21 Desember 2010

Pertanyaan Besar

11 komentar :
aLamathuR.com - Tak dapat dipungkiri bahwa pada suatu ketika kita akan berhadapan dengan pertanyaan-pertanyaan besar dalam hidup. Menentukan rencana masa depan dan memilih jalur karir yang tepat adalah sebagian diantaranya. Tetapi sadarkah kita bahwa sebenarnya tidak ada jawaban atas pertanyaan besar kecuali kita menemukan jawaban yang lebih kecil: Apa yang kita lakukan sekarang? Mengapa kita melakukannya? Apa hidup kita berarti bagi kita? Apakah pekerjaan kita berarti? Apakah kita menikmati apa yang sedang kita kerjakan? dst. Setiap hari hidup kita seharusnya kaya dengan jawaban yang bermakna.

Tetapi hanya jika kita berhenti cukup lama untuk menghargainyalah makna-makna itu akan mekar dalam hidup kita. Kita harus benar-benar berada disana untuk mendeteksi dan mengetahui makna, ketika sebagian besar waktu kita sedang dalam perjalanan ke tempat lain. Hiruk-pikuk aktivitas di hidup kita di tempat kerja dan di rumah adalah menantang hakikat keberadaan kita. Dan jika kita tidak berhenti cukup lama untuk mengendus keberadaan kita sendiri, kita beralih arti menjadi sebuah mimpi yang mustahil...

My mom said, ‘In your 20s you try it all...
In your 30s you figure out what you do best...
In your 40’s you make money from what you do best...
In your 50s you just do—do what you want to do...."

11 komentar :

  1. masa depan ada di genggaman kita sendiri, hidup penuh pilihan untuk menentukan arah dan tujuan dan pencapaian yang ingin kita raih dan wujudkan. Nice share Alamathur!

    BalasHapus
  2. sip lah, muda berkarya, tua kaya raya, mati masuk sorga.. begitu kan ? hehe...

    BalasHapus
  3. coba kalo hidup saya juga akan seperti apa yang Your Lovely Mom katakan...Amiiin.. :)
    Salam kenal...
    Izin follow sama tukeran link dong...

    BalasHapus
  4. Waduh udah panjang2 ilang gara mozilla Crash hahhaa...

    Ulang koment dah...

    Bener Sob... kadang jawabannya terletak pada penghargaan kita untuk mengerti maknanya... hal kecil justru kadang butuh jawaban besar ya haha...

    Oiya met hari Ibu buat smua.... :P

    BalasHapus
  5. + dee : sebuah konklusi yang menarik. terdengar simpel tapi kompleks ketika dijalani, bukan begitu?

    + teh TriZ : itu slogannya klasik banget teh. prinsip yang jadi idaman semua orang atuh eta mah... mudah2an urang tiasa kitu..

    + Akmal Fahrurizal : sebenernya itu kata para motivator sih (heheee..), meskipun essensi yang diajarkan ibu saya tidak jauh beda dengan pernyataan2 tsb...

    + Ferdinand : setuju! dengan menghargai hal2 kecil secara tidak sadar itu bisa menjadi sarana pembelajaran untuk bisa memecahkan hal-hal besar dalam hidup...

    BalasHapus
  6. pan eta oge isi yg terkandung dlm kata2 si mamah kan ?.. hihi

    BalasHapus
  7. + teh Triz : sumuhun, leres pisan..

    BalasHapus
  8. entah lah, bung. kau merumuskan pertanyaan umum yang kukira cukup sukar dijawab.
    dan aku teringat puisiku sendiri, di kutipan larik :
    hidup terkadang lebih menyakitkan daripada kematian
    namun, terkunci dalam penjara dendam adalah hal bodoh untuk dilakukan.

    kira-kira itu lah *poho jeung puisi olangan. mun maneh edeuk, ku urang bere hiji sebagai tanda pertemanan oh duhai hileud-jeupun nu ganteng maut. xixixi...*

    BalasHapus
  9. jika kita berhenti cukup lama untuk menghargainyalah makna-makna itu akan mekar dalam hidup kita..

    bener banget dan sekarang saia terjebak dalam situasi seperti ini, kurang menghargai makna..
    *pengen keluar secepatnya..

    BalasHapus
  10. Masa depan harus di pikirkan mulai hari ini,,,!!

    BalasHapus