengetahui bahwa setidaknya kamu telah melakukan apa yang perlu dilakukan. 

Bersikaplah konsisten - Tindakan kecil yang dilakukan berulang kali membentuk kebiasaan baik. Seringkali keluarga dan teman dekat dapat memprediksi apa yang akan kamu lakukan dalam keadaan tertentu. Dapatkah mereka bergantung pada kamu untuk secara konsisten membuat pilihan yang baik atau apakah mereka mengharapkan kamu bertindak secara acak?
 
Berpikirlah positif - Selalu memandang kehidupan dari sisi negatif dan membicarakan hal-hal buruk akan membuat orang terasing. Padahal disisi lain, ke-positif-an bertindak seperti magnet dan menarik orang ke arahmu. Percayalah bahwa kita semua seperti gelas air yang memercik ke orang lain. Jika kita dipenuhi dengan racun emosional, kita membakar orang lain tetapi jika kita dipenuhi dengan pikiran yang jernih dan bersih dan memercikkan ke orang lain mereka akan merespons dengan "itu menyegarkan". Dan disaat itulah hidup menjadi terasa lebih baik dan lebih indah...
 

22 Maret 2016

Hadapi Wawancara Kerja? Hindari Jawaban Ini!

Tidak ada komentar :
Pada saat wawancara kerja, mungkin ada yang pernah mendapatkan pertanyaan seperti ini : "mengapa resign dari perusahaan saat ini dan melamar ditempat kami?". Sebagian pelamar akan dengan mudahnya menjawab dengan jawaban "mencari tantangan baru!". Tapi tak jarang sebagian lainnya justru malah mengungkapkan hal-hal buruk tentang perusahaan tempat terakhirnya bekerja.

Kondisi seperti inilah yang saya hadapi dalam seminggu terakhir. Kebetulan ditempat kerja saya saat ini, saya mendapatkan mandat dari personalia (HRD, red) kantor pusat untuk merekrut staff administrasi keuangan. Proses seleksi interview pun saya jalankan terhadap beberapa kandidat pelamar yang masuk.

Sudah bisa ditebak, 

Pertanyaan itupun kembali saya sisipkan dalam sesi interview terhadap beberapa pelamar : "mengapa resign dari perusahaan saat ini dan melamar ditempat kami?". Beberapa jawaban dari mereka sesuai prediksi saya. Mereka mengungkapkan hal-hal buruk dari tempat mereka bekerja saat ini ataupun sebelumnya. Yang diceritakannya tidak jauh dari seputar ketidakcocokannya dengan atasan, atau perihal atasan yang terlalu diktator, atau rekan kerjanya yang kurang support, atau beban kerja yang terlalu tinggi dan mulai ditambah-tambahankan diluar jobdesc yang tercantum di perjanjian kerja, sampai dengan mengeluh perihal ketidakjelasan prosedur kerja yang ada ditempat kerjanya.

Pelamar-pelamar seperti itu telah membuat bumerang untuk mereka sendiri. Secara tidak disadari mereka sudah mencatatkan poin minus untuk dirinya sendiri dimata pewawancara. 
 
Dari sisi kita sebagai pewawancara, ketika mendapati kandidat dengan tipikal "suka mengeluh" adalah gambaran awal bahwa ini pertanda tidak baik untuk dilanjutkan. Sebagus apapun kualifikasinya, latar belakang pendidikannya, pengalaman kerjanya, tidak akan cukup membantu ketika jelas-jelas dia adalah seorang tukang mengeluh. Andaikan kita "paksakan" untuk diterima kerjapun, bukan tidak mungkin budaya kerja diperusahaan saya saat ini mungkin bisa menjadi bulan-bulanan untuk dijelek-jelekkan ketika dia nantinya sudah masuk dalam tim kerja ataupun pada saat dia resign dan pindah kerja ke tempat lain nantinya. Keluhan yang sama akan disampaikannya kepada pewawancara ditempat kerja barunya nanti. Ujung-ujungnya taruhannya adalah image perusahaan.

Poin pentingnya,

Ketika Anda menghadapi wawancara kerja, setiap ungkapan hal buruk ataupun keluhan yang disampaikan terkait pekerjaan sebelumnya hanya akan menjadi bumerang. Semakin banyak hal buruk anda ungkapkan, maka semakin berkurang poin Anda dimata pewawancara. Cobalah untuk mulai berbicara hal baik tentang diri Anda dan tentang perusahaan Anda sebelumnya.

Ketika Anda mengikuti proses wawancara disebuah perusahaan, fokuslah bahwa ini hanya merupakan bagian dari proses pengembangan karir. Jika Anda sudah memiliki tujuan dan target yang jelas, maka pastikan bahwa tujuan dan target itu haruslah baik. Dengan adanya tujuan dan target yang baik, maka kita hanya tinggal memilih jalurnya untuk mencapai ke arah sana, dengan cara yang baik pula tentunya...

22 Februari 2016

Menunda Pekerjaan

1 komentar :
Menunda pekerjaan. Sebuah hal yang semua orang mungkin pernah melakukannya. Saya pernah, anda pun pernah. Sekalipun kita tergolong orang yang rajin dan tertib dalam mengatur pekerjaan, pasti sekali-kali pernah menunda pekerjaan.


Menunda pekerjaan hanya akan membuat tenang sesaat, untuk kemudian repot kemudian. Bayangkan ketika setiap hari harus menyelesaikan 10 pekerjaan dikantor, diselesaikan 5 dan ditunda 5. Maka besoknya akan menjadi 15 pekerjaan. Kemudian besoknya dikerjakan 8, maka besoknya lagi akan menjadi 17, dan begitu seterusnya. Mungkin dalam beberapa hari saja akan kelabakan dan akhirnya memilih jalan pintas untuk memilih-milih sebagian pekerjaan saja. 

Jika hal terus menerus tidak ada perubahan, maka kita akan menjadi malas. Produktivitas rendah. Bahkan bukan tidak mungkin kita akan tertinggal dari orang lain. Dalam hal apapun. Karir, keuangan, asmara, dst. Ketika orang lain sudah berada dilevel sukses, maka kita hanya akan menjadi penonton saja....

Jadi, mumpung sekarang adalah hari Senin, mari bersemangat dan jangan pernah menunda pekerjaan lagi...

I LOVE MONDAY!

11 Februari 2016

Bukan Karyawan Yang Baik

Tidak ada komentar :
Alkisah, diceritakanlah tentang si Joni, seorang karyawan yang rutinitas hariannya hanya menggerutu tentang situasi dan kondisi kantornya. Tiada hari yang dilewatkannya tanpa mengeluh tentang segala hal yang menurutnya tidak berjalan sesuai dengan harapannya. Hari ini dia mengeluh tentang tiga orang bawahannya yang menurutnya sudah sangat tidak menghormatinya, dilain hari dia mengeluh tentang atasannya yang dirasakannya tidak cukup membantu dalam menyelesaikan setiap masalah yang dihadapinya. Dia merasa selalu harus berjuang sendiri untuk mengatasi ini dan itu terkait pekerjaanya.

Tanpa dia sadari ternyata dari sekian orang yang satu kantor dengannya, hanya dialah yang merasakan kondisi tersebut. Rekan kerja lainnya merasa pekerjaanya tidak ada masalah yang benar-benar menjadikannya harus mengeluh setiap hari. Entahlah karena mereka sangat menguasi dan memahami dengan setiap detail pekerjaannya, sehingga setiap muncul masalah selalu dapat menyelesaikannya dengan segera, atau bisa juga karena beberapa rekan kerjanya itu sama sekali tidak pernah ambil pusing dengan apa yang terjadi di kantor tersebut. Mereka benar-benar menganggap setiap masalah adalah hanya bumbu dari sebuah pekerjaan yang dijalani. 

Selidik punya selidik, ternyata si Joni ini selalu mengeluh karena merasa kesulitan dalam memecahkan setiap masalah yang ditemuinya. Parahnya, tak jarang dia tidak mau menerima masukan yang disampaikan oleh rekan kerjanya. Ketika ditanyaka mengenai suatu hal terkait pekerjaannya, kesan yang mudah sekali ditangkap adalah "sok tahu" meskipun sebenarnya apa yang dipahaminya jelas-jelas keliru. Tak jarang dia salah sasaran dalam memfollowUp suatu masalah yang dihadapinya. Masalah yang seharusnya dikejar ke HRD, malah dia kejar ke bagian keuangan. Masalah yang seharusnya dikejar ke keuangan, malah dia kejar ke bagian sales. Begitu seterusnya. Dengan kondisi seperti itu, tak jarang menimbulkan tidak adanya respek dari para bawahannya. Dalam beberapa kesempatan, justru bawahannya lah yang lebih paham dengan cara penyelesaian masalah yang muncul. Lama kelamaan, dia sama sekali tidak dihormati para bawahannya. Anak buahnya yang jumlahnya tidak seberapa itupun kerap menjadikannya sebagai bahan gunjingan di sela-sela obrolan pagi dengan karyawan lainnya (di ruangan yang berbeda).

Andaikan saja si Joni ini mau benar-benar belajar sehingga bisa menjadi karyawan yang menguasai setiap detail pekerjaannya, maka sikap "sok tahu"nya mungkin bisa saja tertutupi dengan skill-nya yang baik. Andaikan saja setiap SOP kerja yang ada di perusahaan tersebut benar-benar dibaca, dipelajari, dipahami dan diaplikasikan dengan baik oleh dia maka bukan tidak mungkin karirnya akan cepat meroket. Andaikan itu semua benar-benar bisa terwujud, maka respek bawahan pun akan muncul kembali. Sikap atasan pun akan semakin perhatian. Seluruh rekan kerja pun akan dengan senang hati membantunya untuk terus bekerja dengan baik.

Dengan usia yang sudah semakin matang (beranjak tua) sudah selayaknya dia menduduki jabatan yang lebih baik dengan penghasilan yang lebih baik juga tentunya. Karena bagi setiap karyawan sejati, tujuan yang paling realistis adalah terus menapaki jenjang karir yang lebih baik setiap periodenya dengan mendapatkan jabatan yang lebih tinggi dari tempatnya bekerja.

==========================

Ini hanya sebuah cerita saja. Untuk cerminan kita semua, bahwa dalam bekerja kita dituntut untuk benar-benar bertanggungjawab dengan cara menguasai pekerjaan tersebut secara detail. Terlepas apapun posisi dan jabatan kita saat ini. Anda seorang staff, supervisor, manajer atau bahkan direktur sekalipun.

  • Ketika ada diposisi bawah (staff/spv), maka dengan mengetahui detail pekerjaan akan membuat semua pekerjaan terasa lebih mudah dan cepat terselesaikan dengan baik, bahkan bisa melebihi standar yang telah ditetapkan oleh perusahaan.
  • Ketika ada diposisi atas (managerial), maka  dengan mengetahui detail pekerjaan akan membuat Anda bisa mengontrol tanggung jawab setiap personal dalam perusahaan dan memberikan penilaian kinerja bawahan secara fair.


12 Januari 2016

Ketika HRD Berkata 7 Hal

Tidak ada komentar :
Proses seleksi lamaran pekerjaan yang diterima di HRD bisa menjadi sebuah jalan panjang dan melelahkan. Hal ini membutuhkan kesabaran, ketekunan, dan kadang-kadang perlu membaca pikiran pelamar. Dalam satu kesempatan, bisa saja HRD tidak pernah benar-benar membaca surat lamaran anda. Akan menjadi sebuah nilai lebih ketika seorang pelamar memiliki kecenderungan untuk membaca yang tersirat, seperti saat diwawancarai, dimana interviewers tidak selalu mengatakan apa yang mereka maksud. 

Untuk memberikan gambaran jelas maksud dalam kalimat terakhir diatas, berikut adalah 7 contoh yang personil HRD biasanya katakan dan apa yang sebenarnya mereka maksud:

  1. Anda akan cocok dengan baik untuk pekerjaan itu, tapi kami masih melihat kandidat lainnya. Artinya : Ada seseorang yang jauh lebih baik daripada Anda, tetapi jika dia tidak menerima tawaran Anda, Anda di adalah pilihan berikutnya.
  2. Kami akan menyimpan resume Anda pada file untuk kesempatan masa depan. Artinya : Resume Anda akan disimpan dalam database kami dan kami mungkin akan melupakan Anda segera setelah Anda meninggalkan gedung.
  3. Gaji tergantung pada pengalaman. Artinya : Kami sudah memiliki satu set tawaran yang kemungkinan besar tidak akan berubah.
  4. Anda akan mendengar dari kami segera. Artinya : Jika Anda diterima, kami akan menghubungi Anda secepatnya. Tapi jika tidak, kami akan mengirimkan surat penolakan hanya jika ada waktu.
  5. Sejauh ini anda sudah melamar kemana lagi? Artinya : Seberapa tertarikkah anda untuk bekerja di perusahaan kami?
  6. Apakah Anda pernah memiliki masalah dengan atasan Anda? Artinya : Mari kita lihat jika Anda bisa fight dalam sebuah manajemen perusahaan. Apakah anda bisa menceritakan masalah atau konflik yang pernah anda alami di perusahaan sebelumnya, terutama dengan atasan dan rekan kerja anda. (Jika anda bisa terpancing untuk menceritakan keburukan dan masalah yang ada hadapi di perusahaan lama, maka HRD akan menganggap ini nilai minus, karena kedepan bukan tidak mungkin anda akan bisa menjelekkan perusahaan ini juga ketika sudah resign nantinya dan pindah ke perusahaan lainnya lagi). [ baca juga : Alasan utama karyawan resign dari pekerjaannya ]
  7. Saya mengetahui nama anda dari sebuah sumber yang tidak dapat kami sebutkan. Artinya : Saya menemukan rincian Anda secara online / dari internet (misalkan dari situs pencari kerja).

Bukan rahasia lagi bahwa di era digital, HRD sebuah perusahaan dengan mudahnya bisa menggunakan media internet-sosial, tepatnya untuk mencari calon yang layak dengan kriteria kandidat yang sangat bervariasi. Inilah salah satu alasan mengapa anda sangat disarankan untuk mengikuti trend yang sama, yakni membuat resume karir profesional anda secara online agar mudah ditemukan oleh perusahaan-perusahaan yang membutuhkan tenaga anda.

Pastikan resume ini terus diupdate ketika ada perubahan data, baik yang berhubungan dengan data pribadi maupun data pekerjaan. Mungkin saja mereka akan mendatangi anda dengan penawaran yang jauh lebih baik dari tempat bekerja anda saat ini.

Anda harus selalu meletakkan kaki terbaik Anda ke depan. Tidak peduli berapa kali Anda ditolak, Anda harus terus memoles diri dan melanjutkan pencarian pekerjaan impian Anda. [baca juga : strategi mendapatkan pekerjaan yang diinginkan ]

17 Agustus 2015

1001 Manfaat Membaca Kutipan Kata Motivasi

Tidak ada komentar :
Kutipan kata motivasi telah menjadi salah satu alasan dibalik keberhasilan sebagian orang. Hal ini disebabkan karena membaca kutipan yang memotivasi secara teratur dapat membantu memberikan inspirasi untuk mengambil tindakan atas sesuatu yang diinginkan. Dalam jangka panjang, ini juga bisa merubah perspektif tentang bagaimana cara memandang kehidupan. Bagaimana menghadapi masalah, tantangan, resiko dan lainnya. 

Setidaknya beberapa manfaat yang bisa diambil dari sering membaca kutipan kata motivasi ini adalah :

Menghilangkan stress
"When you see something in another and it's stressful to you, that's a sign that it's still inside you. If you see it and are at peace with it, that's a sign that you've taken care of it." [Byron Katie]
Stress adalah salah satu gangguan paling sering diderita manusia. Jika tidak segera ditangani, maka akan berpengaruh kepada fisik dan ksehatan mental. terlalu banyak stress akan menyebabkan depresi dan merusak sel otak. Mulailah mencari kutipan-kutipan motivasi yang diperlukan. Misalkan dengan searching di Google. Gunakan keyword : Inspirational and Motivational Life Quotes.

Memberikan inspirasi
"Success usually comes to those who are too busy to be looking for it." [Henry David Thoreau]
Untuk meraih target pribadi dan setiap impian, kita membutuhkan sesuatu yang dapat memotivasi kita. Kita dapat secara teratur memotivasi diri kita untuk menjadi orang yang lebih baik dan untuk mencapai derajat yang lebih baik secara terus menerus. Kutipan kata motivasi bisa menjadi sumber untuk mendapatkan tambahan motivasi dan inspirasi yang tidak terbatas. Pada akhirnya ini bisa menghidupkan potensi terdahsyat dalam diri.

Menumbuhkan sikap positif
"A positive attitude causes a chain reaction of positive thoughts, events and outcomes. It is a catalyst and it sparks extraordinary results". [Wade Boggs]
Sikap positif adalah semua yang dibutuhkan untuk mendapatkan apa pun dalam hidup. Tidak hanya membantu dalam pengembangan pribadi dan karir, tetapi juga menghasilkan energi positif yang bisa membuat Anda lebih kuat, lebih energik dan lebih berharga. Kutipan kata motivasi dapat menyingkirkan pikiran negatif dan pemikiran dari hidup dan memungkinkan pikiran untuk berpikir positif dalam setiap situasi kehidupan.

Memaknai hidup sejati
"You will never be happy if you continue to search for what happiness consists of. You will never live if you are looking for the meaning of life". [Albert Camus]
Hidup adalah tentang memberi kasih sayang dan menumbuhkan cinta. Mereka yang merasakan hal yang sederhana ini akan selalu hidup dalam sukacita dan kebahagiaan. Kutipan kata motivasi yang sumbernya jelas bisa pegangan bijaksana yang membantu mengetahui arti sebenarnya dari kehidupan.

Membuat tertawa
"The most wasted of all days is one without laughter." [Ayah&Ibu]
Beberapa kutipan kata motivasi dapat memancing tertawa. Kadang pada saat tertawa inilah kita seakan-akan menertawakan diri sendiri. Kadang kita menjadi diposisikan untuk segera bercermin diri atas segala tindakan yang sering kita lakukan sehari-hari. Contoh sederhana, cobalah tonton acara MTGW (Mario Teguh Golden Way), pasti akan banyak tawa disana. 

Setidaknya itulah beberapa manfaat dari membaca kutipan kata motivasi. Di mesin pencarian internet seperti goolgle dengan mudahnya bisa ditemukan kutipan-kutipan semacam ini. 

28 November 2012

Perusahaan Segudang Aturan

Tidak ada komentar :
aLamathuR.com – Menyambung dari tulisan sebelumnya mengenai perusahaan tanpa aturan, ini adalah versi kebalikan dari artikel dimaksud. Artikel ini sendiri, sebenarnya saya temukan secara tidak sengaja dari koleksi e-book yang masih menumpuk di laptop saya. Setelah dibaca-baca lagi, sepertinya cukup manarik juga untuk disharing dengan rekan blogger sekalian. Dan saya jamin, anda akan tertarik untuk memberikan komentar atas tulisan ini.

Jika dalam tulisan perusahaan tanpa aturan, karyawan itu diberikan kebebasan seluas-luasnya untuk bertindak semaunya sendiri, tidak ada aturan, tidak ada batasan gaji baku, tidak ada atasan-bawahan dan lain-lain, maka dalam perusahaan berikut ini adalah kondisi sebaliknya. Perhatian saja beberapa ketentuan yang berlaku, diantaranya :

Pakaian Kerja
Anda disarankan berpakaian sesuai gaji yang anda terima. Bila kami melihat anda berpakaian mewah, membawa tas Aigner seharga 2juta, atau sepatu gucci senilai 3 juta, maka kami anggap anda hidup berkecukupan dengan gaji anda dan karenanya tidak akan ada kenaikan gaji sampai anda terlihat melarat lagi.

Ijin Sakit
Kami tidak menerima lagi surat keterangan sakit dari dokter sebagai bukti bahwa anda sakit. Kalau anda mampu mengunjungi dokter, kami nilai anda juga mampu bekerja.

Tindakan Operasi
Tindakan operasi sekarang dilarang!. Selama anda menjadi kayawan disini, anda harus tetap memiliki seluruh organ tubuh anda. jangan sampai ada organ tubuh anda yang diambil dalam tindakan operasi. Dulu kami merekrut anda dengan organ-organ tubuh yang lengkap. Mengurangi jumlah organ tubuh kami nilai sebagai pelanggaran perjanjian kerja.
Hari Bebas
Semua karyawan berhak mendapatkan 104 hari bebas kerja setiap tahunnya, yaitu pada hari sabtu dan minggu!

Hak Cuti
Semua karyawan diberikan masa cuti pada waktu yang bersamaan setiap tahunnya sebagai berikut: 1 januari, 17 agustus dan 25 desember.

Hak Cuti Berduka/Keluarga Meninggal
Ini bukan alasan untuk cuti!. Anda tidak dapat berbuat apa2 bila sahabat, rekan-kerja, tetangga atau famili anda meninggal. Anda harus mengatur orang lain yang non-karyawan untuk melayat. Dalam kasus khusus dimana karyawan tetap harus terlibat, upacara penguburan harus dijadwalkan sore hari. Kami mengijinkan anda bekerja pada jam istirahat siang dan anda boleh meninggalkan pekerjaan satu jam lebih awal, bila pekerjaan anda telah selesai.

Pengecualian :
Peraturan diatas tidak berlaku bila yang meninggal adalah karyawan ybs sendiri. Akan tetapi harus dengan pemberitahuan 2 minggu sebelumnya karena anda harus men-train karyawan pengganti anda.

Penggunaan WC Kantor
Terlampau banyak waktu dibuang di WC!. mulai saat ini, kami akan mengatur jadwal ke WC bagi karyawan sesuai urutan alfabet nama. contoh: Karyawan dengan awal nama "A" boleh ke WC jam 8.00 sampai jam 8.20. Karyawan dengan awal nama "B" dari jam 8.20 sampai 8.40, dst..,dst... Bila anda tidak sempat ke WC dalam jadwal tersebut, anda harus menunggu sampai keesokan harinya.

Dalam kasus emergency, karyawan boleh menukar jadwal WC dengan karyawan lain. Supervisor dari kedua karyawan tersebut harus memberi ijin tertulis sebelumnya.

Jam Makan Siang
Karyawan yang kurus mendapatkan istirahat makan selama satu jam, karena mereka perlu makan lebih banyak supaya kelihatan sehat. Karyawan yang berukuran "normal" mendapat jam istirahat makan siang selama 30 menit agar mendapatkan pola makan yang tidak berlebihan untuk mempertahankan bentuk tubuhnya. Karyawan yang gendut, mendapat waktu istirahat 5 menit, karena mereka cuma butuh minum VEGETTA dan pil diet.

Terima kasih atas kesetiaan anda pada perusahaan. Kami adalah perusahaan yang sangat peduli dengan sikap positif dan keseimbangan karyawan. (penulis asli : anonymous)

Ada-ada ajah….. J

01 Februari 2012

Perusahaan Tanpa Aturan

4 komentar :
aLamathuR.com - Ada sebuah perusahaan yang didalamnya tidak pernah ada aturan tentang penetapan besaran gaji, karyawan berhak memutuskan sendiri besarnya gaji yang mereka mau terima (enak banget ya). Tidak pernah ada yang disebut struktur organisasi, sehingga karyawan berhak memutuskan ingin disebut dirinya dengan posisi atau jabatan apapun. Staff, supervisor atau bahkan Direktur sekalipun!. Selain itu, tidak pernah ada aturan yang dinamakan jam kerja, ataupun lamanya kerja, semuanya bebas berjalan tanpa aturan.

Pada akhirnya hanyalah penilaian dari orang lain dan diri sendirilah yang akan menghakimi mereka. Apakah mereka layak mendapatkan fasilitas tersebut dibandingkan dengan hasil yang mereka kerjakan untuk perusahaan.

Itulah dua penggal paragraf yang terdapat pada salah satu chapter buku berjudul Coffee time for Managers karya Leo&Millie yang dirilis tahun 2007 oleh penerbit Prestasi Pustaka. Sebuah tulisan yang (menurut saya) sangat sederhana namun sangat menarik untuk disimak isi pesan yang tersirat dalam cerita tersebut. Bukan semata bercerita dengan objek perusahaannya, karyawannya ataupun

Hakikatnya,
Jikalau semua orang dapat menyadari hakikat diri sendiri mereka sendiri dan pekerjaan maupun hasil yang diciptakan dari pekerjaan mereka itu, maka tidak ada lagi iri-hati atau rasa ketidakadilan dalam memandang pekerjaan orang lain.

Analoginya,
Matahari selalu memberikan sinarnya kepada manusia tanpa mengharapkan manusia memandang balik ke arahnya.

16 Oktober 2011

7 Alasan Pentingnya Sebuah Tujuan

Tidak ada komentar :
aLamathuR.com - Apakah alasan terbaik bagi kita untuk memiliki tujuan dan bagaimana tujuan itu akan menguntungkan kita? Pentingnya tujuan ternyata lebih dalam daripada yang kita bayangkan. Bahkan dalam sebuah studi menyimpulkan bahwa untuk bisa sukses, seseorang tidak hanya wajib memiliki tujuan, tetapi juga harus menuliskannya. Meskipun kesimpulan tersebut tidak dapat digeneralisir, tetapi semua sepakat bahwa ini lebih dari sekedar berharap sesuatu yang akan terwujud dalam kehidupan kita, tetapi sesungguhnya merupakan bagian dari sebuah peta menuju keberhasilan.

Jika kita jabarkan lebih lanjut, setidaknya ada 7 alasan bahwa kita harus memiliki tujuan yang jelas dalam hidup :

Membuat kita Fokus
Adanya tujuan jelas akan membuat kita lebih fokus dengan apa yang akan dikerjakan step-by-step. Ini jelas akan menjadi sebuah keuntungan, apa yang kita kerjakan akan lebih terorganisir sehingga peluang pencapaian keberhasilannya menjadi lebih besar.

Memberi kita Kejelasan
Memiliki tujuan akan memberi kita kejelasan dari apa yang kita lakukan kedepan dan akan memberi kita kekuatan untuk mengidentifikasi peluang apa yang akan menguntungkan kita dan mana yang tidak. Kita tidak akan cepat meraih pada apa pun yang hanya sebatas 'kedengarannya bagus'.

Motivasi Kuat
Memiliki tujuan akan memberi kita energi yang diperlukan untuk mengatasi hambatan dan kesulitan dalam hidup kita, karena ada sesuatu yang kita tuju. Jika kita memiliki keinginan-keinginan yang kuat dalam hidup, ketika kita melihat hambatan, kita dapat menjalankan berbagai cara alternatif yang bisa ditempuh untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut berbekal motivasi yang kuat.

Lebih Percaya Diri dengan Hasil Baik

Setiap kali kita berhasil mencapai tujuan kita, kita akan memiliki rasa bangga dengan prestasi yang akan membangun rasa percaya diri dan memungkinkan kita untuk mengejar tujuan yang lebih menantang.

Kesempatan Untuk Belajar
Ketika berjuang untuk mencapai tujuan, kita terus akan bertemu dengan tantangan dan rintangan di sepanjang jalan. Ini adalah hal yang luar biasa karena ini adalah kesempatan untuk belajar dan tumbuh. Semakin banyak kita belajar, semakin banyak yang kita tahu, semakin kita tahu lebih banyak dapat kita capai - yang membuat hidup jauh lebih mudah dan menyenangkan.

Melatih Manajemen Waktu
Ketika kita tahu apakah kita berusaha dan memiliki hasrat yang membara untuk mencapai itu, pastikan bahwa kita telah menggunakan waktu dengan bijaksana dan tidak membuang waktu berharga untuk kegiatan yang tidak penting. Mulailah mencoba untuk mempelajaril 10 hal terpenting dalam mengorganisasi diri dan pekerjaan.

Menginspirasi Orang Lain

Ini adalah suatu bonus ketika kita dapat menetapkan tujuan-tujuan hidup. Kita memberikan contoh untuk orang-orang sekeliling termasuk keluarga kita, teman-teman kita, dan komunitas. Menetapkan tujuan dan mencapainya dapat menginspirasi orang lain untuk mencapai kebesaran dalam kehidupan mereka sendiri.
 
 

08 Oktober 2010

3 Kunci Efektif Menjadi Pengambil Keputusan Handal

1 komentar :
aLamathuR.com - Kehidupan yang sedang kita jalani merupakan sebuah rangkaian dari puluhan bahkan ratusan pilihan-pilihan. Setiap pilihan yang dihadapi juga tidak bisa dilepaskan dari apa yang dinamakan sebuah konsekuensi. Tak jarang dengan banyaknya pilihan yang dihadapi dapat mengarahkan seseorang untuk menjadi sukses atau gagal.  Kesuksesan bisa dirasakan ketika kita cerdas dalam mengambil keputusan atas pilihan yang ada, dan kegagalan kita alami karena apa yang kita pillih mungkin masih belum tepat untuk diri kita. Untuk itu perencanaan yang matang dalam proses pengambilan keputusan mutlak diperlukan dalam setiap tindakan.


Tak mudah memang untuk menjadi seorang pengambil keputusan yang efektif. Perlu banyak latihan dalam mengasah atau mengolah kemampuan berpikir dan mempergunakan insting. Meskipun secara teoritis banyak aspek yang harus dilakukan untuk mencapai tahap 'menjadi seorang pengambil keputusan handal', tetapi pada dasarnya untuk sampai kepada tingkatan tersebut setidaknya cukup diperlukan 3 (tiga) kunci sebagai berikut:

  1. Batasi pilihan agar lebih mempermudah pengambilan keputusan. Belajar dari beberapa orang sukses, bahwa mengatakan pilihan hitam atau putih itu adalah jauh lebih baik dibandingkan harus memilih merah, putih, kuning, hijau, dan biru. Jadi tidak akan banyak membuang waktu untuk menentukan pilihan-pilihan tersebut.
  2. Buat daftar antara pro dan kontra untuk setiap pilihan. Tidak ada salahnya untuk meminta masukan atau umpan balik (feedback) dari teman, rekan, atau keluarga untuk dua atau tiga pilihan yang telah ditentukan pada poin pertama. Analisalah setiap umpan balik yang diterima, baik untuk yang sifatnya dukungan dan persetujuan ataupun penolakan dan ketidaksetujuan. Pertimbangkanlah pilihan yang paling sreg dengan kata hati, atau yang paling banyak mendatangkan kebaikan untuk semua pihak yang akan merasakan pengaruh dari keputusan yang akan kita ambil.
  3. Tentukan jangka waktu pencapaian untuk setiap pilihan. Dalam hal ini, pilihlah pilihan keputusan yang membutuhkan waktu paling efektif dalam pengerjaannya. Jika kita mengharapkan keuntungan lebih dari faktor ini, maka yang perlu dipertimbangkan selain faktar efektivitas waktu adalah efisiensi pemanfaatan sumber daya yang diperlukan.
Jika ketiga hal sederhana diatas bisa dipraktekkan, mudah-mudahan ini bisa cukup efektif dalam membantu kita menjadi seorang pengambil keputusan handal, yang akan menghasilkan kebaikan bagi diri kita sendiri, dan orang-orang yang disekeliling kita yang akan terlibat baik secara langsung ataupun tidak.

24 Agustus 2010

Apakah Tujuan Itu Perlu Dituliskan?

16 komentar :
aLamathuR.com - Kemarin sore, secara tidak sengaja saya membuka-buka beberapa koleksi buku yang saya miliki tetapi sejak saya membelinya, belum sempat saya membacanya secara utuh. Buku pertama yang saya sentuh berjudul 'Look Who's the Loser Here' karya Steve McDermott (baca review pengantarnya disini). Sampai pada chapter 7 buku ini, saya menemukan tulisan unik yang saya pikir menarik untuk diangkat sebagai bahan posting kali ini. Chapter tersebut memberikan gambaran mengenai hasil sebuah studi yang dilakukan terhadap para lulusan Universitas Harvard sekitar tahun 1950-an yang diteliti mulai dari tahun kelulusan sampai dengan 30 tahun setelahnya.

Bagian paling menarik dari kesimpulan studi
Anda tentu bisa lihat jika dalam beberapa posting terakhir di blog ini, saya selalu membahas tentang pentingnya menulis dan menulis.. Dan studi ini pun dilakukan untuk melihat seberapa besar pengaruh kekuatan tulisan terhadap keberhasilan pencapaian sebuah tujuan. Penelitian ini dilakukan terhadap para lulusan Universitas Harvard sekitar tahun 1950-an yang disurvey mengenai berapa orang dari lulusan-lulusan tersebut yang sudah mempunyai tujuan jelas setelah menyelesaikan kuliahnya di kampus tersebut. Jawaban yang muncul adalah bahwa semuanya memang memiliki tujuan masing-masing pasca kelulusan mereka. Pertanyaan berikutnya adalah 'berapa orang dari mereka yang menuangkan tujuannya tersebut dalam bentuk tulisan? jawabannya ternyata hanya 3% saja. Sisanya, 97% tidak menuangkannya dalam bentuk tulisan, alias hanya memikirkannya saja dalam pikiran (otak) mereka. Jika Anda misalkan menjadi bagian dari mereka, mudah-mudahan berada dalam kelompok yang 3% tersebut...

Studi ini kemudian mengamati perkembangan karir para lulusan tahun 50-an tersebut selama 30 tahun berikutnya. Ternyata 3% lulusan yang sempat menuliskan tujuan hidupnya bisa mendapatkan karir jauh lebih baik dan penghasilan yang jauh lebih besar dibanding dengan 97% lulusan yang tidak menuliskan tujuannya! Terlepas dari apakah kesimpulan ini hanya merupakan kebetulan belaka, saya tidak tahu.. sumpah! Jika Anda penasaran dengan publikasi jurnalnya secara lengkap silahkan googling saja sendiri.. heheee..

Tapi terlepas dari bagaimanapun kesimpulan studi diatas, setidaknya ada hikmah yang bisa dipetik untuk menjadi bahan renungan kita bersama. Salah satunya kita menjadi yakin bahwa sebuah tujuan yang hanya disimpan dalam pikiran (otak) dan tidak dituangkan dalam bentuk tulisan, maka hanya akan menjadi mimpi dan angan-angan semata, bahkan sewaktu-waktu bisa menguap. Akan sangat sulit untuk mewujudkan tujuan tersebut!

Kesimpulan dari tulisan saya ini adalah, marilah untuk mulai membiasakan diri menuliskan tujuan-tujuan kita. Tuliskanlah tentang tujuan hidup Anda kedepan, tentang rencana karir Anda berikutnya, atau tentang target yang hendak Anda capai dalam beberapa waktu kedepan. Karena dengan hanya dengan menuliskannyalah, maka tujuan itu akan tergambar secara lebih jelas, lebih terarah, lebih realistis, lebih terukur secara periode dan yang paling penting terukur secara langkah perlangkah (step-by-step) yang harus Anda ambil untuk mencapainya.

Jadi, tunggu apa lagi? Jika saat ini Anda masih ragu untuk menuliskannya dalam buku harian atau blog Anda, cobalah untuk menuliskannya secara sederhana melalui beberapa baris kalimat dalam kolom komentar dalam tulisan ini. Dan marilah kita berdiskusi untuk berbagi pikiran disini.....

02 Agustus 2010

Efektifkan Cara Anda Berjabatan Tangan!

8 komentar :
aLamathuRs.com
- Dari jaman dulu sampai sekarang, berjabatan tangan seakan sudah menjadi ritual sederhana yang wajib dilakukan sebagai pembuka setiap kesempatan pertemuan, termasuk dalam dunia usaha. Pertemuan dengan rekan kerja, klien, atau siapapun biasanya diawalin dengan berjabatan tangan. Salah satu maksud dari ritual ini mungkin agar dapat lebih mengakrabkan diantara yang berjabatan tangan tersebut. Dengan demikian, kecanggungan dalam suatu pertemuan setidaknya dapat diminimalisir.
 
 
Tapi ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan ketika Anda berjabatan tangan dengan orang lain, apalagi ketika di tempat kerja Anda akan menghadapi klien penting perusahaan. Sikap yang kita tunjukkan ketika berjabatan tangan pasti akan menampilkan sebagian besar kesan seseorang terhadap kita. Mungkin Anda juga pernah merasa jengkel ketika berjabatan tangan dengan orang lain yang memberikan jabatan tangan yang amat lemah lunglai atau terkesan malas berjabatan tangan dengan Anda. Atau Anda juga mungkin lebih jengkel ketika jabatan tangan orang lain dirasakan terlalu keras bersemangat!

Karena itu, agar orang lain menangkap kesan yang baik dari kita sewaktu berjabatan tangan, maka perhatikanlah beberapa hal berikut:

  1. Tataplah mata lawan bicara Anda saat berjabatan tangan dengannya. Tatapan mata dapat menunjukkan rasa hormat dan ketertarikan terhadap sebuah pertemuan. Selain itu, dengan berjabatan tangan sambil menatap mata lawan bicara dapat menumbuhkan keyakinan dan kepercayaan diri.
  2. Jangan terlalu sok-akrab. Perhatikanlah bahwa kadang-kadang ada orang yang bertindak berlebihan sewaktu berjabatan tangan. Mereka menarik tangan lawan dan secara keras mengayunkan ke atas atau ke bawah. Hindarilah hal ini jika sekiranya dapat membuat orang lain merasa kesal dengan Anda.
  3. Berjabat-tanganlah dari telapak ke telapak tangan. Seseorang akan merasa tidak dihargai ketika jabatan tangannya dibalas dengan 'jabatan jari'. Dengan demikian kesan yang tampak adalah kemalasan dan ketidaknyamanan dalam berjabatan tangan, dan ini mungkin akan menyinggung perasaan lawan bicara. Ingatlah bahwa berjabatan tangan dari telapak ke telapak dapat menciptakan suasana yang lebih bersahabat diantara kedua pihak.
  4. Kondisikan diri Anda dengan siapakah berjabatan tangan. Perlakuan jabat tangan dengan orang tua atau jompo tentu harus dibedakan dengan orang muda yang masih bugar secara fisik. Jabatan tangan yang terlalu kencang dengan orang tua atau jompo mungkin justru dapat menyakitinya. Poin pentingnya, melukai seseorang saat berjabatan tangan mungkin saja bukannya membuka pintu hubungan baik, yang ada malah menutup setiap kesempatan atau peluang yang mungkin akan Anda dapatkan.
  5. Ingatah selalu untuk menciptakan jabat tangan yang lebih bermakna. Jika Anda berjabatan tangan lalu dengan segera menarik tangan Anda dan melanjutkan pembicaraan seolah-oleh tidak terjadi apa-apa, maka orang akan menganggapnya sebagai sebuah jabatan tangan yang tak berarti dan tidak tulus. Biasakanlah untuk mulai memberikan lawan Anda beberapa saat untuk menunjukkan perhatian Anda melalui kontak mata atau pembicaraan sebelum Anda menarik tangan Anda. Kesan yang mungkin bisa dirasakan lawan Anda adalah bahwa dia merasa sedang bertemu dengan orang yang layak.

Dengan beberapa tips tersebut, maka yakinlah bahwa jabatan tangan Anda akan mendatangkan manfaat yang lebih, baik untuk diri Anda sendiri maupun untuk lawan bicara. Dengan kesan baik yang orang lain tangkap dari cara Anda berjabat tangan dengan mereka maka disadari atau tidak, Anda sedang membangun sebuah relasi yang berkualitas, baik untuk relasi bisnis, maupun untuk hal yang sifatnya lebih personal.

02 Juni 2010

10 Alasan Utama Karyawan Resign dari Pekerjaanya

8 komentar :
aLamathuR.com - Jika saat ini Anda adalah seorang karyawan, pernahkah sesekali terpikirkan untuk keluar dari kantor tempat Anda bekerja saat ini? Sekedar berbagi informasi, bahwa berdasarkan hasil survey sederhana yang telah dilakukan kepada para karyawan di beberapa kota besar di Indonesia, didapat jawaban yang beragam mengenai alasan mereka untuk berpikir atau bahkan benar-benar resign dari pekerjaannya saat ini. Berikut adalah 10 alasan teratas diantaranya :


Gaji, fasilitas & tunjangan
Sudah tidak dapat dipungkiri lagi, inilah alasan utama kebanyakan orang untuk resign dari pekerjaannya. Faktor gaji, fasilitas dan tunjangan ini secara langsung akan terkait dengan faktor kesejahteraan. Kecenderungannya orang akan selalu merasa kurang, sehingga akan terus mencari rejeki "lebih" demi masa depannya yang lebih baik.

Atasan rese, terlalu banyak menuntut
Atasan yang terlalu banyak menuntut, merupakan salah satu sifat yang sering yang dicap sebagai "atasan rese" oleh para bawahannya. Tidak jarang juga atasan dianggap sebagai seorang yang kerjaannya hanya suruh sana-suruh sini. hihihiii...

Overload Job Description
Alasan ini rata-rata dikemukan oleh karyawan yang bekerja di kantor dengan jumlah karywan yang tidak terlalu banyak, sehingga beberapa tugas yang seharusnya dihandle oleh beberapa orang, diharuskan dihandle sendiri. Alasan perusahaan tidak menambah orang, apalagi kalau bukan efisiensi? begitu katanya...

Kenyamanan tempat kerja
Beberapa karyawan akan resign dari tempat kerjanya jika sudah tidak merasa nyaman dengan lingkungan kerjanya. Salah satunya mungkin karena kantor / ruang kerja yang kurang representatif, sehingga tidak dapat konsentrasi dengan apa yang dikerjakannya.

Konflik dengan rekan kerja
Masalah yang gawat! mungkin penyebabnya hanya dari kesalahpahaman dalam urusan pekerjaan atau mungkin juga urusan personal yang dibawa-bawa ke tempat kerja. Jika di kantor tidaK mampu melakukan pengendalian diri yang baik, maka ruang kerja akan menjadi lahan "perdebatan abadi". Daripada "berdebat sampai mati, mendingan resign!"

Alasan pengembangan karir
Terdengar sedikit klise, tapi inilah pilihan jawaban yang paling bijak dari semua karyawan yang berniat resign dari tempat kerjanya. Secara diplomatis dia akan mengutarakan jawaban ini meskipun dirinya belum yakin apakah akan dapat melanjutkan karirnya dengan lebih baik ditempat lain.

Bosan dengan rutinitas
Pernah merasa bosan dengan apa yang Anda kerjakan berulang-ulang setiap hari? Jika dihitung-hitung setidaknya selama 8 jam sehari, 5 hari seminggu, 20 hari sebulan akan disibukkan oleh pekerjaan yang monoton dan sama sekali tidak ada unsur fun-nya.  Pekerja-pekerja yang "kreatif" mungkin akan lebih dapat "sedikit mensiasati" rutinitas kerjanya dengan sesuatu hal yang menyenangkan. Lain halnya dengan pekerja yang tidak kreatif, solusinya ya pindah kerja alias resign!

Akses ke tempat kerja
Disadari atau tidak jarak dan akses dari tempat tinggal ke tempat kerja akan sangat mempengaruhi mood atau gairah kerja seseorang. Jarak yang terlalu jauh atau akses yang cukup sulit akan menjadi pertimbangan dalam segi ekonomis maupun segi efisiensi waktu perjalanan yang ditempuh dari rumah ke tempat kerja.

Merasa tidak cukup mampu
Sekilas hampir mirip dengan alasan no.3 diatas, tapi ternyata tidak sama! Jika pada alasan nomor 3 diatas si karyawannya mampu dan kompeten untuk mengerjakan tugasnya, hanya jobdesc-nya yang terlalu banyak, melebihi kapasitasnya, maka alasan no.9 ini adalah si karyawan memang benar-benar tidak atau kurang memiliki kecakapan dalam hal mengerjakan tugas yang dibebankan kepadanya. Jadi perbedaanya dari segi kualitas vs kuantitas. Alasan kenapa dia layak diterima di tempat kerjanya saat ini pun masih dipertanyakan, apakah karena ada unsur relasi, nepotisme dan sejenisnya.

Melanjutkan cita-cita yang tertunda : Jadi Enterpreneur!
Dari sekian banyak alasan yang dikemukakan oleh karyawan-karyawan yang resign, sepertinya inilah yang paling harus diacungi salut, 4 jempol (2 tangan, 2 kaki)! Inilah yang seharusnya ditanamkan kepada para generasi muda kita, untuk bagaiamana caranya berwirausaha sendiri untuk membuka lapangan kerja bukan sekedar mengisi lapangan kerja yang ada. Tapi sayangnya justru inilah jawaban yang menempati posisi ke.10 alias jawaban dari paling sedikit responden. Huft..

Bagaimana dengan Anda, jika saat ini terpikirkan untuk resign dari pekerjaan Anda, alasan manakan yang dipilih?


08 Maret 2010

10 Hal Tepenting Dalam Mengorganisasi Diri dan Pekerjaan

7 komentar :
aLamathuR.com - Disadari ataupun tidak, setiap hari, setiap jam, setiap menit dan setiap detik, orang-orang di sekeliling Anda bekerja untuk tujuan yang berbeda-beda, tentunya dengan cara-cara yang berbeda pula. Tetapi hanya sedikit dari mereka yang benar-benar memahami cara untuk mendapatkan hasil terbaik dari apa yang mereka kerjakan. Faktor yang berpengaruh tentunya bisa dari aspek karakter pribadi, skill, kompetensi, manajemen pengelolaan pekerjaan sehari-hari dan sebagainya.

Dalam uraian ini, akan dibahas mengenai 10 Hal Tepenting Dalam Mengorganisasi Diri & Pekerjaan Anda. Berikut kita coba uraikan satu persatu dari aspek yang dimaksud dalam beberapa poin penting sbb:

  1. Bekerjalah lebih cerdas, bukan lebih keras. Bekerja keras untuk sesuatu yang kurang efisien tidak akan menghasilkan output yang optimal. Rancanglah langlah-langkah yang lebih simple dalam mengerjakan tugas sehari-hari, kombinasikan melalui cara yang lebih simple dan dapatkanlah hal lebih dari pekerjaan Anda dengan langkah yang lebih mudah.
  2. Tanyakanlah sesering mungkin kepada diri Anda, pertanyaan paling utama dalam Pengelolaan Waktu yaitu : "Apa hal terbaik yang dapat ada gunakan untuk waktu yang Anda miliki sekarang?
  3. Tuliskanlah tujuan yang hendak Anda capai 2 (dua) kali sehari, maka Anda akan lebih fokus dalam menyelesaikan sesuatu hal yang sangat penting.
  4. Kerjakan semuanya secara lebih cepat! melangkah lebih cepat, menulis lebih cepat dan mencari informasi yang dapat meningkatkan kompetensi Anda secara lebih cepat.
  5. Menurut Prinsip Pareto, 80% dari keberhasilan Anda datang dari 20% yang Anda lakukan saat ini. Jika ingin lebih efisien, gambarkanlah dari 20% tersebut untuk hal-hal yang paling penting berdasarkan skala prioritas dan gunakanlah waktu Anda berdasarkan rencana master yang telah Anda susun.
  6. Kerahkanlah seluruh energi Anda ketika mencapai peak performance (kondisi puncak). dan ciptakan hal-hal kreatif ketika dalam kondisi ini.
  7. Hindari penundaan!. Lakukan seluruh tugas Anda dengan segera demi meraih hasil kerja yang lebih berkualitas. Hal ini juga bermanfaat salah satunya untuk mengurangi tekanan deadline dari suatu perkerjaan.
  8. Berikanlah penghargaan khusus kepada diri Anda untuk sesuatu pekerjaan yang telah diselesaikan tepat waktu, atau bahkan lebih cepat dari yang sudah ditargetkan.
  9. Jon Rim says :“Learn how to separate the majors from the minors. A lot of people don’t do well simply because they major in minor things.”
  10. Terakhir, anggaplah semua tugas adalah menyenangkan sehingga Anda akan ikhlas dalam mengerjakannya.

The Conclusion : You can never get much of anything done unless you go ahead and do it before you are ready....

22 Januari 2010

10 Indikator Kelayakan Menjadi Seorang Manager

3 komentar :
aLamathuR.com - Melanjutkan artikel sebelumnya dengan judul "pemimpin itu" yang pernah diposting di blog ini beberapa bulan lalu, kali ini kita akan bahas hal lebih spesifik dari kelompok "para pemimpin" yang dimaksud. Menjadi seorang Manager, sebagian besar orang mungkin hanya memimpikannya, sedangkan sebagian kecil lainnya tidak sekedar memimpikannya, tetapi berusaha untuk mewujudkannya! Jika anda termasuk sebagian kecil yang dimaksud, berbahagialah karena jalan menuju kesana terbuka lebar jika anda menguasai trik-triknya dengan benar.

Orang-orang sukses telah menginspirasikan kita untuk mengenali apa yang telah membuat mereka besar, terkenal dan dihormati. Mulai saat ini, yakinkanlah dan latihkan diri anda untuk :


  1. Mampu menginspirasi orang-orang bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan.
  2. Selalu mempunyai kecenderungan dalam memanfaatkan waktu secara bijak dan tidak menunda-nunda.
  3. Mengetahui kapan harus memiliki cukup informasi untuk membuat suatu keputusan.
  4. Mampu merencanakan dan menyusun program untuk sebuah organisasi atau komunitas.
  5. Tidak segan untuk mengambil tanggung jawab ketika suatu hal berjalan tidak sesuai dengan yang telah direncanakan atau diharapkan.
  6. Mampu menganalisa apa yang bisa membuat seseorang termotivasi.
  7. Dipercaya orang lain untuk dapat berbicara atas nama kepentingan bersama dan mewakili mereka secara adil dan wajar.
  8. Memiliki sifat mudah untuk membujuk dan meyakinkan orang lain.
  9. Mempunyai kecakapan dalam mengindentifikasi skil yang orang lain miliki. 
  10. Pada saat diperlukan, anda harus sanggup untuk mendelegasikan wewenang kepada orang yang dipercaya, daripada mencoba untuk melakukan semuanya sendirian...

Dan satu hal terakhir yang tidak kalah pentingnya : Jika anda merasa informasi ini bermanfaat untuk anda, silahkan untuk memvoting artikel ini dengan mengklik icon Lintasberita.com pada bagian akhir artikel ini...

05 September 2009

Teknik Terburuk Dalam Membawakan Presentasi...

Tidak ada komentar :
aLamathuR.com - Pernahkah anda melakukan presentasi di depan relasi atau rekan bisnis? Coba perhatikan reaksi audiens, apakah mereka merasa tertarik atau malah malas dengan materi yang anda sampaikan? Jika audiens anda sangat antusias dan tertarik dengan apa yang anda sampaikan, maka Anda termasuk seorang presenter yang baik. Tetapi jika audiens anda merasa malas bahkan sama sekali kurang tertarik dengan presentasi anda, cobalah analisa beberapa kesalahan berikut yang mungkin anda lakukan :

  • Menggunakan nada suara yang monoton.
  • Selalu terpaku untuk membaca materi ketika membawakan presentasi.
  • Pembawaan materi terkesan membosankan dan tidak menarik.
  • Terlalu sering mengucapkan kata-kata "uh", "um", "katanya", "anda tahu sendiri" dll.
  • Kekurangsiapan termasuk materi pembicaraan yang tidak teratur, acak dan bahkan melenceng.
  • Kebiasaan-kebiasaan gugup, seperti gelisah, menggerak-gerakkan anggota tubuh tertentu serta menampilkan bahasa tubuh yang bisa mengganggu atau bahkan mungkin menjengkelkan.
  • Berbicara terlalu panjang lebar atau bahkan terkadang melebihi batas waktu yang diberikan kepadanya.
  • Terlalu sering mengulang-ulang kalimat/ istilah yang sama.
  • Tidak membuat kontak mata dengan audiens.
  • Tidak berusaha untuk memancing perhatian audiensnya.
Jika hal-hal diatas berhasil anda atasi maka anda siap untuk membawakan sebuat presentasi yang menarik untuk audiens anda... Selamat !!!

15 Agustus 2009

Strategi Mendapatkan Pekerjaan yang Diinginkan

Tidak ada komentar :
aLamathuRs.com
- Kali ini mari kita berbagi beberapa tips dari orang-orang yang sudah sukses dalam mendapatkan pekerjaan yang diinginkan atau bahkan yang diimpikannya, terutama yang berangkat dari background seorang karyawan (bukan enterpreneur, red). Beberapa tipsnya yang boleh dicoba (boleh juga tidak :)) :


  1. Yakinlah dengan diri kita sendiri, karena inilah yang akan menjadi starting point untuk menentukan apakah kita berani untuk bergerak maju atau tidak.
  2. Identifikasi keunggulan dan kompetensi yang kita miliki, dan jangan pernah ragu untuk menciptakan ide-ide kreatif dan brilian.
  3. Tentukan pekerjaan yang benar-benar kita inginkan. Hindari prinsip asal mendapatkan pekerjaan jika tidak ingin dikatakan sebagai "pengangguran terselubung".
  4. Berikan alasan kenapa kita harus direkrut. Percaya dirilah dengan konsep atau ide yang akan kita tawarkan kepada perusahaan yang akan merekrut kita.
  5. Buatlah Surat Lamaran dan CV yang informatif dan disajikan semenarik mungkin. Jika diperlukan, buatlah semacam CV Online, sehingga perusahaan pencari karyawan dapat dengan mudah menemukan sesuai dengan kualifikasi yang mereka butuhkan.
  6. Bangunlah relasi dan perkenalkan diri kita. Dizaman  sekarang rasanya hal ini tidak sulit mengingat media komunikasi sudah sangat beragam, dari mulai Ponsel sampai Internet yang semuanya akan mempermudah kita membangun relasi.
  7. Gunakan sumber sumber daya yang ada untuk memaksimalkan setiap potensi yang kita miliki, selama cara yang akan digunakan itu memang diperbolehkan.
  8. Persiapkan diri kita untuk setiap kesempatan yang akan muncul sewaktu-waktu dan tidak terduga sekalipun.
  9. Menangkan strategi dalam Interview kerja. Meskipun kebanyakan orang berpendapat bahwa Interview itu bersifat subjektif, tapi tidak ada salahnya untuk mempelajari teknik-teknik dalam menjawab pertanyaan yang sering ditanyakan dalam Interview kerja. Sumber literaturnya bisa didapat dari buku-buku, internet dan lain-lain.
  10. Follow up dan bernegosiasilah setelah peluang kerja 90% ada dihadapan mata. Jangan pernah ragu untuk menetapkan standar nilai jual yang layak untuk diri kita, selama kompetensi yang kita miliki sesuai dengan apa yang dibutuhkan perusahaan yang akan mempekerjakan kita...

Akhir kata, untuk para pencari kerja : selamat mencoba beberapa tips diatas. Sedangkan untuk yang sekarang sudah memperoleh pekerjaan tapi belum sesuai dengan yang diinginkan, selamat berjuang untuk mendapatkan yang lebih baik lagi....