12 November 2010

Antara aLamathuR, Blogernas dan Dj-site

17 komentar :
aLamathuR.com - Memulai aktivitas dipagi hari dengan blogwalking ke beberapa blog sahabat. Beberapa blog yang sering dikunjungi dan sempat dibookmark saya buka dan baca satu per satu. Beberapa diantaranya masih tetap konsisten menulis di jalur yang sesuai niche blognya. Ada yang masih memposting tentang puisi seperti blog teh TriZ (maaf teh, dalam beberapa hari terakhir baru sempat berkunjung lagi hehee..), ada yang masih menulis tentang bahasan agama seperti Blogernas, ada topik-topik desain grafis (ChugyGOGOG), dan ada juga blogger spesialis gado-gado sejati seperti Ferdinand, administrator dj-site.

Sesaat saya cek isi update info dari google BUZZ saya, perhatian saya terarah kepada salah satu update blog dj-site bertitel "Jawaban Untuk Sang Profesor". Dalam benak saya langsung menebak ini pasti akan ada hubungannya dengan Blogernas yang pemiliknya sering dipangging Sang Profesor (Erianto Anas). Saya ikuti link tersebut dan benar saja ternyata tulisan ini merupakan kelanjutan dari tulisan sebelumnya bertitel "Alexa Rank It's Nothing, Undangan Spesial Untuk Sang Profesor". Saya baca isinya paragraf demi paragraf sampai pada bagian akhir posting...

Menurut penilaian saya pribadi, pesan yang hendak disampikan dalam tulisan ini sebenarnya sangat sederhana dan mudah dipahami oleh siapapun. Tetapi karena opini-opini yang dimunculkan lumayan 'menggelitik' untuk memancing diskusi lebih lanjut, maka tak dapat dihindari tenyata diskusi panas berlanjut sampai dengan kemunculan puluhan komentar yang mengemukakan pendapatnya masing-masing...

Diskusi semakin menghangat ketika Sang Profesor kemudian muncul dan memberikan tanggapannya. Dan tahukah apa yang kemudian terjadi?? Yup, arena berubah menjadi perang opini yang tak dapat dihindarkan lagi. Salah satunya dialog antara Erianto Anas versus Belantara Indonesia. Terus terang saya juga sedikit heran dengan mereka, bukankah setahu saya mereka dulu adalah sahabat baik? bahkan diawal kemunculannya, saya mengira Erianto Anas ini adalah salah satu adminnya di Belantara Indonesia juga. hahaaa.. ternyata saya keliru...

Inilah perang opini kesekain kalinya yang harus dihadapi oleh seorang Erianto Anas dalam petualangan bloggingnya. Seingat saya, ini terjadi sejak Sang Profesor banting setir mengubah haluan tema bloggingnya. Kalau dirunut dari awal, bahasan blogernas diawal kemunculannya adalah tentang tips blogging layaknya blog Kang Rohman (kolom-tutorial.blogspot.com), blog Kang Agus Ramdhani (o-om.com) atau blognya mas doyok (masdoyok.co.cc). Beberapa waktu berjalan, tema blogernas bergerak ke arah kampanye menulis dan berkomentar yang baik. Di masa ini dia sukses menciptakan brand blogger kentut!

Situasi berubah akhir-akhir ini dengan berubahnya haluan blogernas menjadi seperti seorang blogger extrimist! sepertinya jargon "BELAJAR DAN BERBAGI SEPUTAR BLOGGING" yang diusungnya sudah waktunya direvisi. Kalau saya boleh menyarankan, kenapa tidak dibuat seperti ini saja : "BELAJAR DAN BERBAGI SEPUTAR BERPIKIR". Mungkin itu akan lebih mewakili isi tulisan-tulisannya akhir-akhir ini.

Karena alasan itulah kenapa akhir-akhir ini saya juga sudah sangat jarang sekali berkomentar di blogernas. Dulu, ketika blogernas masih membahas tentang tema bagaimana trik seputar menulis, saya tak pernah absen berkomentar bahkan sampai berbalas-balasan komentar dengan tuan rumah maupun pembaca lainnya. Waktu itu saya serasa mendapatkan guru sekaligus partner dalam menggali ilmu menulis yang  menarik bahkan cenderung konyol.

Saat ini, meskipun selalu tetap menyimak setiap update tulisannya, tetapi karena pemahaman saya tentang tema yang dibahas akhir-akhir ini masih sangat terbatas, jadi ya lebih baik saya tidak meninggalkan komentar kentut sekedar "Nice Info Gan!!!" kan???

Mungkin saya memang masih perlu memperbanyak lagi membaca buku-buku filsafat supaya bisa memahami apa yang disajikan blogernas. Nietzche, Kant, Kierkegaard, Leibnitz, Satre atau Al-Ghazali mungkin? Entahlah... karena sampai saat ini satu-satunya bacaan yang membuat saya selalu tertarik dan membuat penasaran adalah hanya karya-karyanya (Jalaluddin) Rumi.... seperti salah satu mahakarya aforisme sufistiknya yang bertitel "Sign of The Unseen: The Discourses of Jalaluddin Rumi"........

17 komentar :

  1. bagi saya kehadiran blogernas pada awalnya membuka wawasan tentang cara bagaimana ngeblog dan berkomentar yg baik, saya pun kagum gaya tulisannya. tp akhir-2 ini, sebagaimana sobat semua rasakan, tema tulisannya tentang agama sudah sulit saya ikuti dgn pengetahuan yg pas-2 an ini....he...he... mau komentar takutnya dak nyambung dan salah komentar. happy blogging

    BalasHapus
  2. Blogernas kehadiranya mampu mendobrak "pakem blog" tentang BW,trafic dll yg slama ini di anut oleh bbrpa bloger trmask sy,wlopun skrg beliau nampaknya lebih gemar menulis tentang agama dr pd bloging,terlepas dr adanya pro dan kontra mengenai beliau,sy pribadi respek dg sang Profesor itu...

    salam hangat,

    BalasHapus
  3. Leres kang pami filsafat mah maosna kedah jungkir balik.. hehe, abdi oge rieut bade komen teh inggis ku bisi rempan ku sugan, nanging numutkeun abdi nu bodo saleresna eta tulisan ngandung misi nu wening nanging dibungkus kunu hideung (panginten kang Athur tos faham maksad abdi, da ti ngawitan oge gaya basa kang Anas teh rada benten tinu sanes).. janten pami maosna salangkung tiasa lepat hartos, duka tah pangemut akang kumaha ? cik.. cik hoyong terang … jujur we abdi mah nembe diajar agama janten masih keneh nyasaran, abdi teh nuju resep maos nanging tulisan nu hiji ieu rada benten sudut pandangna bilih abdi tisoledat kitu...

    Abdi oge kantos ngemutkeun saleresna mah ka anjeuna salaku sobatna… nanging sadaya oge hak anjeuna bade ditampi mangga henteu oge teu nanaon.. punten kang abdi ngahaja yeuh ngangge basa sunda supados aman sejahtera.. henteu nguseup dinu kiruh, waler we ku basa planet deui kang.. basa planet Tasik.. hehe

    BalasHapus
  4. Berkunjung sore UM...HMMM emang dunia perblogingan sahabat blogger sedang menghangat, ada beberapa opini yang harus di perhatikan. tapi saya sendiri dulu suka blogwalking sama sang profesor walaupun sang Empunya jrang nongol di blog saya...

    tapi betul yg di posting di atas, blog Pak Profesor semakin lama kontennya semakin berubah haluan. tidak nyaman menurut saya karena lebih ke arah agamais dng judul2 yg kadang bikin menggelitik.

    Mungkin masukan saja untuk PAK profesor alangkah baiknya kalau kita bisa mendengarkan opini2 dari sahabt2 blogger.

    Saya yakin shabt blogger bukan membenci PAk Prof. melainkan mungkin konten blognya yg jng trlalu memanas2i dngan dalil2 yg kontroversi, hanya untuk menaikan trafik blog saja....!!!

    Smoga jd msukan bt Sang Proffesor dr seorang neubi sprti saya ini.

    Sukses selalu UM.

    BalasHapus
  5. + M. Chandra Panjinata : itu juga yang saya rasakan ketika pertama kali berinteraksi dengan blogernas beberapa bulan yang lalu. Gaya penyampaian tulisan yang sangat lugas, yang tak jarang keluar dari pakem2 baku dalam teknik menulis konvensional..

    + aan : atas nama penghormatan terhadap sesama blogger, memang sebaiknya perbedaan2 pandangan yang ada didiskusikan dengan akal sehat masing2, dan tidak boleh serta merta menjadi arena perdebatan yang bisa berujung kepada perpecahan.. bukan begitu?

    + teh TriZ : upami dina pandangan Abdi mah nya pro-kontra ieu teh mung sekedar benten persepsi sareng cara pandang masing2.. da ari tujuanna mah sadayana oge sae panginten. Upami diemut2 deui mah pemikiran2 blogernas teh panginten pangaruh tina bacaan2na nu seueur nyentuh kana sisi filsafat aliran Eksistensialisme.. atawa aliran Fenomenologi. duka nu mana tah..

    **btw, eta bahasa planetna teh TriZ sae pisan geuning. kantos ngawulang basa planet dimana? wkwkk..

    + ChugyGogog : gaya penyampaian judul menggelitik (bahkan cenderung panas) memang sepertinya sudah dan akan menjadi trademark blogernas kedepan. Karena dengan cara inilah menurutnya perjuangan menanamkan pemikiran dan idealisme akan lebih cepat direspon pembaca...

    BalasHapus
  6. Lepat narosna atuh.. sanes ngawulang dimana ? tapi guguru dimana ? kedahna mah..
    Apanan abdi teh penggemar mangle...

    BalasHapus
  7. + teh TriZ : tah eta pisan maksadna mah.. kacaletot curuk dina kibor ieu mah.. hehee.. mangle? wah, sami atuh dirorompok oge aya sababara edisi tilas langganan kapungkur nuju SD..

    BalasHapus
  8. janten hoyong ngangge bahasa planet oge yeuh...

    leres pisan eta blogernas teh kantos ngadobrak dunia perblogingan..abdi oge kantos ngulas blog anjeunna teh, da abdi oge resep tur respek tina carana nyuguhkeun ide2na seputar blogging..janten aya wawasan baru kangge abdi teh..
    namung, ayeuna2 mah abdi oge jarang pisan ka ditu, da abdi mah jalmi awam bin bodo..da ngaos filsafat mah kedah leres talitina teh..teu tiasa selintas lalu..janten punten weh upami abdi tara kaditu, da sanes teu cinta atuh..daripada 'ticengklak'..nya mending teu hadir weh..da eta mah hal anu peka pisan..

    leres saur teh triz, nu dibahas teh wening, namung abdi salaku pembaca anu teu acan ngartos pisan kana agama islam - filsafat mah da rieut atuh sareng dibungkus ngangge 'lawon' anu hideung, saur teh triz mah..

    aduh..punten nya akang..gening tos panjang kali lebar ieu teh..punten ah..mangga permios heula nya...:)

    BalasHapus
  9. + windflowers : sumuhun puguh teh. dunia filsafat saur abdi mah memang teu jarang sok rada 'ngaburkeun' antara inti sareng bungkusna.. haduhh.. kedah leres2 dipahamina.. Dupi ari bacaan teh Diana kan seuseueurna sastra (muhun?), aya nu nyerempet2 kana sisi filsafatna teu? heheee...

    + Djangan Pakies : ngirit amat kang, berkunjung sekali.. jadi aja dikunjungi balik sekali juga.. hahaaa.. Tentang persahabatan anda dg blogger kang Fer, memang sepertinya kalian akrab banget ya sampe2 sering sms-an.. malahan nama kang pakies sering sekali muncul di postingannya dj-site.. salut lah!

    BalasHapus
  10. Waduh ada postingan rame yg terlewatkan nie gara2 aku libur hhe.... aku kira mau ikutan ng'ritik postinganku juga ternyata malah sama2 merasakan hal yg sama.... padahal aku ndak pernah benci sama orangnya tapi kontennya itu yg aku males baca hhe... klo judulnya dan isinya sedikit dirubah mungkin aku masih akan baca tapi karna setelah aku bikinin postingan tambah jadi ya sudahlah si Prof udah milih jalurnya haha.. *musik kali ada jalurnya haha...

    BalasHapus
  11. abdi mah mung nyerat puisi biasa atuh kang..teu acan kalebet sastra anu kumahaaaa kitu..masih tebih keneh, da abdi oge nuju diajar..hehe..

    henteu atuh kang, teu nyrempet..ngan sok nyerat hasil refleksi abdi kanggo sakedik renungan, maksadna mah..

    BalasHapus
  12. Mas Arthur, saya sudah baca tulisan ini sejak pertama tulisan ini terbit. Dan saya ada jawaban khususnya nih:

    Terima Kasih Khusus untuk Om Rame dan ALamathuR

    BalasHapus
  13. + Ferdinand : mudah2an inilah yang selama ini dikenal dengan istilah "indahnya perbedaan" ya kang.. dengan banyaknya nuansa, maka blogosphere bisa semakin berwarna...

    + windflowers : naha renunganana mung sakedik teh? teu sakantenan wae eta bahan refleksi teh direnungkeun sautuhna..?? hahaaa..

    + Pak Guru Anas : oke Pak Guru.. meluncur ke TKP!

    BalasHapus
  14. sakedik weh ah..upami seueur mah bilih weureu..hihi

    BalasHapus
  15. hehe aya nu hilap..sok geura sakali2 mah ameng ka rorompok..

    BalasHapus
  16. Sebenarnya ada orang yang paling tepat untuk berdialog dengan Prof yaitu Kangboed, sayang kangboed sekarang lagi, kearah pensucian diri , mengejar pemujaan Sejati , beliau cuma bilang filsafat dan padangan Prof itu masih bagian luar saja , jika dibahas secara inti lagi maka mungkin akan terjadi kekacauan jika orang awan seperti saya misalnya yang membaca

    BalasHapus