21 September 2010

Ujung-Ujungnya Blog

9 komentar :
aLamathuR.com - Belajar kepada nasihat orang bijak yang mengatakan bahwa orang yang gagal sesungguhnya hanya terbagi menjadi dua kelompok. Pertama, mereka yang berpikir gagal namun tidak pernah melakukannya. Kedua, mereka yang benar-benar pernah mengalami sebuah kegagalan, tetapi tidak pernah memikirkannya. Jika saya membuat sebuah perbandingan diantara keduanya, maka saya yakin bahwa kelompok pertama jumlahnya akan lebih banyak dibanding dengan kelompok kedua. Anda sependapat dengan saya?

Berpikir gagal secara langsung berkaitan dengan sifat pesimis pada diri. Sifat pesimis ini akan menempatkan anda selalu berada dalam keragu-raguan dalam mengambil tindakan. Bahkan beberapa orang bijak mengatakan bahwa dengan keragu-raguan ini pula maka 50 persen dari kemungkinan tingkat keberhasilan usaha yang dilakukan sudah lenyap.

Untuk menjadi seorang pribadi yang tidak mudah untuk berpikir gagal hanya bisa dilakukan melalui solusi alternatif seperti ini: Kuasailah ilmunya untuk setiap tindakan yang kita ambil dalam mencapai suatu tujuan. Untuk bisa menguasai suatu ilmu, maka banyaklah membaca. Untuk bisa banyak membaca, maka belilah atau pinjamlah buku teman Anda. Jika Anda tidak memiliki cukup uang untuk membeli buku, atau tidak memliki cukup teman yang hobi mengkoleksi buku, maka jadikanlah membaca blog sebagai salah satu solusi... hahahaaaaa...

Dengan catatan:
*bacalah setiap posting blog dengan benar..
*ambil manfaat yang nyata dari setiap aktivitas blogging yang dilakukan..

9 komentar :

  1. salam sahbat
    ehm sangat bagus kalau berkaitan dengan membaca memang diperlukan suatu pokook bahasan yang harus mengena apalagi yang berujung pda ngeblog ya kita semga bisa menyeraipnya jangan asl asalan gitu,setuju kan anda? good luck

    BalasHapus
  2. selamat pagi mas Ben... hehe.. aku setuju dengan pendapatmu orang pesimis itu sudah mendapatkan kegagalan sebelum tindakan..
    mau sukses harus rajin membaca buku yah, kalo gak bisa beli buku, baca blog ? membaca blog juga kan harus punya uang harus beli koneksi..? .. hehe...

    BalasHapus
  3. + Dhana/戴安娜 : setuju sekali.. karena menurut saya media ini (blog) sudah bisa menjadi media pendidikan untuk mencerdaskan masyarakat, khususnya di negeri ini.. selain untuk alasan melek teknologi tentunya...

    + TriZ : hahaaa.. kemarin mas Roni, sekarang mas Ben.. besok2 semoga tidak panggil saya dengan sebutan mas Boy yahh... hhmmm...
    *kan ngeBlognya saya asumsikan bisa dari warnet, atau bisa via hp.. bukankah masyarakat kita (terutama di perkotaan) rata2 masih lebih memilih beli pulsa dan hape yang bagus dibanding beli buku..??

    BalasHapus
  4. Benar sekali mas Athur...
    Buku, baca dan tulis, sebenarnya 3 saudara kandung. Tinggal salah satu akan membuat jalannya menjadi pincang. Sejauh yang saya tahu, di balik sukses seorang penulis, ada perpustakaan pribadi di rumahnya. Dan mereka tidak pernah henti membaca. Baik membaca tulisan orang lain apalagi tulisannya sendiri. Tapi secara umum budaya baca kita masih rendah. Dan akibatnya budaya menulis juga rendah.

    BalasHapus
  5. + Pak Guru Anas : Kesimpulan yang bagus Pak.. Rendahnya minat menulis diakibatkan karena rendahnya minat membaca.. Saya setuju..!
    Saya pun baru ngeh lagi kalau para penulis sukses itu rata2 di rumahnya memiliki perpustakaan pribadi.. *Ini jadi mengingatkan dengan masa kecil saya sewaktu masih tinggal satu rumah dengan Uncle John (Grisham).. Hahahaaaa...

    BalasHapus
  6. Huahahha...!
    Saya pernah membaca ttg Ayumardi Azra, Rektor UIN Jakarta dan cendekiawan muslim yg sangat produktif menulis. Pernah ada yg mau meneliti sekaligus membuat katalog perpusatakaan pribadinya, sampai berhari2. Akhirnya capek sendiri dan tdk datang2 lagi kerumahnya. Kenapa? Krn bukunya sdh bertebaran di mana: Di ruang tamu, di kamar, di dapur dan di bawah tangga. Bahkan juga di kantornya, kampus UIN.

    BalasHapus
  7. + Pak Guru : kalo soal buku berantakan.. saya juga jagonya Pak.. boleh di cek.. tapi koleksi buku saya rata2 berantakan karena tak ada rak saja.. bukan karena habis dibaca.. hahaaa...

    BalasHapus
  8. Membaca memang itu hobi ane gan. Rasanya gatel kalo sehari ga nemu koran ato majalah. Bahkan bungkus gorengan pun sering gw baca2 hehehe..

    tapi klo baca blog, gw masih senen kemis bro.. maklum, koneksinya berat di ongkos!

    BalasHapus
  9. + Lalaguan Sorangan : gile, sepertinya anda adiksi banget dengan hobi membaca... bagus itu, saya salut! andaikan semua orang bisa seperti anda.. pasti tukang gorengan banyak yang ngeluh.. karena bungkusnya bakal lebih laku dibanding jualan gorengannya.. hahhaaaa...

    BalasHapus