22 April 2016

Bandung Darurat Motor

2 komentar :
Bandung darurat motor. Setidaknya itu yang saya rasakan akhir-akhir ini. Di beberapa ruas jalan utama seperti Soekarno-Hatta, Moh Toha, dan Buahbatu, pengemudi motor sering menjalankan kendaraannya semaunya, tanpa aturan. Motor naik trotoar, ataupun melaju melawan arus, itu sudah biasa. Motor memutar balik di titik yang ada rambu dilarang memutar balik, itu juga sudah menjadi pemandangan sehari-hari. 

Tidak hanya pada saat lalu lintas sedang lengang, tapi pada saat lalu lintas padat pun motor sudah sulit dikendalikan. Di persimpangan jalan, pengemudi motor sering mengabaikan lampu merah. Marka Ruang Henti Khusus Sepeda Motor hanya dianggap hiasan jalan. Garis putih pembatas berhenti kendaraan tidak pernah dianggap ada fungsinya. Pada setiap persimpangan lampu merah, motor sering berlomba-lomba menunggu lampu hijau paling depan.

Salah siapakah ini? apakah salah pengemudi yang tidak pernah paham aturan berlalu-lintas? jika memang mereka tidak paham, kenapa mereka bisa memiliki SIM? bukankah salah satu syarat dalam ujian mendapatkan SIM adalah lulus tes pengetahuan aturan berlalu-lintas? Atau jangan-jangan, mereka membuat SIM dengan cara nembak semua?

Entahlah....

08 April 2016

Konsistensi Blog

Tidak ada komentar :
Untuk bisa menjadi seorang blogger populer kita akan membutuhkan banyak ide menulis kreatif dan juga tambahan motivasi. Saya menjamin hasilnya tidak akan terwujud dalam semalam. Apa yang akan kita butuhkan adalah konsistensi untuk mewujudkan impian bisa mengelola sebuah blog yang sukses, dengan banyak konten yang menarik dan loyalitas pembaca yang kuat. Blogger harus merasa dituntut untuk mengembangkan materi blog dengan baik sehingga akan mengalami perbaikan secara kontinyu. Ini adalah proses, bukan peristiwa jangka pendek!

Konsistensi menjadi kunci ....

Mempertahankan ide menulis kreatif sangat penting untuk memastikan sejauh mana Anda bisa mengikuti kebutuhan pembaca. Cobalah untuk mulai menulis dan memposting secara terjadwal. Dalam prakteknya tentu saja tetap boleh berkompromi dengan berapa banyak waktu yang dimiliki dan sebesar apa motivasi Anda dalam mengupdate blog.

Hal yang saya sebutkan diatas sangat penting untuk membangun sebuah konsistensi sehingga pembaca dapat menjadwalkan kunjungan mereka sendiri untuk membaca blog kita.

Hanya saja ada satu hal yang patut diingat bahwa semakin sering Anda memposting dan mengupdate tulisan di blog Anda, berpotensi akan lebih banyak pembaca yang akan mengunjungi secara rutin. Loyalitas mereka akan tumbuh dengan sendirinya...

07 April 2016

SPBU Pasti Pas (Rusak Terus Printernya)

Tidak ada komentar :
Menghadapi persaingan bisnis SPBU yang semakin ketat, Pertamina pastinya tidak akan mau ketinggalan dari operator SPBU lainnya seperti Shell, Petronas ataupun Total. Maka dibuatlah SPBU PASTI PAS, dengan jargon awalnya "pas takarannya, pas pelayanannya". Semua SPBU Pertamina yang mau ikut program pasti pas, di training ulang. Mulai dari operator sebagai ujung tombak di lapangan, pengawas sampai dengan manager SPBU.

Bagi SPBU Pertamina, awalnya ini tidak mudah, karena ketatnya persyaratan untuk bisa masuk menjadi kategori SPBU pasti pas. Semua SPBU yg sudah menandatangani kesepakatan ikut program ini wajib diaudit oleh pihak ketiga (Intertek) mulai dari aspek kebersihan, format fisik, pelayanan, kualitas dan kuantitas BBM, dan banyak aspek lainnya.



Katanya sih Audit SPBU oleh intertek ini di lakukan rutin tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada pihak operator SPBU. Dengan demikian jelas tujuannya adalah untuk tetap memastikan kualitas pelayanan SPBU kepada konsumennya akan terjaga setiap harinya.

Kenyataannya ...

Coba perhatikan beberapa SPBU yang ada di kota Anda, apakah kriteria umum sebagai standar kualitasnya sudah berjalan dengan baik?

Temuan saya yang paling banyak bermasalah adalah rusak atau macetnya printer struk BBM. Entah karena mesinnya memang grade rendah, ataukah karena operatornya yang tidak dilatih dengan baik dalam penggunaannya.



Untuk beberapa konsumen kendaraan pribadi, mungkin rusaknya printer struk BBM tidak pernah diambil pusing. Berbeda dengan kendaraan operasional kantor atau instansi yang memerlukan bukti pertanggungjawaban atas setiap pengisian BBM pada kendaraannya. Padahal terlepas dari diminta atau tidaknya struk pembelian BBM di SPBU, bukankah itu sudah menjadi hak setiap konsumen?

Lebih jauh jika kita berbicara idealnya, maka struk pembelian BBM pun seharusnya selalu mencantumkan nomor plat kendaraan konsumen. Bahkan jika diperlukan posisi stand KM kendaraan pun boleh dimintakan. Kecuali jika odometer kendaraannya rusak atau tidak berfungsi.

Kesimpulannya ....

Mudah-mudahan kedepan Pasti Pas ini bukan hanya jargon saja. Pasti Pas juga bukan hanya dipahami sebagai sikap ramah operator dan sapaan "mulai dari nol ya pak.." dst, tetapi lebih memperhatikan aspek lainnya secara menyeluruh, sehingga pelayanan dan kepuasan konsumen benar-benar bisa menjadi perhatian utama.

06 April 2016

34 Tahun Belajar Menjadi Manusia

Tidak ada komentar :
aLamathuR.com - Tidak terasa, tiga puluh empat tahun sudah aku ada di dunia ini. Mendapati banyak hal yang pernah dialami, begitu pula yang sedang dijalani saat ini. Pelajaran tentang hidup, serta bagaimana untuk menjadi manusia sejati. Dalam prosesnya, mengalami hal baik dan buruk silih berganti, itu sudah pasti. 

Selama tiga puluh empat tahun itu pula aku masih berusaha untuk menjadi manusia baik. Sampai dengan saat ini pun aku masih belajar... 

Belajar menjadi manusia yang baik, supaya tidak kalah baik dibanding Ibuku dulu saat merawatku dari kecil...
Belajar menjadi manusia yang penuh semangat, supaya tidak kalah semangat dibanding Ayahku saat berjuang mencari uang untuk biaya sekolahku dulu...
Belajar menjadi manusia yang rajin bangun pagi, supaya tidak kalah rajin bangun pagi dibanding Kakekku yang selalu menjalankan sholat subuhnya tepat waktu dengan berjamaah dimasjid...
Belajar menjadi manusia yang penyabar, supaya tidak kalah penyabar dibanding Nenekku saat dengan menunggu Kakekku pulang demi menyelesaikan tugas negara...

Hanya tinggal dua windu lagi usiaku akan genap mencapai setengah abad. Sebelum itu datang, aku harus membuat diriku yakin bahwa jika  memang aku diberikan umur panjang, maka saat tua nanti aku harus sudah punya cukup bekal untuk dibawa pulang menghadap Yang Maha Kuasa. Bukan hanya bekal untuk diriku sendiri yang aku cari, tapi tentunya bekal untuk aku wariskan kepada keluarga dan anak cucuku kelak...