Tampilkan postingan dengan label Bajaj Pulsar. Tampilkan semua postingan

21 Desember 2016

Bajaj Dominar 400 : Motor 30jutaan (saja)!

Tidak ada komentar :
aLamathuR.com - Sejak tahun lalu pabrikan motor bajaj sudah membuat penasaran para penggemar otomotif khususnya sepeda motor. Bagaimana tidak, beberapa desain motor yang sempat masuk pemberitaan membuat kagum banyak pihak. Harga yang relatif lebih terjangkau menjadi magnet pasar dengan tanpa mengorbankan aspek penerapan teknologi terkini pada setiap unitnya.

Dimulai dari issue peluncuran CS400, SS400 dst sampai dengan akhirnya pihak bajaj akan resmi merilis versi produksinya dengan label BAJAJ DOMINAR 400.

Secara spesifikasi, motor ini dijamin bakal bikin ngiler para pecinta roda dua terutama yang tergolong bajaj-minded. Kabar yang beredar, mesin yang digunakan untuk motor ini adalah sempalan dari KTM 390. Lebih gila lagi, motor ini dilego untuk pasar India hanya di kisaran 30jutaan saja!. Andaikan masuk ke Indonesia pun, jika dikalkulasikan dengan pajak ini itu mungkin harganya masih tetap lebih murah dibanding kompetitor (dengan spesifikasi yang setara).

Tampilan naked bike yang sangat terkesan macho ini bisa dilihat dari beberapa bagiannya



Kalau misalkan ini nantinya bisa masuk ke Indonesia, harus siap-siap nabung nih buat gantiin pzzo yang sekarang masih setia nemenin....

10 Februari 2016

Mengatasi Bajaj Pulsar Mogok

7 komentar :
Bajaj Pulsar untuk sebagian orang dikenal sebagai motor tangguh. Dimodifikasi dengan gaya apapun bisa, mulai dari style racing, touring, supermoto sampai bobber sekalipun. Tak tangung-tanggung, kuda besi ini bukan hanya bisa untuk pamer tenaga di jalan mulus, tapi di medan offroad sampai dengan jalanan banjir sekalipun. Banyak yang merasa bangga ketika pulsarnya mampu dibawa berpetualang di medan offroad sangat ekstrem sampai dengan melahap jalan yang lebih mirip sungai seperti dalam video ini. 

Tapi tak seluruhnya penyemplak bajaj pulsar memiliki kebanggaan akan tangguhnya performa motor produksi negeri bollywood ini. Banyak juga yang merasa bajaj pulsarnya rewel, sering bermasalah, dikit-dikit overheat, susah hidup setelah ditidurin beberapa hari, dan lain-lain. Lebih rumit lagi ketika penyakitnya muncul ketika motor sedang digunakan perjalanan jauh (touring). Gawatt...

Jadi apa yang bisa dilakukan ketika Pulsar kita mogok dalam perjalanan? berikut adalah beberapa tips yang didapatkan dari forum prides. Berlaku untuk seri Pulsar 135, Pulsar 180, Pulsar 200 sampai dengan Pulsar 220F.

A. MOTOR STARTER BEKERJA TAPI MESIN TIDAK BISA HIDUP

1. Copot busi kanan/kiri. Pasang busi di cop karetnya lantas dekatkan ke bodi mesin. Starter. Apakah ada loncatan listrik?
  • Ada : busi dan arus listrik dari CDI bagus. Periksa sistem supply bensin-karburator (Step5)
  • Tidak ada -> step 2
2. Copot cop karet dan businya. Dekatkan kabel koil ke body, lalu starter. Apakah ada loncatan listrik?
  • Ada: CDI dan pulser bagus. Busi mati dan Periksa sistem supply bensin-karburator (Step5)
  • Tidak ada -> step 3
Diagram CDI Pulsar

3. Lihat diagram di atas. Copot kabel White/Red (W/R) dari sambungan CDI. Ini adalah kabel ke arah pulser. Gunakan Avometer, dan set 400V AC lantas sambung seri: pulser-> kabel merah (+) Avometer; kabel hitam (-) Avometer -> CDI. Starter dan lihat apakah jarum Avometer menyimpang?
  • Tidak -> Pulser rusak, harus diperbaiki/diganti
  • Menyimpang -> Pulser Bagus, ke step 4

4. Sambung kembali kabel pulser, lantas copot kabel Black/Red (B/R) pada CDI. Ini adalah kabel ke aerah koil. 
Set Avometer ke 400 V DC. Sambung seri: CDI-> Kabel merah Avometer (+); kabel hitam Avometer (-) -> Koil. Starter dan lihat apakah jarum Avometer menyimpang atau tidak:
  • Menyimpang -> CDI bagus, kemungkinan Coil rusak. Gunakan Avometer untuk memeriksa koil. Stel AVO meter posisi OHM, periksalah harga tahanan primary coil dengan mengukur antara terminal positif dan negative. Harga tahanan 1.3 – 1.6 ohm. Lantas periksa secondary coil sbb: posisikan selector pada posisi K ohm. Ukur tahanan antara terminal positif dengan terminal tegangan tinggi coil (cop busi). Harga tahanan 10.7- 14.5 ohm.
  • Tidak menyimpang -> CDI mati harus diganti
5. Bila problemnya ada pada saluran bensin-karburator, cek apakah pada mangkok karbu terdapat air? Buang bensin pada mangkok karbu dan pasng kembali. Bila tidak ada bawalah karbu ke tukang karbu untuk dibersihkan.....

B. MOTOR STARTER TIDAK BEKERJA
  • Cek dulu sekering sekering apakah ada yang putus?
  • Tidak mau bekerjanya seperti apa? Bila pas distarter bunyi "krraaakk..... krraakkk...." berarti bodycom starter
  • Bila pas disterter bunyinya "...sreengg....braaak....sreennggg.... braaak.." dinamo starternya rusak.
Jika setelah mengikuti berbagai tips diatas motornya masih belum mau hidup, segeralah konsultasi dengan dokter pulsar kepercayaan Anda. Jika sudah ditangani mekanik spesialis masih belum mau nyala juga, maka mendingan segera jual bajaj pulsar Anda, kemudian belilah sebuah mobil bekas jika dana Anda mencukup... Hihihiii...

13 Agustus 2015

Bajaj Pulsar 220 : Facelift Minor

2 komentar :
Bajaj Pulsar 220
aLamathuR.com - "RedPZZO Standar, siap-siap digarap untuk modif berikutnya". Inilah kalimat terakhir dari tulisan Goodbye my lovely blackpies yang sempat diposting beberapa bulan lalu. Tulisan inilah yang menjadi lanjutannya. Ada perubahan disana-sini, meskipun dalam prosesnya ada yang sempat didokumentasikan, tak sedikit juga yang hanya bisa ditampilkan hasil akhirnya. Setidaknya mudah-mudahan ini bisa menjadi sedikit inspirasi buat para pecinta Bajaj Pulsar di tanah air.

Sebenarnya ini belum pantas jika disebut modifikasi, tetapi hanya memberikan sentuhan lain, berupa variasi baik yang berasal dari produk aftermarket maupun yang custom, alias bikin sendiri. Kalaupun mau tetap disebut modifikasi, maka saya sebut ini sebagai modifikasi minor. Karena murni hanya main di visual berupa tambahan aksesoris. Selebihnya belum tergarap....



Bajaj Pulsar 220
Windshield, Sidebox, Crashbar, Engine Guard
Bajaj Pulsar 220
Ban Swallow SB117
Bajaj Pulsar 220
Engine MudGuard, Engine Guard, Crashbar

Bajaj Pulsar 220
Handlebar P200, Switch Control, Voltmeter, GPS Holder, Bottle Holder
Bajaj Pulsar 220
Full Box, Larsen Antenna
Bajaj Pulsar 220
SideView_1 : Sidebox Normal

Bajaj Pulsar 220
SideView_2 : Sidebox Pasang Terbalik

Bajaj Pulsar 220
SideView_Closer

Bajaj Pulsar 220
Front View_1

Bajaj Pulsar 220
Back View

Bajaj Pulsar 220
Front View _ Closer

Bajaj Pulsar 220
Upper View
Segitu aja dulu yah... next dilanjut.
O iya, perkenalkan : ini mekaniknya.....


Next Step Pulsar Moto
Bro Asen, juragan Next Step Bajaj Moto / Pasirkoja - Bandung
Dan ini yang punyanya.. mau narsis juga....


Bajaj Pulsar 220

Bajaj Pulsar 220

02 April 2015

Pulsar RS200 vs Pulsar 200NS

2 komentar :
aLamathuR.com - Setelah menunggu cukup lama kemunculan Bajaj Pulsar seri RS200, yang digadang-gadang sebagai salah satu tunggangan mewah bergaya futuristik dengan harga jual yang sangat sangat sangat ekonomis, akhirnya motor ini resmi dilaunching dengan mengeluarkan 2 varian, yakni versi yang dipersenjatai dengan sistem pengereman ABS dan non-ABS. Tampilan RS200 yang berfairing menambah kesan racing-look pada tunggangan yang satu ini.

Dibanding dengan saudaranya yang sudah lebih dulu dilaunching dengan menggandeng brand Kawasaki, yakni seri 200NS, maka untuk Pulsar RS200 ini masih belum jelas apakah nantinya akan dipasarkan di Indonesia dengan tetap menggandeng Kawasaki lagi atau tidak. Siapa tau saja tiba-tiba BAI bangkit kembali dan mengambil alih seluruh varian Bajaj Pulsar yang saat ini beredar di tanah air.

image source : carblogindia.com
Secara spesifikasi, tampaknya beberapa perbedaan dimunculkan dalam versi terbaru ini dibanding saudara kembarnya. Berikut detail perbandingannya :

UKURAN BODY KENDARAAN
Pulsar RS200 : 1999mm X 1114mm X 765mm
Pulsar 200NS : 2017mm X 1075mm X 804mm

GROUND CLEARANCE
Pulsar RS200 : 157mm
Pulsar 200NS : 169mm

KAPASITAS TANKI BAHAN BAKAR
Pulsar RS200 : 13 L
Pulsar 200NS : 12 L

POWER DAN TORSI MAKSIMAL
Pulsar RS200 : 24.5 @ 9750 dan 18.6 @ 8000
Pulsar 200NS : 23.5 @ 9500 dan 18.3 @ 8000

AKSELERASI
Pulsar RS200 : 140.8 kmph
Pulsar 200NS : 135 kmph

Jadi pilih yang mana ???

image source : shifting-gears.com


01 April 2015

Goodbye my Lovely Blackpies

19 komentar :
aLamathuR.com - Tak terasa 4 tahun sudah "blackpies" (sebutan motor kesayangan) menemani aktivitas harian mulai dipake pulang pergi kantor, antar jemput pacar (sekarang istri), sampai dengan dibawa beberapa kali touring meskipun masih berkutat di seputaran pulau jawa. Akhir maret 2015 lalu menjadi terakhir kalinya myblackpies akhirnya harus berpindah tangan ke rider baru. 

Mundur ke tahun 2011, ingat ketika pertama kalinya motor ini saya beli lewat leasing dan uang muka seadanya dari nyisihin gaji waktu itu. [baca : Cerita awal beli ini motor disini]. Sambil jalan, motor dirawat dan dipelihara dengan sangat baik sampai akhirnya dijual (meskipun rada nggak ikhlas juga).

Kilas balik dari motor ini dari awal keluar dari dealer, lantas dimodif ini itu [seperti contoh modif seperti ini], bosan ganti model lagi, sampai akhirnya kondisi terakhir seperti yang terlihat dalam rangkaian foto bersejarah ini :

Bajaj Pulsar 135 LS
Hari Pertama Datang dari Dealer SPM
Bajaj Pulsar 135 LS
Modif ke-1 : Pasang Fairing, Ganti Headlamp Satria FU
Bajaj Pulsar 135 LS
Modif ke-2 : Pasang Engine Guard dan Top Box KMI
Bajaj Pulsar 135 LS
Modif ke-3 : Ganti Stang, Pasang Windshield, Wingrack dan TopBox Givi
Bajaj Pulsar 135 LS
Modif ke-4 : Pasang Velg Jari-jari Lebar
Bajaj Pulsar 135 LS
Modif ke-5 : Pasang Sidebox Givi E22
Bajaj Pulsar 135 LS
Modif ke-6 : Ganti Spakbor Depan, Bongkar Bracket, Lepas Box
Bajaj Pulsar 135 LS & 220 F
Hari H Pies Dijual : Ketemu dengan Motor Pengganti RedPZZO
Bajaj Pulsar 220 F
RedPZZO Standar, siap-siap digarap untuk modif berikutnya

GOODBYE MY LOVELY BLACKPIES !!! You'll never drove alone!

15 Februari 2013

Pulsar 135 : Beda Bengkel, Beda Cerita

4 komentar :
aLamathuR.com – Tulisan ini asli berdasarkan pengalaman pribadi. Ketika dua hari yang lalu saya TuneUp Bajaj Pulsar 135 di bengkel resmi Bajaj yang ada di daerah Ciateul, Bandung. Begitu datang ke bengkel langsung diarahkan ke counter registrasi yang kebetulan satu ruangan dengan Suzuki. Langsung diminta isi data request detail service. Saya bilang minta diTuneUp, ganti olie sekaligus cek kelistrikan yang bermasalah.

Request pertama, TuneUp, gak ada masalah dan mekanik siap garap. Kemudian ganti olie ternyata meskipun statusnya bengkel resmi Pulsar, disitu gak nyediain olie resmi seperti bawaan pabriknya. Malah nawarin merek BM1 sama Shell. Kurang tahu juga apakah memang stocknya kebetulan lagi kosong atau memang tidak pernah nyetok sama sekali. Saya pikir daripada coba-coba, mendingkan saya urungkan untuk ganti olienya. Toh kalo olienya ternyata gak cocok sedikit banyak pasti ngaruh ke tarikan mesin, betul gak? **sok tau aja saya….


Cerita Soal Masalah Kelistrikan
Untuk request nomor 3 ni yang agak unik. Saya minta mekanik untuk cek kelistrikan. Ini saya mintakan khusus karena sebelumnya motor saya kebetulan ada masalah dengan lampu rem (belakang) yang gak normal, terus electric starter gak bisa berfungsi serta klakson hanya bisa bersuara kalo kondisi lampu jauh tidak dinyalakan (alias harus dalam posisi mati).

Keluhan ini sudah pernah dihandle oleh 3 bengkel resmi yang berbeda-beda. Bengkel resmi Bajaj SPM di daerah Rambay (Sukabumi), bengkel resmi Bajaj di daerah Ciaul (Sukabumi), serta Bengkel resmi Bajaj di daerah Ahmad Yani (Bandung). Hasil pengecekannya kata mekaniknya beda-beda pendapat :
  1. Menurut mekanik bengkel Bajaj Rambay (Sukabumi), problem kelistrikannya dari kabel body (utama) rusak harus diganti. Kemudian tanya ke bagian adm bengkelnya, harganya kisaran 200 ribuan. Nggak jadi saya ganti, karena kebetulan lagi bokek. Hahaaaa… 
  2. Menurut mekanik bengkel Bajaj Ciaul (Sukabumi), problemnya dari cell accu rusak, sehingga suplai arus kelistrikan tidak normal (terganggu). Accunya tidak bisa disetroom, harus segera diganti. Padahal baru setahun. Kata adm bengkelnya, harganya kisaran 215 ribuan. Masih penasaran juga, nggak saya ganti dulu.  
  3. Menurut mekanik bengkel Bajaj Ahmad Yani (bandung), problemnya ada di bagian accu dan kabel kelistrikan yang beberapa diantaranya harus diganti. Saran mekanik yang inipun saya cuekin, kali aja dia nebak-nebak lagi.


Setelah selang dua bulan kemudian, waktunya TuneUp lagi, 2 hari yang lalu motor coba saya bawa ke bengkel resmi Bajaj di daerah Ciateul (Bandung). Karena baru tahu juga bahwa ternyata ada bengkel Bajaj yang lebih deket dengan rumah di daerah Srimahi.

Berhubung servicenya di hari kerja (jam istrahat kantor), jadi motor saya tinggalkan saja di bengkel. Baru sekitar jam 3.an saya jemput. Motor pun selesai diservice jam 3 dan saya cek semuanya sudah normal lagi. Tarikan enak, dan yang paling penting SELURUH FUNGSI KELISTRIKAN KEMBALI NORMAL!!!

Karena penasaran, saya coba sekalian tanya-tanya ke mekaniknya soal penyakit motor saya sebelumnya. Ternyata, jawabannya MENCENGANGKAN sodara-sodara! Mekanik bengkelnya bilang gini : “semua komponen kondisinya masih bagus koq Pak, Nggak ada sparepart yang rusak atau harus diganti. Accu bagus, kabel-kabel juga oke, cuman saya rapih-rapihkankan saja sedikit jalurnya!”  Waduhhh…
Kesimpulannya
Apakah mekanik yang di Bengkel Bajaj Ciateul itu yang jago banget atau mekanik di bengkel sebelumnya yang masih perlu disekolahin lagi (bahasa halus dari ngasal, red). Wkwkwkwkkkk.. Piss mennnn… 

14 Februari 2013

BCU Pulsar, Canggih Tapi Sensitif

2 komentar :
aLamathuR.com - Ngobrol-ngobrol sewaktu kopdar dengan beberapa bro pulsarian Bandung minggu lalu, banyak ngasi pelajaran baru buat saya dalam hal mengenali jeroan mesin pulsar. Salah satunya adalah soal penyematan teknologi BCU (Body Control Unit). Kabarnya, teknologi ini sangat canggih karena umumnya hanya bisa dijumpai dalam mesin mobil-mobil keluaran baru. Jadi dalam hal ini, kuda besi dari negeri sakura pun lewat! Meskipun dalam beberapa hal tertentu, jika dibanding-bandingkan maka akan tetap ada plus-minusnya.

Secara garis besar, BCU ini adalah Benda berbentuk kotak yang ditempatkan didalam headlamp (pada Pulsar 180 UG-4, 200 dan 220 minus kick starter) yang berfungsi :
  1. Sebagai pengatur sistem kelistrikan pada lampu utama, lampu senja, lampu indikator switch di stang, lampu sien, klakson, speedometer, elektrik starter dan lainnya
  2. Sebagai Flasher dan pengaman arus, bukan saja arus positif, tapi juga arus negatif
Sayangnya karena bagian adalah termasuk sangat sensitive dalam hal perawatan, maka perlu perlakuan khusus agar fungsinya tetap bisa diandalkan. Diantaranya :
  1. Untuk meminimalisir resiko konsleting, maka usahakan untuk menghindari mencuci motor dengan air tekanan tinggi pada bagian headlamp (terutama bagian bawah). Beberapa ranger pulsarian bahkan lebih senang mencuci bagian ini dengan membersihkannya dengan lap saja. Atau bisa juga solusinya dengan menambahkan pelindung khusus untuk bagian ini.
  2. Karena system kerja BCU memerlukan tegangan listrik yang sangat stabil, maka kondisi accu mutlak harus sering dikontrol untuk meminimalisir resiko kerusakan yang lebih fatal.
Dengan perawatan yang benar, maka BCU yang ada dalam pulsar kesayangan Anda setidaknya akan bisa lebih awet dan terpelihara. Bukan apa-apa, kalau mesti cepet ganti kan sayang, apalagi dalam rilis Harga Eceran Tertinggi yang pernah dirilis Bajaj Auto Indonesia, harga unit BCU ini ada di kisaran 431ribu s/d 456ribuan, tergantung varian motornya. Lumayan mahal kan? 
Penampakan BCU Pulsar : 


28 September 2012

Pulsar 135LS : Accidentally Road Fighter vs Baby Touring

1 komentar :
aLamathuR.com – Mulai nulis lagi di bulan September Ceria ini. Masih Gak jauh-jauh dari seputaran Bajaj Pulsar P135 LS lagi. Kebetulan momennya bertepatan dengan mulai kenalnya saya dengan beberapa rekan di komunitas Pulsarian Ranger Area (lebih populer dengan singkatan PRA) Bandung. Komunitas ini sering pada nongkrong diarea Gedung Sate, tiap Jumat malam. Yang mau datang ikut kongkow, hayooo... 

Kenal dengan mereka, sedikit banyak mempengaruhi keinginan saya untuk merubah (lagi) tampilan motor. Karena di komunitas ini, style yang dominan untuk modif motor ini adalah bergaya touring

Jadi singkat cerita, tampilan motor seperti yang dulu ada fotonya di postingan “Operasi Minor Pulsar” sudah tamat ceritanya. Dan akhirnya si kuda besi pun bertransformasi lagi dari “Accidentally Road Fighter” style menjadi “Baby Touringstyle (bikin istilah sendiri aja, red). 

Buat rekan blogger yang belum tau sejarahnya kenapa model lama dinamain “accidentally street fighter”, itu karena modifnya lebih disebabkan karena motornya sering dimodif karena abis kecelakan. Sekali tabrakan sama angkot waktu mudik lebaran di Rancaekek Bandung, sekali nabrak pantat mobil pickup di Padalarang, dan akhirnya sekali lagi jatuh koprol, karena nundutan (ngantuk) waktu macu motor di kecepatan tinggi di Cipatat. Wah komplittt dah.. Karena banyak bagian yang kegores n patah, jadi aja mau nggak mau harus diganti beberapa sparepart. Sekalian dipantes-pantesin deh “dikawinin” sama onderdil motor lain. 

Kurang lebih setengah tahun jalan dengan model kayak gitu, akhirnya bosen juga. Akhirnya tampilan si Pulsar ini pun berubah lagi jadi seperti ini : 


Memang sih masih ada yang kurang dari tampilan tersebut, diantaranya : 

1. Box (beberapa teman nyebutnya MagicCom) masih pake buatan local (KMI) Rp 350.000, karena yang Givi mahal bro… 



2. Braket box juga masih pake yang biasa Rp 100.000. Karena yang Wingrack mahal bro… 



3. Engine Guard masih pake made in Cianjur Rp 180.000. Karena dipasaran belum terlalu banyak pilihannya untuk engine guard yang support dengan jenis motor ini… 



Tapi, lumayan laaahh…. Iya gak? Berikutnya yang lagi diincer adalah pasang handguard (pelindung tangan). Udah coba beberapa merk (dengan kisaran harga Rp 125.000-Rp250.000, lokal), tapi sepertinya biarpun dipasaran sudah ada handguard yang mendukung setang jepit seperti milik Bajaj Pulsar 135LS, tetap saja kurang sreg tampilannya. Beberapa teman pulsarian menyarankan buat ganti setang aja ke model biasa. Tapi…. 

Dan satu lagi yang masih saya penasaran adalah pasang TOA. Kira-kira ada yang tau dimana bisa dapetin TOA yang murah tapi bagus plus bisa masangin (bikin dudukannya juga di engine guard)? Biar suara klaksonnya makin mantaapp!!! 

Kalo gitu, ayo kita berburu sparepart lagi…. Semangaatt..!!!!


30 Januari 2012

Operasi Minor Pulsar

6 komentar :
aLamathuR.com - Masih ingat dengan posting Pulsar di bulan Juli tahun lalu? Ini tautan postingnya. Yup, waktu itu ceritanya adalah perjuangan untuk mendapatkan si kuda besi ini. Dan akhirnya setelah beberapa bulan nongkrong di rumah, sekarang tampilannya sedikit berubah, karena sudah mengalami operasi minor pada tampilan luarnya, mulai lampu depan, spakbor depan, fairing sampai ban depan-belakang. Meskipun perubahan fisiknya lebih dikarenakan peristiwa insidental, tetapi luamayan lah hasilnya, nggak jelek-jelek amat.

Jadi ceritanya bermula seperti ini : Sekitar empat bulan yang lalu, tepatnya momen lebaran 2011, saya mudik dengan motor ini dengan rute Sukabumi-Bandung-Tasikmalaya. Pada perjalanan Bandung-Tasikmalaya, saya mengalami musibah kecelakaan tabrakan yang menyebabkan lampu depan pecah, tangki bensin penyok, spakbor depan hancur, serta bodi samping kanan tergores. Ketika masuk bengkel, ternyata stock batok lampu Pulsar P135LS di bengkel resmi Bajaj di Sukabumi sedang kosong dan harus Indent minimal selama 2 bulan untuk mendapatkannya.



Saya pikir jika harus menunggu 2 bulan untuk mendapatkan lagi lampu depan, maka artinya harus 2 bulan juga motor nganggur karena tidak mungkin digunakan tanpa lampu depan. Bisa-bisa bakal jadi sasaran Tidak mungkin!

Akhirnya coba dikonsultasikan dengan beberapa bengkel di dekat rumah, dan kebetulan ada yang menyarankan untuk mencoba untuk mengganti lampu depan motor ini dengan batok lampu punya Suzuki Satria FU150. Setelah dicoba diakali termasuk dengan dudukannya, eh ternyata pas. meskipun terlihat lebih kecil dibanding dengan lampu asli bawaan Pulsar.


Tak lama kemudian, terpikir untuk mengganti elemen lainnya agar motor ini tampak semakin cihuy. Langkah berikutnya adalah dengan mengganti Spakbor depan dengan milik Kawasaki Ninja RR. Memang pemasangannya diperlukan 2 buah plat tambahan untuk dudukan baut, tapi tidak masalah. Maka jadilah tampilan spakbor ninja di pulsar.

Setelah spakbor diganti, ternyata tampilannya menjadi "janggal" karena dengan spakbor baru yang ukurannya lebih lebar, menjadikan ban depan bawaan Pulsar semakin terlihat kecil, hampir mirip ban sepeda. hahaaa.. akhirnya muncullah ide untuk memindahkan ban belakang ke depan (ide yang sebenarnya konyol, karena ban belakang beda karakter kembangnya dengan ban depan), dan mengganti ban belakang dengan ukuran yang lebih besar.

Sentuhan terakhirnya adalah dengan menempelkan fairing milik Yamaha Vixion ke bodi kiri dan kanan. Plus menambahkan beberapa plat untuk dudukan baut di setiap bagian yang diperlukan. Memang tampilan fairing ini belum maksimal dan terkesan dipaksakan, tetapi tak apalah.. karena rencana saya kedepan memang akan menggantinya dengan fairing custom dan kebetulan saya sudah menemukan orang yang tepat untuk pengerjaan pembuatan fairing custom ini.

Jadi tinggal tunggu saja tampilan baru dari motor ini dalam beberapa bulan kedepan akan seperti apakah gerangan.. lebih baik atau lebih jelek?

Nongkrong Bareng dengan Pulsarian Sukabumi

Kalau lupa dengan tampilan asli motor ini, boleh bernostalgia dengan foto-foto dibawah :

Pulsar 135 LS : Minggu Pertama Nongkrong di Halaman Rumah

Pulsar 135 LS : Minggu Pertama Nongkrong di Garasi

12 Juli 2011

Bajaj Pulsar 135 LS, Akhirna..... Kabeuuli Oge!

1 komentar :
aLamathuR.com - Setelah dalam beberapa bulan terakhir memaksakan diri untuk "berhemat" pengeluaran ini dan itu, akhirnya kesampaian juga beli si kuda besi yang diidam-idamkan sejak akhir tahun lalu. PIES, begitu orang-orang menyebutnya. Nama lain dari Bajaj Pulsar 135 LS buatan negara asal artis favorit saya Sunny Leone, eiiitss salah, maksudnya mau nyebut Kajol Devgan! hahaaa... Dengan hadirnya si PIES ini artinya si bebek Fit yang selama hampir dua tahun ini setia menemani saya sejak masih kuliah harus dipensiunkan juga.

Dua hari yang lalu, saya coba untuk menjajalnya di jalan raya. Biarpun masih belum ada plat nomernya (karena STNK masih diurus) tidak mengurangi rasa penasaran saya untuk menguji performa motor ini. Hasilnya? Sangat memuaskan! Tarikannya mantabh! Wussss.. wusssss.. wusssss.....

PIES abis dibawa jalan-jalan sore
Nongkrong didalam rumah


Kalo dibanding-banding, performanya gak jauh berbeda lah dengan si kuda besi andalan bapak saya yang satu ini ....


BMX Ayahanda Tercinta


Agenda berikutnya, tinggal banyak-banyak pelajari seluk beluk motor ini. Baca-baca forum, ikutan milis, komunitas dan kalo perlu ikutan kopdar juga (apalagi salah satu lokasi tempat kopdar komunitas Bajaj ini ternyata gak jauh dari kantor saya di Sukabumi).

Upami kitu mah, mangga atuh dikantun heula... bade daptar heula janten member Pegasus (alias kumpulan para kaskuser yg tergabung dalam komunitas pengguna Bajaj Pulsar 135, red) heula! Susuganan we kenging babaturan kopdar nu seueur....  heuheuuuu...