29 Desember 2015

Tabung Gas Elpiji Untuk Ayah

Tidak ada komentar :
aLamathuR.com - Ini adalah sepenggal cerita dari pengalaman dua bulan lalu, ketika di daerah kami terjadi kelangkaan tabung gas elpiji 3 kilo. Ini bukan pertama kalinya terjadi. Selalu berulang, terutama ketika muncul isu adanya kenaikan harga karena subsidinya akan dicabut pemerintah. Kalau tidak salah saat itu juga ada isu elpiji 3 kilo mau naik harga menjadi 40 ribuan, padahal harga saat ini di tingkat eceran hanya dikisaran 17 - 22 ribuan. 

Singkat kata, pada suatu akhir pekan saya ditemenin bapak keliling mencari tempat yang masih jual elpiji 3 kilo ini. Dari mulai agen sampai dengan warung, indomaret, alfamart, alfa midi sampai warung bu Agus (tetangga sebelah) didatangi. hasilnya stok habis!. Tidak putus asa, lanjut ngubek warung seisi komplek rumah. Alhamdulillah, akhirnya nemu juga satu warung yang masih nyimpen stok 4 tabung lagi. Dibelilah 2 diantaranya dan lanjut pulanglah kami. Akhirnya aktivitas dapur minggu itu pun terselamatkan....

Baru ngeh ada tulisannya
Satu hal yang baru ngeh, setelah sekian lama beli tabung gas jenis 3 kilo ini, ternyata ditabung elpiji 3 kilo itu memang ada tulisan untuk keluarga miskinnya yah? selama ini sih sebenarnya sudah tau kalo elpiji jenis ini memang harusnya dijual untuk kalangan kurang mampu. mengingat ini ada subsidi pemerintahnya, makanya harganya (katanya) bisa lebih murah dari seharusnya. Tapi dikirain hanya berbentuk himbauan saja, nggak sampai dituliskan ditabungnya. Apalagi kalau dihitung-hitung bikin tulisan itu pun pasti ada biayanya. Apalagi tulisannya sering dicetak ulang ketika tabungnya direkondisi (diremajakan, red).


Sudah menjadi rahasia umum jika dinegara ini untuk produk yang (katanya) disubsidi pemerintah memang selalu salah sasaran. Bukan hanya tabung gas elpiji 3 kilo, BBM jenis premium juga setali tiga uang. Saya berani memastikan subsidinya pasti nggak tepat sasaran. Karena yang beli tabung tabung gas jenis 3 kilo banyak yang ternyata sangat mampu secara ekonomi keluarganya. Begitupun dengan premium, yang isi pun bukan hanya kendaraan masyarakat golongan menengah bawah saja, tapi kalangan atas pun sama saja, beli premium. Bahkan mobil yang jelas-jelas berbandrol mahal pun, bbm nya banyak yang masih isi premium.

Gengsi disebut orang miskin
Sebagai pemakai tabung gas elpiji, memang kadang kita dihadapkan pada situasi dilema. Disatu sisi, kadang kita gengsi disebut orang miskin, tapi lain belinya elpiji 3 kilo. Padahal untuk beli elpiji 12 kilo pun sebetulnya kita mampu. Beberapa alasannya kadang klise, tabung 3 kilo lebih mudah dibawa, karena belinya bisa ditenteng pake motor sendiri. Pengecernya pun lebih banyak. Meskipun sering banget stoknya hanya kebagian sedikit dari agennya. wajar, karena distribusinya sering tidak merata (plus lebih sering tersendatnya dibanding lancarnya).

Setuju nggak ???

28 Desember 2015

Ngidam Koleksi Diecast Motor

Tidak ada komentar :
aLamathuRs.com - Tahun depan, sepertinya harus punya hobi baru nih, selain tetep nulis blog ini tentunya. Hobi lama, nongkrong ngoprek di bengkel motor, sepertinya sudah tidak akan memungkinkan lagi. Berhubung sekarang sudah punya jagoan kecil yang baru mau menginjak setahun, jadinya mengharuskan untuk lebih sering standby di rumah. Lalu sambil buka-buka instagram, nemu akun temen 21kasena yang setahun terakhir mulai seneng ngoleksi diecast mobil. wah boleh juga tuh, dari tampilan fotonya pun lumayan cakep-cakep.

Dalam beberapa minggu terakhir, aktivitas online pun mulai menjurus ke sering buka-buka forum hobi dan toko online yang menjual diecast, terutama diecast motor. Sejumlah model motor jadi inceran. Ducati Multistrada 1200 jadi target utama.

Diecast memang banyak skala dan merk produsennya. Skalanya mulai 1:155 sampai dengan 1:12. Yang paling banyak dikoleksi adalah skala 1:43. Bicara merk, beberapa produsen terkenal diantaranya Kyosho, BBR, Auto Art, Minichamps, dan Hot Works dengan harga kisaran 1 sd 5 jutaan keatas. Untuk harga dibawah 1 jutaan terdapat merk seperti: Maisto, Hot Wheels, ERTL dan Welly. Memang katanya sih harga ini nggak mengikat, tergantung pada kualitas, keunikan dan kelangkaan model itu sendiri. Bahkan untuk skala dan detail yang luar biasa bisa mendekati model mobil aslinya dan ini menjadikan nilai jual dari diecast kadang menjadi tidak masuk akal.

Pernah baca di salah satu sumber referensi diecast, pernah ada model diecast mobil yang diproduksi Matchbox berjenis Opel Diplomat 1966. Harga saat dikeluarkan cuman 48 sen, sekarang harganya 9.000 dollar amrik. Kalo dihitung dengan kurs rupiah sekarang, yah kira-kira setara 121.5 juta rupiah. Harga segitu padahal cukup untuk beli  mobil beneran ya nggak? 

Kembali ke cerita awal....
Secara tampilan visual, saya lebih tertarik dengan model diecast motor. Mungkin alasannya sederhana, karena saya suka dengan motor (yang asli). Malah kalo memungkinkan, mimpi saya adalah punya 3 diecast motor pertama saya, Motor honda supra, Bajaj Pulsar 135 dan Bajaj Pulsar 220F. Tapi sayangnya yang 2 motor yang disebut diawal belum pernah ketemu model diecastnya. Sedangkan untuk yang diecast Bajaj Pulsar 220F pernah liat ada yang majang di facebook tapi nggak dijual.

Dengan budget yang sudah mulai harus diperhitungkan dari sekarang, sepertinya target punya beberapa model sudah menjadi tekad tahun depan. Yah, setidaknya bisa dapetin koleksi diecast motor yang mainstream dulu. Yang harganya dikisaran 100 - 250 ribuan dulu. Nggak usah nyari yang mahal-mahal dulu. Soal skalanya ya liat nanti, yang penting enak buat dipajang di rumah. 

Agenda hunting koleksi sepertinya akan dimulai ditoko diecast legendaris yang ada di Bandung. Toko yang ada di jalan Astana Anyar 157 ini sudah cukup terkenal dikalangan kolektor diecast. Nama tokonya Rejeki Jaya Toys. Koleksinya lumayan banyak dan variatif. Dari koleksi yang umum sampai yang dibikin custom seperti mobil box Tiki (kurir, red) dan Sedan Patwal Indonesia ada, meskipun beberapa diantaranya hanya display toko (alias nggak dijual). Yang udah pernah beli disana, udah membagi ceritanya disini.


25 Desember 2015

Watonmuni Masih Eksis? Sepertinya Tidak.

Tidak ada komentar :
aLamathuR.com - Seminggu lalu secara tidak sengaja muncul notifikasi di Instagram saya bahwa salah satu kawan lama memfollow akun instagram saya. Kaget sih nggak. Seneng juga nggak. Hanya saja kontak ini jadi langsung mengingatkan saya dengan pengalaman-pengalaman yang pernah dilewati bareng teman-teman di tempat kerja pertama saya sewaktu di MNC Group. Pengalaman bukan hanya kerja kantoran bareng sih yang paling diinget, tapi ada bagian lain yang langsung terlintas dalam benak saya : WATONMUNI.

Apakah WATONMUNI itu? ini adalah sebuah grup perkusi sederhana. Grup amatir, benar-benar amatir. Alat musik yang digunakan mulai perkakas rumah tangga seperti panci, ember, kobokan dll, sampai dengan alat perkusi beneran seperti djimbe dan beberapa alat gamelan. Pemainnya semuanya orang kantor, melibatkan manajer samapi dengan Officeboy, semuanya main bareng disini. Terus terang, saya sendiri tidak senang dengan penamaan itu. Tapi karena waktu itu ada permintaan mendesak untuk ikut serta memberikan dukungan untuk syuting di MetroTv (untuk program KickAndy) dan TVOne (nama program acaranya lupa lagi). Kami dilibatkan karena pelatih kami waktu itu akan diangkat profilnya sebagai tokoh seniman serbabisa yang memiliki berbagai profesi sekaligus.

Singkat kata, WATONMUNI pun sempat mengadakan beberapa kali pementasan. bahkan waktu event Ramadhan MNC Group kami sempat berkolaborasi latihan dengan artis jawara KDI pula lho. Tapi maaf, rekaman videonya alakadarnya yah...

Ini videonya (bagian 1) :


ini bagian keduanya :


Dan ini adalah konser lainnya di event HUT Bhakti Investama, Tbk di MNC Tower.


Gimana gimana gimana?? cukup konyol kan video-videonya? maklum namanya juga amatiran. Seenggaknya kami pernah punya pengalaman show bukan kelas RT.. Xixixiii....

Selepas saya resign dari MNC, entahlah apakah grup perkusi ini masih eksis sampai dengan sekarang atau tidak. Sepertinya sih tidak..

22 Desember 2015

Selamat Hari Ibu (Berikan Tepukan yang Gemuruh)

Hari ini, 22 Desember, di Indonesia diperingati sebagai hari ibu. Sejarahnya kenapa harus ditanggal itu terkait dengan diselenggarakannya Kongres Perempuan Pertama Indonesia yang dilakukan tanggal 22-25 Desember 1928 yang kemudian diresmikan oleh Presiden Soekarno sebagai peringatan Hari Ibu 25 tahun kemudian, tepatnya pada ulang tahun Kongres Perempuan Indonesia ditahun 1953.

Dibelahan dunia lain peringatan hari Ibu (lazim disebut mother's day) diperingati pada waktu yang berbeda-beda. Di Amerika dan lebih dari 75 negara lain, seperti Australia, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Malaysia, Singapura, dan Hong Kong, Hari Ibu dirayakan pada hari Minggu di pekan kedua bulan Mei. Di Yunani setiap tanggal 2 Februari, Di India 19 Agustus, di Rusia tanggal 28 November, dll.

Meskipun dirayakan diwaktu yang berbeda-beda, tapi sepertinya esensi dari peringatan ini adalah tetap sama, yaitu hari untuk memuliakan sosok ibu. Memuliakan di hari khusus seperti ini tidak berarti mengabaikan sosok Ibu di hari-hari lainnya. Namanya Ibu, harus tetap dimuliakan. Karena sesuai dengan ajaran agama, bahwa surga ada dibawah telapak kaki ibu. Artinya, keridhoan Tuhan akan sangat tergantung kepada keridhoan orangtua, terutama Ibu.

Hari Ibu juga diperingati dengan menyatakan rasa cinta terhadap kaum ibu. Perayaan ini menjadi momen bagi setiap keluarga untuk semakin memahami eksistensi Ibu dalam sebuah keluarga. Semakin menyayangi Ibu, semakin menghargai jasa Ibu yang sudah merawat setiap anaknya sejak lahir dengan penuh kasih sayang. Dalam perjalanannya, Ibu jugalah yang sering memberikan wejangan-wejangan kepada anak-anaknya untuk belajar bagaimana menapaki hidup. Bagaimana caranya menjadi tumbuh dewasa, bagaimana caranya menyayangi sesama.

Maka tak pantaslah jika dalam momen Hari Ibu ini, masih saja ada anak yang kurang atau bahkan tidak menghormati Ibunya. Tidak pantas juga jika ada anak yang masih senang melawan Ibu dengan dengan perkataan yang tidak seharusnya. Janganlah sekali-kali berkata kasar, karena sekalipun berkata "aahh.." ketika diminta bantuan oleh Ibu kita, sudah menjadi sebuah dosa.

Sesuai dengan lirik salah satu lagu Rhoma Irama (keramat), 

Hai manusia, hormati ibumu / Yang melahirkan dan membesarkanmu / Darah dagingmu dari air susunya / Jiwa ragamu dari kasih-sayangnya / Dialah manusia satu-satunya / Yang menyayangimu tanpa ada batasnya / Doa ibumu dikabulkan Tuhan / Dan kutukannya jadi kenyataan / Ridla Ilahi karena ridlanya / Murka Ilahi karena murkanya / Bila kau sayang pada kekasih / Lebih sayanglah pada ibumu / Bila kau patuh pada rajamu / Lebih patuhlah pada ibumu / Bukannya gunung tempat kau meminta / Bukan lautan tempat kau memuja / Bukan pula dukun tempat kau menghiba / Bukan kuburan tempat memohon doa / Tiada keramat yang ampuh di dunia / Selain dari doa ibumu jua

dan sebagai penutup, mari kita tonton videonya dan jangan lupa : "berikan tepukan yang gemuruh" setelahnya.....

#efekNontonDA2Indosiar


18 Desember 2015

Return Trip Effect

2 komentar :
Pernah memiliki pengalaman perjalanan pulang terasa lebih cepat dibanding perginya? Saya pernah. Istri saya juga sering mengatakan hal sama misalkan ketika berkunjung ke rumah baru kami yang letaknya sekitar 2.5 km dari tempat tinggal kami saat ini. Sewaktu perjalanan pergi, dia bilang "koq jauh banget yah rumah kita". Tapi dijalan pulang dia bilang "ehh.. perasaan koq pulangnya lebih cepet nyampe yah dibanding waktu pergi?". Secara ilmiah, inilah yang disebut dengan Return Trip Effect.

Secara medis pun ternyata ini ada penjelasannya. Gak percaya? cek aja penjelasan gamblangnya dalam video berikut :





Cukup jelas kan?

mudah-mudahan bermanfaat yah...


15 Desember 2015

(Jelang) Dua Ribu Enam Belas

Tidak ada komentar :
Hanya dalam hitungan dua mingguan lagi, kita sudah akhiri tahun 2015. Masuk ke tahun baru 2016. Sudah pasti banyak catatan dari perjalanan hidup yang dijalani. Entah itu hal baik ataupun buruk, hal mengesankan ataupun menyedihkan, sukacita ataupun dukacita, prestasi ataupun keterpurukan, dsb. Salahsatu diantaranya pasti tak lepas dari keseharian kita ataupun orang-orang disekeliling kita.

Setiap peristiwa baik atau buruk, pasti ada hikmah. Peristiwa yang baik seharusnya menjadikan kita pribadi yang selalu merasa bersyukur atas nikmat yang telah dikarunikan Tuhan kepada kita. Begitupun sebaliknya, peristiwa yang buruk selayaknya menjadikan kita pribadi yang semakin tangguh dan senantiasa sabar dalam menghadapi cobaan yang dilewati.

Masuk ke tahun baru dua ribu enam belas, target baru harus segera ditentukan dari sekarang. Jangan sampai terlambat dan jangan menjadi pemalas!. Jadikanlah momen akhir tahun ini sebagai waktu untuk mereview segala hal yang sekiranya harus lebih baik ditahun-tahun mendatang. Pencapaian sampai dengan hari ini harus diyakini sebagai sesuatu yang masih bisa meningkat ditahun 2016, apapun itu selama dianggap sebagai hal baik.

Karir semakin menanjak. Pekerjaan semakin baik. Keluarga semakin harmonis. Hubungan dengan saudara semakin erat terjalin. Pikiran semakin optimis. Sedekah semakin sering (selama tetap ikhlas dan tidak menjadi riya).

dan yang lebih penting...

Ibadah semakin baik. Bahkan terus lebih baik. Karena apapun bentuk perjuangan hidup kita di dunia, semuanya hanya bersifat sementara. Pada akhirnya kita akan kembali kepada-Nya dalam dunia yang abadi, yaitu di akhirat kelak.

Selamat Tahun Baru 2016......

10 Desember 2015

Pilkada : Biaya Kampanye Nol Sampai 8 Milyar Rupiah

Tidak ada komentar :
Kemarin sore, nyimak headline di KompasTV mengenai analisa biaya kampanye yang pararel dengan kemenangan bakal calon kepala daerah dalam Pilkada serentak yang baru selesai dilaksanakan 9 Desember lalu. Analisa temuan yang dijabarkan oleh salah satu anggota LSM ini langsung disandingkan dengan hasil perhitungan final versi quick count untuk beberapa daerah yang sudah melakukan pemilihan kepala daerahnya. Dan hasilnya adalah..... 

Beberapa daerah memang memunculkan hasil pemenang (versi quick count) dengan pengeluaran biaya kampanye yang cukup besar. Bahkan menurut info, ada pasangan calon kepala daerah yang memiliki budget dana awal kampanye sampai 7.9 milyah rupiah! gila. Jika benar angkanya sefantastis itu, bagaimana mereka bisa membuat perhitungan untuk belik modal? dengan asumsi menjabat selama 5 tahun kedepan, maka hitungan gaji mereka pun tidak akan mencapai angka sebesar itu. Mau dikalkukasi dengan tambahan fasilitas dan tunjangan? mungkin masih tetap belum mencapai angka segitu.. 

Disisi lain, ada juga pasangan calon kepala yang melaporkan dana awal kampanyenya sebesar 0 (nol) rupiah. Artinya pasangan tersebut tidak mengeluarkan uang sepeserpun untuk memperjuangkan dirinya menjadi kepala daerah. Entahlah apakah nilai 0 (nol) rupiah ini hanya laporan angkan semata atau memang benar-benar nyata. Logikanya sederhananya, untuk mencetak poster kampanye dengan kuantitas yang minim pun selayaknya ada biaya yang harus dikeluarkan. Kecuali kalau pasangan ini memiliki tim sukses yang punya usaha percetakan sendiri. mungkin saja... 

Terlepas dari berapa besaran dana kampanye yang telah dikeluarkan oleh pasangan calon-calon kepala daerah ini, mudah-mudahan saja hasilnya bisa membawa kebaikan untuk rakyat yang akan dipimpinnya nanti. Pemimpin terpilih mudah-mudahan bisa benar-benar menyerap aspirasi yang baik dari bawah dan mewujudkannya secara nyata demi kemakmuran bersama..... 

Mudah-mudahan dalam masa jabatannya nanti, yang merasa sudah keluar dana 8 milyar tidak sekedar mencari dana untuk balik modal bahkan memperkaya diri. Dan yang merasa tidak keluar dana sama sekali tidak menjadi takabur dan cari muka karena merasa sudah dipercaya 100% oleh rakyat. 


07 Desember 2015

Polisi yang Salah Kaprah? Ataukah Sebuah Realita Di Negeri Yang Semakin Aneh?

Topik sedang hangat dimedia sosial, terutama dikalangan pengguna speda motor. Ada beberapa kejadian pengemudi sepeda motor kena razia tilang dengan alasan motor sudah dimodifikasi. Ancaman dendanya tidak tanggung-tanggung, 24 juta rupiah!. Terlepas dari adanya pro-kontra dimasyarakat mengenai hal ini, ada hal yang lebih menggelitik pemilikan saya. Tapi maaf, ini hanya pendapat pribadi dari sudut pandang yang paling sederhana. Tanpa bermaksud membuat pembelaan ataupun pembenaran atas kondisi yang ada.

Menurut logika saya, jika polisi melakukan penilangan / razia terhadap sepeda motor yang telah dimodifikasi, maka ini adalah tidak tepat. Apalagi dengan nilai denda mencapai 24 juta rupiah. Meskipun (mungkin) memang ini ada dasar hukumnya dalam Undang-undang lalulintas. Kenapa saya katakan tidak tepat? Okelah, jika yang dirazia itu adalah knalpot bising, saya setuju. Atau pemasangan sirine dan strobo yang memang peruntukannya sudah diatur dalam undang-undang, itu saya juga setuju. Tapi diluar itu plis aturan pasal-pasalnya dalam Undang-undang lalulintas tidak boleh abu-abu yang bisa menimbulkan penafsiran beragam dimasyarakat.

Tindak Produsen, bukan Pemakai

Jika memang modifikasi sepeda motor itu memang dilarang, kenapa yang digaris bawahinya adalah perbuatan modifikasinya? Jika itu memang melanggar aturan, bukankah lebih baik polisi menindak tegas perusahaan yang membuat sparepart variasi motor? Atau setidaknya buat aturan mainnya bahwa sparepart non-orisinil bawaan pabrik harus tetap menggunakan bentuk dan fungsi standar motor. Tidak boleh mengandung unsur variasi, apalagi yang menimbulkan perubahan fungsi. Meskipun ini ujung-ujungnya juga sulit diterapkan karena masalah hak paten industri sparepart itu sendiri.

Konklusinya

  • Jika polisi tilang motor yang dimodif, kurang tepat. Karena sparepart modifikasi itu sendiri bebas dijual dan (mungkin) dinyatakan legal. Apalagi beberapa diantaranya sudah berlogo SNI. Apalagi jika modifikasi hanya bersifat tampilan / visual bukan merubah fungsi sebagian atau keseluruhan dari sepeda motor itu sendiri.
  • Jika polisi razia toko sparepart non-ori, kurang tepat. Karena jelas pemilik toko hanya memberikan alternatif kepada masyarakat. Entah itu alternatif harga sparepart yang lebih murah dari yang orisinil atau pabrikan, ataupun yang lebih baik / tinggi spesifikasinya dibanding dengan yang standar pabrikan.
  • Jika polisi razia pabrik sparepart non-orisinil? Inilah yang mungkin bisa dibilang “agak tepat”. Meskipun ini hanya sebuah mimpi disiang bolong... nggak akan mungkin dilakukan.

Jika alasannya adalah itu dapat berbahaya untuk pengemudi sepeda motor, bukankah safety riding itu lebih dititikberatkan kepada cara berkendara yang baik dan benar? Aspek fungsi perlindungan tubuh pengendara (dan bongcenger) dipenuhi, aspek kendaraan layak jalan dipenuhi serta aspek cara menjalankan kendaraan yang mematuhi rambu-rambu dijalan juga dipenuhi. 

Andai kedepan polisi lalulintas masih tetap melakukan razia tilang kepada sepeda motor yang dimodifikasi, ini sebuah tindakah salah kaprah atau memang inilah realita di negeri yang semakin Aneh?


03 Desember 2015

Portal Berita Online Merajalela, Selektiflah!

Tidak ada komentar :
Portal Berita Online
aLamathuR.com - Yap, itulah keadaannya sekarang. Portal berita online lokal semakin bejibun jumlahnya dan sangat mudah diakses, salah satunya memberikan imbas arus informasi yang tidak dapat dibendung. Filter yang ada masih sangat longgar, kebenaran setiap berita layak dipertanyakan. Tapi siapa yang mau report-report cek dan ricek? Lha, rata-rata masyarakat kita hanya senang menerima informasi begitu saja, entah itu valid atau tidak. Ujung-ujungnya? Yaa umumnya ikut terprovokasi....

Entah berapa ratus ribu situs portal berita online yang bisa diakses saat ini. Beragam tema dimunculkan : politik, agama, gaya hidup, dll. Makin dipermudah karena konten yang ada di suatu web dapat dengan mudahnya disharing ke media lainnya, misalkan ke medsos Facebook, Twitter, Broadcast BBM, dst. Otomatis setiap informasi yang ditampilkan akan dengan cepatnya tersebar ke khalayak. Efeknya bisa baik, bisa juga tidak. Menjadi efek baik jika berita yang disebar merupakan sesuatu yang penting diketahui masyarakat dan sudah teruji kebenarannya. Sebaliknya, akan menjadi efek tidak baik jika berita yang disebar merupakan kumpulan opini, asumsi, hipotesa, pandangan, penilaian, bahkan penghakiman yang tidak didasari kebenaran dan fakta nyata.

Maka dari itu, mulai selektiflah dalam menerima informasi dalam bentuk apapun.

Bukankah secara kodrat manusia dibekali akal dan bisa berlogika? 
Gunakanlah logika untuk berpikir (jika memang diperlukan)...
Gunakanlah logika untuk mencerna...
Gunakanlah logika untuk menganalisa...
Dan mulai bijaklah dalam menyikapi realita yang ada...