02 September 2010

Bagaimana Menjadikan Blog Sebagai Bacaan Favorit

21 komentar :
aLamathuR.com -  Suatu ketika, pernah saya berdiskusi dengan beberapa rekan sewaktu kuliah di Bandung tentang bacaan favorit masing-masing. Dari obrolan sederhana ini, saya mendapatkan gambaran ternyata novel menempati peringkat pertama sebagai bacaan paling disukai. Ada yang suka dengan serial Agatha Christie, John Grisham, sampai dengan beberapa novelis fenomenal negeri ini seperti Andre Hirata dan Habiburrahman El Shirazy. Selain novel, jawaban yang muncul sangat bervariasi, ada memilih lebih suka membaca koran, majalah sampai dengan komik jepang (anime). Kemudian saya pun bertanya kenapa tidak ada yang memilih blog sebagai bacaan favorit? Inilah Pe-eR untuk kita semuanya sebagai seorang blogger.

Untuk menjadikan blog kita sebagai sebuah bacaan favorit, sepertinya sudah waktunya kita mengkaji ulang paradigma blogging kita selama ini. Apakah sudah mengena dengan hati pembaca blog kita?

Menulis dalam blog sejauh ini memang termasuk dalam kategori menulis bebas. Kenapa saya katakan demikian? Karena sepengetahuan saya, ilmu blogging itu sendiri masih belum ada ketentuan bakunya, baik itu dalam segi aturan penulisan ataupun dalam segi penyajian tampilannya. Tetapi ada beberapa hal yang mungkin bisa kita jadikan patokan ketika gagasan yang kita tuangkan dalam posting blog dianggap 'sukses mempengaruhi' pembaca kita. 

Penilaian atas keberhasilan sebuah tulisan dalam mempengaruhi pembacanya memang bisa bersifat sangat relatif, bahkan cenderung bisa sangat subjektif. Tetapi jika saya boleh berpendapat, maka saya akan merumuskan beberapa tolok ukurnya seperti ini: Tulisan kita dalam blog akan dianggap sukses mempengaruhi pembaca, ketika:

  1. Pembaca merasa mendapatkan manfaat dan inspirasi dari apa yang kita sampaikan dalam tulisan/posting blog kita.
  2. Pembaca blog kita dapat meneruskan pesan dari apa yang kita tulis kepada yang lainnya. Bentuk penyampaian berikutnya bisa berupa posting ulang dengan kata-kata dan gaya bahasa yang berbeda, atau mungkin juga hanya meneruskannya secara lisan kepada teman atau orang lain disekitarnya.
  3. Pembaca kita mengetahui bagian intinya dari tulisan kita, sehingga bisa menjelaskan poin-poin penting yang menjadi pokok bahasan.
  4. Pembaca kita merasa terikat secara emosional dan atau secara intelektual dengan isi tulisan kita. Bahasa sederhananya, ketika tulisan kita berhasil menyentuh hati (heart) dan atau pikiran (minds) pembaca. Bagian inilah yang paling sulit tetapi sekaligus bisa menjadi nilai tambah.

Jadi, sudah siapkah untuk menjadikan blog anda sebagai bacaan favorit bagi pembaca Anda? Sudah siapkah apa yang Anda tulis untuk benar-benar dinikmati pengunjung blog Anda? Semoga ini bisa menjadi tantangan tersendiri bagi rekan blogger semuanya.....

21 komentar :

  1. salam sahabat
    suatu artikel yang memberikan motivasi.sangat bermnafaat buat saya thanxs ya

    BalasHapus
  2. dikatakan siap 100% ...belumlah, masih ada unsur subyektifnya, tapi bisa dijadikan lahan latihan menulis...bermula dari yang ringan kemudian berlanjut pada bobot yang kita sesuaikan dengan kondisi blog.

    BalasHapus
  3. wah selalu saja pikiran kita saling resonansi mas. Baru saja tadi malam saya meluncurkan tulisan yg juga bersinggungan dengan tema ini (http://www.blogernas.co.cc/2010/09/postingan-yang-mengusik-pengunjung.html)...

    Saya sangat tertarik dg pertanyaanmu mas: "kenapa tidak ada yang memilih blog sebagai bacaan favorit?"

    Saya kira krn rata2 tujuan blogger tdk berangkat dari ingin menulis. Kemudian juga rata-rata blogger relatif blm punya basis yg kuat (teori dan praktek) soal menulis. Dan ditambah lagi oleh segala bentuk "malpraktek" blogging.

    Tapi saya pribadi mmg lbh terobsesi mengajak kita semua menjadikan menulis sbg "jantung" blogging. Dan krn obsesi inilah belakangan saya lbh byk update konten seputar menulis ini... dan beberapa kawan2 saya lihat juga punya minat yang sama soal ini, ermasuk mas Athur sendiri..

    BalasHapus
  4. + Dhana/戴安娜 : terima kasih untuk apresiasinya. Semoga manfaat yang anda rasakan bisa diteruskan ke rekan2 sekitar anda...

    + aryadevi : benar sekali. karena dimana ada tujuan, memang disitulah harus ada proses.. jadi sangat tepat jika anda menjadikan blog yang anda miliki sebagai lahan melatih diri secara bertahap dalam menulis..

    + Pak Guru Anas : mungkin isi otak kita akhir-akhir ini memang sama semua kali Pak.. hahaa.. Betul, saya juga kadang2 berasumsi bahwa sebagian blogger (khususnya di negara kita) berangkat bukan dari hasrat untuk menulis.. saya lihat sih alasan yang paling sering muncul adalah 'blog sebagai lahan cari tambahan penghasilan' atau 'blog sebagai pengisi waktu luang saja'.. selebinya? saya belum temukan alasan yang benar2 istimewa...

    BalasHapus
  5. hahag...
    Boleh tanya Pak? teman Anda blogger?
    kalau saya yang waktu itu masih belum mengenal blog ditanya pun tidak akan menjawab blog...walaupun saya hobinya ngenet karena persepsi orang awam mengatakan www.balalala.com adalah situs bukan blog...walaupun ada judul di headernya Ayub's Blog...tetap saja akan berpikir itu website...bener nggak ea? hehe...

    wah...semuanya masih sulit...
    hampir semua pembaca blog saya adalah para blogwalker yang mencari link dan masukan buat kolom komentar mereka...hemmm...mungkin nanti Bapak bisa memberikan solusi seperti yang sedang hangat dibicarakan di blogernas...

    BalasHapus
  6. nah itu ygt bikin Susah Sob.. gmn caranya pesan kita sampe dan mereka ngerti.. selain itu ya ikatan emosional itu tadi... hhe.... tapi smoga aja tetep gak ada pembakuan tentang aturan nulis blog soalnya bahasaku sedikit kacau untuk nulis hhe.... Semangat n hapy blogging Sob...

    BalasHapus
  7. + Ayub Adiputra : yup, ada beberapa teman kantor yang punya blog.. tapi hanya beberapa saja yang konsisten dan eksis sampai sekarang, sisanya pensiun dini seperti yang saya ceritakan dalam posting terdahulu..

    Untuk membedakan antara Weblog (blog) dengan Website (situs), anda bisa googling dengan kata kunci yang sama, atau bisa ditambahkan dengan nama 'Yaro Starak', beliau adalah pakarnya.. jadi saya tidak perlu membahasnya lagi disin yaa..

    untuk menyikapi para pencari link dan penghutang komen di blog anda, lebih baik anda tidak perlu permasalahkan, karena akan menguras energi pikiran anda sendiri.. alangkah lebih baiknya jika anda lebih fokus kepada menulis dan memberikan contoh yang baik bagi blogger lain, salah satunya melalui etika memberikan respon/komentar...

    + Ferdinand : saran saya hindari menyibukkan diri dengan pertanyaan 'apakah mereka ngerti dengan apa yang saya tulis?' karena mungkin itu hanyalah perasaan anda saja.. buktinya, saya lihat masih banyak pengunjung setia dj-site yang selalu nyambung dengan bahasan setiap posting anda..

    gaya bahasa anda yang memang kadang terkesan santai dan beberapa ejaan kata yang terkadang dimodif saya pikir juga tak ada masalah.... buktinya, saya masih tetap enjoy dan bisa mencerna tulisan anda.. jadi santai ajalah kawannn...

    BalasHapus
  8. hwaaaaa,,,tulisan di blog ku gak jelas smua....
    ~x(

    BalasHapus
  9. + riesta : bagian mana yang gak jelasnya? kalo saya lihat tulisan mbak ries justru natural sekali koq.. meskipun isinya 'hanya' pengalaman sehari2 yang dirangkaikan dalam sebaris dua baris kalimat, tapi justru itulah kekuatan blog anda.. tambahan dari saya, jargon 'full of craziness' nya perlu didukung oleh posting yang lebih gila lagi tuh.. hihiii..

    BalasHapus
  10. Mwnarik juga ni ntuk di bhas ... saya sependapat dengan yang ini keberhasilan sebuah tulisan dalam mempengaruhi pembacanya memang bisa bersifat sangat relatif, bahkan cenderung bisa sangat subjektif.

    Karena saya masih amatir dalam menulis jadi kayanya saya pegang poin2 di atas sebagai referensi...Trimakasih mas buat sharug tips dan infonya..sukses slalu.

    BalasHapus
  11. + cHugy - gOgOg : saya melihat spesialisasi anda memang dalam dunia desain ya.. tapi tidak berarti apa yang anda tulis dalam blog terlihat amatir koq.. bukankah setiap karya itu layak untuk dihargai dan diberikan apresiasi..?

    BalasHapus
  12. wah saya mah kho ping kho we kang..

    blog sbg bacaan favorit ??

    keula bade ngadamel heula cikopai ah :D

    BalasHapus
  13. memungkin juga untuk sebaLiknya, yakni pengaLaman di pada aktifitas keseharian yg dituangkan daLam entry bLog.
    menyoroti mengenai tanggapan pengunjung, terLepas dari Link (dinikmati pengunjung bLog ada?). saya rasa yang demikian hanya diLakukan oLeh segeLintir pengunjung yg memang benar2 menanggapinya secara utuh, itu terLihat dari bahasa tuLisan pd komentar yg disampaikannya. memang haL yg ironis, tapi mau diapakan Lg kaLau tidak dimuLai dari diri kita sendiri untuk membangun perbaikan pencitraan aktifitas bLogging yg sebenarnya.
    semoga aja dgn haL2 keciL seperti yg kita Lakukan bersama dapat memuLihkan pencitraannya, paLing tidak bagi diri kita sendiri dan diharapkan untuk mayoritas yg menjaLankan aktifitas bLoggingnya.

    BalasHapus
  14. Untuk yang baru belajar menulis, tulisanmu bisa dijadikan sebagai catatan, khususnya untukku.. jujur aja point2 diatas sepertinya belum ada di tulisanku yang omong kosong...

    BalasHapus
  15. wah kalo aq waktu kuliah dulu thn 92-an suka baca novel silat gan KOPINGHOO MAS....

    BalasHapus
  16. + JALOE : sok mangg atuh ahh.. aya rencang tah geuning sareng kang ahmad nu sami2 sedep kana khopingkho..

    + om rame : amiin om. saya juga selalu berharap agar pencitraan aktivitas bogging itu dapat benar2 dipahami dan diresapi oleh seluruh blogger.. jadi dari aktivitas blogging ini masyarakat bisa mengambil manfaat yang besar dari apa yang ditulis atau dibacanya..

    + TriZ : ah, siapa bilang tulisan mbak TriZ omong kosong? saya benar2 tak yakin... buktinya tentang kue2 gosong itu benar2 ada kan? hahaaaaaa...

    + achmad taher : klo 92 masih suka novel silat, mudah2an tahun ini hobi ini sudah beralih jadi suka baca blog.. ya kan? hhmmmm...

    BalasHapus
  17. wah sepertinya saya selama ini hanya posting2 tanpa mempertimbangkan itu semua... huhuhu *ke pojokan garuk2 tanah

    BalasHapus
  18. + kebookyut : wah, masa kebo garuk2? bukannya yg sering garuk2 tanah itu kelinci? atau garuk2 kepala itu adalah...?? wkwkwkkkk..

    BalasHapus
  19. Hahaha... kue gosong jangan dibahas atuh akh malu-maluin... bener kang bukan omong kosong... bukti aneh tapi nyata...

    BalasHapus
  20. + TriZ : ah, sanes bade ngabahas, ieu mah mung masihan conto wungkul.. yen posting teh TriZ sanes omdo.. tapi reality show.. hahaaa..

    BalasHapus