10 Desember 2015

Pilkada : Biaya Kampanye Nol Sampai 8 Milyar Rupiah

Tidak ada komentar :
Kemarin sore, nyimak headline di KompasTV mengenai analisa biaya kampanye yang pararel dengan kemenangan bakal calon kepala daerah dalam Pilkada serentak yang baru selesai dilaksanakan 9 Desember lalu. Analisa temuan yang dijabarkan oleh salah satu anggota LSM ini langsung disandingkan dengan hasil perhitungan final versi quick count untuk beberapa daerah yang sudah melakukan pemilihan kepala daerahnya. Dan hasilnya adalah..... 

Beberapa daerah memang memunculkan hasil pemenang (versi quick count) dengan pengeluaran biaya kampanye yang cukup besar. Bahkan menurut info, ada pasangan calon kepala daerah yang memiliki budget dana awal kampanye sampai 7.9 milyah rupiah! gila. Jika benar angkanya sefantastis itu, bagaimana mereka bisa membuat perhitungan untuk belik modal? dengan asumsi menjabat selama 5 tahun kedepan, maka hitungan gaji mereka pun tidak akan mencapai angka sebesar itu. Mau dikalkukasi dengan tambahan fasilitas dan tunjangan? mungkin masih tetap belum mencapai angka segitu.. 

Disisi lain, ada juga pasangan calon kepala yang melaporkan dana awal kampanyenya sebesar 0 (nol) rupiah. Artinya pasangan tersebut tidak mengeluarkan uang sepeserpun untuk memperjuangkan dirinya menjadi kepala daerah. Entahlah apakah nilai 0 (nol) rupiah ini hanya laporan angkan semata atau memang benar-benar nyata. Logikanya sederhananya, untuk mencetak poster kampanye dengan kuantitas yang minim pun selayaknya ada biaya yang harus dikeluarkan. Kecuali kalau pasangan ini memiliki tim sukses yang punya usaha percetakan sendiri. mungkin saja... 

Terlepas dari berapa besaran dana kampanye yang telah dikeluarkan oleh pasangan calon-calon kepala daerah ini, mudah-mudahan saja hasilnya bisa membawa kebaikan untuk rakyat yang akan dipimpinnya nanti. Pemimpin terpilih mudah-mudahan bisa benar-benar menyerap aspirasi yang baik dari bawah dan mewujudkannya secara nyata demi kemakmuran bersama..... 

Mudah-mudahan dalam masa jabatannya nanti, yang merasa sudah keluar dana 8 milyar tidak sekedar mencari dana untuk balik modal bahkan memperkaya diri. Dan yang merasa tidak keluar dana sama sekali tidak menjadi takabur dan cari muka karena merasa sudah dipercaya 100% oleh rakyat. 


Tidak ada komentar :

Posting Komentar