18 Oktober 2010

Berpikir dan Bertindak Bisa Membuat Kita Gagal

7 komentar :

aLamathuR.com - Pernah merasakan kegagalan dalam kehidupan yang kita jalani sampai dengan detik ini? Jujur, secara pribadi saya sendiri pernah mengalaminya. Tetapi apakah dari setiap usaha yang kita anggap gagal tersebut sudah dapat kita temukan pelajaran-pelajaran berharga yang menyertainya? Jika ya, maka beruntunglah! karena tidak setiap orang mampu mengambil pelajaran dari suatu kegagalan yang akan menjadikan dirinya sebagai pribadi yang lebih besar dan lebih mulia. Dengan belajar dari pengalaman gagal, kita akan mengerti dan lebih menghargai makna sebuah keberhasilan. Jadi, kalau begitu apa sebenarnya yang bisa membuat diri kita mengalami sebuah proses yang dinamakan kegagalan? Inilah jawabannya...

Kegagalan bisa saja dialami oleh semua orang. Tetapi ada dua hal yang harus kita sadari kenapa kita bisa gagal dalam mencapai suatu tujuan.

Pertama, kita bisa gagal bukan karena pikiran kita tidak cukup brilian/ cemerlang dalam menghasilkan ide dan gagasan. Kedua, kita juga bisa gagal bukan karena tidak cakap dan cekatan dalam bertindak dan bergerak. 

Lalu dari kedua hal tersebut apa yang bisa kita tarik kesimpulan agar kita tidak selalu menjadi pribadi yang gagal?

Kuncinya adalah dengan menyelaraskan antara pikiran dan tindakan! Lihatlah disekeliling kita, begitu banyak orang yang memiliki pemikiran-pemikiran cemerlang namun dianggap gagal karena tindakannya tidak pernah diwujudkan dalam perbuatan. Mereka lebih senang membuat wacana dibanding aksi nyata. Dilain pihak, banyak juga orang-orang 'pemberani' yang gemar membuat aksi, tetapi tanpa perhitungan dan petimbangan yang matang. Jika kedua hal (pemikiran dan tindakan) ini berjalan tidak selaras, maka setiap tujuan yang dibuat tidak akan pernah tercapai secara optimal.

Jadi inti dari tulisan kali ini adalah keselarasan berpikir dan bertindak merupakan kunci dalam menghindari atau meminimalisir resiko kegagalan. Berpikir tanpa bertindak hanya akan membuat diri kita dianggap sebagai pribadi OMDO (omong doang) atau NATO (No Action Talk Only). Sedangkan bertindak tanpa berpikir hanya akan menjadikan diri kita sebagai pribadi yang tidak terarah dan sulit untuk mencapai hasil optimal.

7 komentar :

  1. Setuju UM...Kita harus bisa menyelaraskan antara pikiran dan tindakan, jangan sampai pincang sebelah...!!! Inspiratif sekali UM .

    Sukses selalu.

    BalasHapus
  2. + ChugyGOGOG : betul sekali mas Chug.. akan menjadi masalah serius jika apa yang kita pikirkan dan apa yang kita lakukan mulai tidak sinkron.. contoh: pikirannya ingin serius ngeBlog, tapi tindakannya selalu hanya sebatas update status di jejaring sosial seperti fb atau twitter saja... gimana tuh? hhmmm...

    BalasHapus
  3. jadi kalo ane ga salah tafsir, kesimpulannya gini ya:

    "Berpikir itu harus matang. Bertindak itu harus mantap. Keduanya harus dilakukan secara selaras".

    betul tak?

    BalasHapus
  4. + LalaguanSorangan : betul sekali agan Lala.. matang+mantap+selaras, itulah kuncinya!

    BalasHapus
  5. kegagalan demi kegagalan bukan berarti tidak berhasil dan tidak cakap, melainkan cara yang tidak berhasil.. hasil optimal didapat dari akumulasi kerja keras, dan kemauan untuk belajar dari kegagalan. Thanks mas Alamathur dah berbagi" disini menambah ilmu!

    Sukses sll

    BalasHapus
  6. yang tak kalah penting adalah jangan sampai gagal dg cara yg sama..

    BalasHapus
  7. + dee : sebuah konklusi yang bagus dari anda.. saya suka dengan bahasa anda!

    + dwisuka : betul, kalo bang rhoma (irama) bilang: cukup satu kali kehilangan tongkat, cukup satu kali.. dst

    BalasHapus