22 September 2010

Kerja Cerdas, Kerja Lugas dan Kerja Ikhlas

5 komentar :
aLamathuR.com - Ide dari tulisan kali ini merupakan kelanjutan dari artikel Apakah tujuan itu perlu dituliskan? yang pernah saya posting di blog ini beberapa minggu lalu. Jika kita sudah mengenali apa yang menjadi tujuan-tujuan kita (baik tujuan jangka pendek maupun jangka panjang), maka langkah selanjutnya adalah menentukan strategi untuk mengawal setiap langkah kita dalam mencapai tujuan tersebut. Kenapa hal ini dianggap penting? tentu saja karena dibalik setiap pengorbanan waktu, tenaga dan sumber daya yang kita keluarkan itu pada hakikatnya adalah sebuah pembelajaran diri untuk menghormati sebuah proses, bukan hanya berorientasi kepada hasil semata.


Ingatlah bahwa keberhasilan itu hanya merupakan bonus atas proses kerja cerdas, kerja lugas dan kerja ikhlas yang telah kita lakukan. Lantas, seperti apakah penjabaran dari proses kerja cerdas, lugas dan ikhlas seperti yang saya maksudkan? Inilah sebagian diantaranya:


  1. Buatlah pengingat harian. Kesibukan harian yang menurut kita menyenangkan terkadang membuat kita terlalu enjoy dan melupakan agenda lainnya yang seharusnya kita kerjakan. Cobalah untuk menyusun pengingat sederhana dan segera rasakan manfaatnya!
  2. Bersahabatlah dengan waktu, karena waktu berjalan begitu cepat dan tak akan bisa perlambat atau hentikan. Bayangkan dengan waktu yang serba terbatas ini kita bisa menelurkan ide, membuat rencana, menyusun strategi untuk meraih menikmati hasil gemilang.
  3. Konsistensi adalah raja. Kombinasikan aspek ini dengan poin kedua diatas. Tetapi jangan lupa untuk sedikit menyisipkan selingan ditengah aktivitas sehari-hari, untuk menghindari kejenuhan yang mungkin datang secara tiba-tiba.
  4. Hormatilah kalender yang telah dibuat. Hal ini untuk memastikan agar hidup kita bisa lebih teratur dan terencana. Disiplinlah dari mulai hal-hal kecil seperti pengaturan jam tidur, jam makan dan jam bermain, sampai dengan hal-hal besar seperti rencana yang berkaitan dengan karir, dan kesiapan menghadapi masa pensiun.
  5. Bersikaplah agresif. Ungkaplah apa rencana-rencana kita. Dapatkan feedback dari orang lain atas setiap rencana kita. Bila diperlukan, keluarlah dari situasi nyaman kita saat ini dan ambillah resiko yang ada. Dengan tantangan yang akan dihadapi maka kita akan semakin terpacu untuk lebih percaya diri, lebih dewasa dan lebih produktif dalam memberikan solusi atas suatu permasalahan.

Sebagian alternatif, langkah-langkah lainnya sudah saya bahas dalam tulisan terdahulu yang berjudul Efektifkah Cara Kerja Kita Dalam mencapai Tujuan?.

Jika Anda merasa ada yang kurang sreg, atau kurang sepaham dengan apa yang saya jabarkan dalam tulisan diatas, dan berniat menambahkan, maka saya akan undang Anda berdiskusi dan memberikan tanggapan atas tulisan ini...

5 komentar :

  1. Penjabarannya cukup mendalam mas....saya jadi merasa hidup ini memang harus di konsep dan terus di pertahankan. apalagi tanpa membuat sebuah jadwal pengingat. yang membuat jadwal saja kadang tidak terlupakan apalgi yang tidak membuat sama sekali....habislah waktu kita terbuang sia sia...

    BalasHapus
  2. Menurut saya benar kelima langkah tersebut. Hanya saja kita sering malas dan tidak kuat menjalankannya, terutama saya. Kadang rajin berlebihnan dan sebaliknya juga malas sampai tidak karuan.

    BalasHapus
  3. yang sudah aku coba baru bersahabat dengan waktu Sob.. klo tips yg lain aku blum nyoba..... makasih buat petuahnya Brader.... dengan begitu kayanya selain punya tujuan kita bisa lebih ikhlas menjalankan apapun hhe....

    Semangat n happy blogging... maaf telat Sob...

    BalasHapus
  4. + ChugyGogog : betul.. Karena hidup memang harus direncanakan, dan terus diusahakan untuk bisa lebih baik dalam berbagai segi.. Dengan membuat jadwal pengingat harian maka setidaknya akan ada kontrol sederhana unutuk setiap aktivitas yang dilakukan sehari-hari..

    + Pak Guru Anas : Untuk menyesuaikan dengan naik2 turunnya mood yang berimbas kepada aktivitas sehari-hari, maka yang selanjutnya kita perlukan, yaitu sebuah konsistensi.. Kalo dalam bahasa pak ustadz tetangga sebelah istilahnya adalah Istiqomah.. Bukan begitu begitu bukan??

    + Ferdinand : Konsep bersahabat dengan waktu saya bisa lihat dari cara mas fer dalam mengelola blog dj-site... Begitu teratur dalam menulis dan konsisten.. Diluar konteks ngeBlog, mudah2an Anda juga masih bisa bersahabat juga dengan waktu untuk aktivitas harian lainnya...

    BalasHapus
  5. Kalo gw sih tetep harus ada 5 kartu As... coz Kerja Keras juga penting buat gw.. abis itu baru Kerja Cerdas, Kerja Lugas, Kerja Pantas dan Kerja Ikhlas. Gimana bro???

    BalasHapus