30 September 2010

Bukti Bahwa Melamun Pun Ada Manfaatnya

7 komentar :
alamathuR.com - Saat ini, mungkin baru beberapa dari kita yang menyadari bahwa terkadang waktu melamun itu adalah waktu yang berkualitas. Dalam 'ritual' unik ini, pikiran kita akan dibiarkan terbebas mengembara kemana-mana tanpa batas. Mengenali peristiwa-peristiwa yang sudah ataupun belum pernah kita alami, atau membayangkan jalan-jalan yang pernah ataupun belum kita lewati. Ketika pikiran kita mengembara, seringkali secara tidak sadar kita menemukan jawaban-jawaban atas suatu permasalahan yang sedang kita hadapi, menemukan ide-ide baru, atau konsep-konsep spiritualitas.

Ada sebuah fenomena unik terkait dengan kebiasaan melamun ini yang saya dapat dari pengalaman beberapa teman saya. Beberapa orang diantara mereka sepakat mengatakan bahwa salah satu tempat dan waktu favorit untuk melamun adalah ketika kita berada ditoilet untuk *****. Dalam situasi tersebut tidak jarang mereka merasa bisa menemukan inspirasi ketika melamun. Mungkin Anda juga sependapat? hahaaa....

Hanya saja, dalam melakukan ritual melamun ini juga jangan sampai kebablasan. Kenalilah tempat dan situasinya dengan tepat. Kan tidak lucu juga jika Anda melamun ketika mengikuti meeting dengan rekan kerja di kantor. Bisa-bisa bukannya ide dan solusi yang didapat, tetapi Anda malah ditegur dan diusir keluar ruangan oleh atasan Anda.

27 September 2010

Jangan Ragu Menulis Konten Yang 'Tidak Menarik'

13 komentar :
aLamathuR.com - Rekan blogger sekalian, jika selama ini Anda selalu beranggapan bahwa satu-satunya jalan untuk menjadikan blog Anda populer dimata pembaca adalah dengan cara selalu menulis konten (posting blog) yang sedang menjadi topik pembicaraan hangat, atau harus dengan gaya yang kontroversial, maka mulailah untuk mempertimbangkan yang akan saya sarankan dalam tulisan kali ini. Ini bukanlah suatu hal yang rumit dan bukan pula teknik SEO tingkat tinggi, sehingga saya yakin Anda pun bisa mencobanya. Perlu bukti? Teruskanlah membaca paragraf selanjutnya.


Gb.1 Klik untuk melihat ukuran sebenarnya
Gb.2 Klik untuk melihat ukuran sebenarnya

Coba Anda perhatikan gambar ilustrasi komposisi konten Top10 blog ini menurut data statistik blogger.com selama periode Mei-September 2010 (gambar 1) dan data statistik google analytics selama periode Oktober 2009-September 2010 (gambar 2). Topik apakah yang menempati peringkat pertama? ternyata itu bukanlah tulisan yang bertema seleb (karena saya bukan jurnalis infotainment), bukan bertema tutorial (karena saya bukan pula seorang blog-master), ataupun bukan topik unik bin aneh bin ajaib bin langka! Yup, itu hanyalah tulisan saya yang sederhana dan sangat 'tidak menarik', mengulas ciri-ciri negara terbelakang menurut apa yang saya kaji dan pahami.

Jika Anda bandingkan antara tampilan konten Top10 dalam gambar diatas dengan beberapa komentar yang menanggapi posting tersebut maka akan terlihat dua sisi yang unik untuk disimak. Secara peringkat, konten ini menempati peringkat ke-1 sebagai posting terpopuler di blog ini, tetapi disisi lain ada komentator (yang sengaja saya biarkan dan tidak dihapus) yang menanggapinya dengan 'nada menyindir'.. hhmmm.. cuman sayang sekali, yang bersangkutan tidak berani mencantumkan namanya (alias Anonymous).

Kenapa tulisan yang 'tidak menarik' ini bisa berada di peringkat pertama? Analisa sederhana saya memprediksi jika tingginya stabilnya traffic untuk tulisan ini mungkin disebabkan karena bahasannya bisa menjadi salah satu tambahan rujukan untuk siswa SMP/SMU atau mahasiswa yang sedang mencari data dan informasi untuk melengkapi tugas sekolah/kuliah mereka. Dalam data statistik harian versi blogger.com maupun versi google analytic pun ternyata untuk tulisan ini setiap harinya selalu saja ada user yang mampir ke posting ini karena direkomendasikan terutama oleh mesin pencari Google.

Anda sah-sah saja berpendapat jika konten seperti ini sangat tidak menarik! dan bahkan saya berani jamin jika saya meminta Anda untuk menulis hal-hal seperti ini, maka mungkin Anda akan berpikir 1000x untuk mau menulis atau mempostingnya dalam blog yang Anda miliki. Hahaaaa....

Secara pribadi saya sangat memahami jika rata-rata persepsi Anda (sebagai blogger) saat ini adalah kurang lebih masih sepert ini: "Menulislah tentang sesuatu hal yang benar-benar menarik (padahal itu mungkin hanya menurut Anda sendiri), up to date, yang masuk top trending, hot topic dsb." Saya tak sepenuhnya menyalahkan pandangan seperti ini, karena saya pun menyadari jika blog Anda, tentu isinya terserah Anda. Tetapi tak ada salahnya juga Anda untuk mencoba sesekali mengangkat tentang sesuatu tema yang 'lebih bermanfaat' meskipun terkadang itu terlihat (seakan menurut Anda) kurang menarik. Simak saja contoh lain tulisan saya yang 'tidak menarik' yang pernah saya rilis di blog ini:


Ingatlah bahwa pembaca blog Anda mungkin tidak semuanya sekedar mencari bacaan hiburan semata. Dan sangat memungkinkan juga kalau pembaca datang ke blog Anda adalah untuk mencari referensi (meskipun blog Anda bukan sebuah Ensiklopedia) dan bacaan-bacaan bermutu. Jika ternyata misalkan para pembaca ini 'terdampar' dan menemukan blog Anda karena direkomendasikan oleh search engine (seperti Google atau Yahoo) bukankah itu akan memberi pengaruh bagus untuk ranking blog Anda juga di mata mesin pencari?

Jadi mulai saat ini masihkah Anda ragu untuk mulai menulis konten yang 'tidak menarik'? saya akan buat ini sebagai tantangan menulis untuk Anda...

22 September 2010

Kerja Cerdas, Kerja Lugas dan Kerja Ikhlas

5 komentar :
aLamathuR.com - Ide dari tulisan kali ini merupakan kelanjutan dari artikel Apakah tujuan itu perlu dituliskan? yang pernah saya posting di blog ini beberapa minggu lalu. Jika kita sudah mengenali apa yang menjadi tujuan-tujuan kita (baik tujuan jangka pendek maupun jangka panjang), maka langkah selanjutnya adalah menentukan strategi untuk mengawal setiap langkah kita dalam mencapai tujuan tersebut. Kenapa hal ini dianggap penting? tentu saja karena dibalik setiap pengorbanan waktu, tenaga dan sumber daya yang kita keluarkan itu pada hakikatnya adalah sebuah pembelajaran diri untuk menghormati sebuah proses, bukan hanya berorientasi kepada hasil semata.


Ingatlah bahwa keberhasilan itu hanya merupakan bonus atas proses kerja cerdas, kerja lugas dan kerja ikhlas yang telah kita lakukan. Lantas, seperti apakah penjabaran dari proses kerja cerdas, lugas dan ikhlas seperti yang saya maksudkan? Inilah sebagian diantaranya:


  1. Buatlah pengingat harian. Kesibukan harian yang menurut kita menyenangkan terkadang membuat kita terlalu enjoy dan melupakan agenda lainnya yang seharusnya kita kerjakan. Cobalah untuk menyusun pengingat sederhana dan segera rasakan manfaatnya!
  2. Bersahabatlah dengan waktu, karena waktu berjalan begitu cepat dan tak akan bisa perlambat atau hentikan. Bayangkan dengan waktu yang serba terbatas ini kita bisa menelurkan ide, membuat rencana, menyusun strategi untuk meraih menikmati hasil gemilang.
  3. Konsistensi adalah raja. Kombinasikan aspek ini dengan poin kedua diatas. Tetapi jangan lupa untuk sedikit menyisipkan selingan ditengah aktivitas sehari-hari, untuk menghindari kejenuhan yang mungkin datang secara tiba-tiba.
  4. Hormatilah kalender yang telah dibuat. Hal ini untuk memastikan agar hidup kita bisa lebih teratur dan terencana. Disiplinlah dari mulai hal-hal kecil seperti pengaturan jam tidur, jam makan dan jam bermain, sampai dengan hal-hal besar seperti rencana yang berkaitan dengan karir, dan kesiapan menghadapi masa pensiun.
  5. Bersikaplah agresif. Ungkaplah apa rencana-rencana kita. Dapatkan feedback dari orang lain atas setiap rencana kita. Bila diperlukan, keluarlah dari situasi nyaman kita saat ini dan ambillah resiko yang ada. Dengan tantangan yang akan dihadapi maka kita akan semakin terpacu untuk lebih percaya diri, lebih dewasa dan lebih produktif dalam memberikan solusi atas suatu permasalahan.

Sebagian alternatif, langkah-langkah lainnya sudah saya bahas dalam tulisan terdahulu yang berjudul Efektifkah Cara Kerja Kita Dalam mencapai Tujuan?.

Jika Anda merasa ada yang kurang sreg, atau kurang sepaham dengan apa yang saya jabarkan dalam tulisan diatas, dan berniat menambahkan, maka saya akan undang Anda berdiskusi dan memberikan tanggapan atas tulisan ini...

21 September 2010

Ujung-Ujungnya Blog

9 komentar :
aLamathuR.com - Belajar kepada nasihat orang bijak yang mengatakan bahwa orang yang gagal sesungguhnya hanya terbagi menjadi dua kelompok. Pertama, mereka yang berpikir gagal namun tidak pernah melakukannya. Kedua, mereka yang benar-benar pernah mengalami sebuah kegagalan, tetapi tidak pernah memikirkannya. Jika saya membuat sebuah perbandingan diantara keduanya, maka saya yakin bahwa kelompok pertama jumlahnya akan lebih banyak dibanding dengan kelompok kedua. Anda sependapat dengan saya?

Berpikir gagal secara langsung berkaitan dengan sifat pesimis pada diri. Sifat pesimis ini akan menempatkan anda selalu berada dalam keragu-raguan dalam mengambil tindakan. Bahkan beberapa orang bijak mengatakan bahwa dengan keragu-raguan ini pula maka 50 persen dari kemungkinan tingkat keberhasilan usaha yang dilakukan sudah lenyap.

Untuk menjadi seorang pribadi yang tidak mudah untuk berpikir gagal hanya bisa dilakukan melalui solusi alternatif seperti ini: Kuasailah ilmunya untuk setiap tindakan yang kita ambil dalam mencapai suatu tujuan. Untuk bisa menguasai suatu ilmu, maka banyaklah membaca. Untuk bisa banyak membaca, maka belilah atau pinjamlah buku teman Anda. Jika Anda tidak memiliki cukup uang untuk membeli buku, atau tidak memliki cukup teman yang hobi mengkoleksi buku, maka jadikanlah membaca blog sebagai salah satu solusi... hahahaaaaa...

Dengan catatan:
*bacalah setiap posting blog dengan benar..
*ambil manfaat yang nyata dari setiap aktivitas blogging yang dilakukan..

17 September 2010

Semoga Hari Ini Cepat Berlalu

12 komentar :
aLamathuR.com - Ada yang tidak beres dengan otak saya hari ini. Saya yakin itu. Beberapa agenda yang sudah direncanakan untuk bisa diselesaikan haripun belum juga ada yang sesuai target. Entahlah apa yang salah dengan hari ini. Apakah mungkin konsentrasi terlalu terfokus kepada libur akhir pekan besok? ah, tidak juga! atau, apa karena minggu ini suasananya masih terasa seperti liburan pasca lebaran? ditambah lagi dengan situasi kantor dimana beberapa rekan kerja masih cuti menikmati liburannya di kampung halaman masing-masing.

Semoga hari ini cepat berlalu, setidaknya jarum pendek jam tangan saya cepat bergerak ke arah angka 5.... dengan begitu, semua kertas dan alat-alat kerja ini bisa saya simpan untuk sementara sampai awal pekan depan...


16 September 2010

Percaya Diri, Modal Dasar Untuk Menulis

6 komentar :
aLamathuRs.com - Suatu ketika mungkin Anda pernah bengong cukup lama di depan komputer atau buku catatan Anda. Dengan bermodalkan ide yang sudah mucul di kepala saja ternyata tidak cukup mampu untuk menyelesaikan kalimat per kalimat yang ingin Anda tuliskan. Kenapa hal itu bisa terjadi? Salah satunya mungkin karena Anda ragu dengan apa yang akan Anda tulis, baik dari segi materi, maupun gaya penyampaiannya.


Dulu, saya pun demikian. Tak jarang ide yang sebenarnya sederhana pun memerlukan waktu cukup lama untuk mengolah kata per kata, kalimat per kalimat sampai paragraf per paragrafnya. Paling sering dilakukan adalah menulis kalimat, kemudian mengeditnya, menghapusnya lagi, menuliskannya lagi dan seterusnya. Menurut saya ini jelas erat kaitannya dengan keyakinan dan kepercayaan diri sendiri dalam mengutarakan bahasa yang dituangkan dalam bentuk tulisan.

Ketidakpercayaan diri ini telah membuat keraguan menguasai diri dan pikiran. Ujung-ujungnya berbagai pertanyaan pun biasanya menghampiri, misalnya seperti:

  • Apakah saya cukup kompeten untuk membahas tentang topik ini?
  • Apakah tulisan saya akan dianggap menarik oleh pembaca?
  • Jika tulisan saya kemudian ternyata banyak yang menyindir atau bahkan mencerca, apa yang harus saya lakukan?
  • dan seterusnya....

Jika pertanyaan-pertanyaan diatas selalu terpelihara dalam benak Anda, maka bukan tidak mungkin hal ini akan berujung kepada rasa minder. Lebih jauh Anda akan selalu dihantui keraguan untuk mulai menulis, menulis dan menulis.

Saya pernah membaca dalam tulisannya mas Eko Prasetyo tentang seorang abang becak yang sukses banting setir menjadi seorang penulis. Namanya adalah Joni Ariadinata. Mungkin salah satu dari Anda familiar dengan nama tersebut? Beliau adalah seorang penyair dan cerpenis yang pernah berprofesi sebagai penarik becak. Namanya mulai dikenal saat cerpennya yang berjudul Lampor dinobatkan sebagai karya cerpen terbaik Kompas pada tahun 1994.

Jadi, sudah siapkah Anda menaikkan kadar kepercayaan diri Anda untuk mulai menulis dengan bahasa dan gaya Anda sendiri?

15 September 2010

Bantulah Blogger Lain Menemukan Idenya Sendiri

8 komentar :
aLamathuR.com - Hal terbaik yang bisa Anda lakukan untuk orang lain adalah bukan dengan membagikan kekayaan yang Anda miliki kepada orang lain, tetapi alangkah lebih baiknya untuk membantu orang lain menemukan kekayaannya sendiri. Inilah pernyataan yang pernah dikemukakan oleh Benjamin Disraeli. Terlepas dari siapakah gerangan orang ini, seorang pakar atau bukan, yang jelas ada pelajaran berharga yang bisa diambil dari apa yang sudah disampaikannya.

Dalam konteks ngeBlog, kata bijak diatas secara sederhana bisa kita adaptasi dan sedikit dimodifikasi menjadi seperti ini: 

Hal terbaik yang bisa Anda lakukan untuk blogger lain adalah bukan dengan membagikan kreatifitas yang Anda miliki kepada blogger lain, tetapi alangkah lebih baiknya untuk membantu blogger lain menemukan kreatifitasnya sendiri.

atau lebih spesifik, bisa juga menjadi seperti ini:

Hal terbaik yang bisa Anda lakukan untuk blogger lain adalah bukan dengan membagikan ide menulis yang Anda miliki kepada blogger lain, tetapi alangkah lebih baiknya untuk membantu blogger lain menemukan idenya sendiri dalam menulis.

Jika semua orang sudah menyadari hal ini sekaligus bisa mengaplikasikannya, pasti dalam waktu kedepan tak akan Anda temukan lagi orang-orang yang gemar meneriakkan kampanye anti copas (copy-paste) tulisan lain.

Bukan begitu, begitu bukan ???

14 September 2010

Blogger Mudik : Plat Nomor B Sang Penunjuk Jalur

13 komentar :
aLamathuRs.com - Jujur saja, inilah pengalaman yang awalnya sedikit ragu untuk saya tulis disini. Secuil pengalaman unik dari perjalanan balik mudik kemarin. Karena ini adalah pengalaman solo-touring Tasik-Jakarta pertama saya dengan sepeda motor, maka saya pun masih benar-benar buta dengan jalur jalan yang harus dilewati. Sejak berangkat dari rumah, langsung terpancang niat untuk mengunjungi pos rehat lebaran yang saya pikir akan mudah saya temui di sepanjang jalur mudik. Tujuannya sederhana, hanya untuk meminta peta panduan jalur jalan. Setelah meluncur dan menyusur sepanjang jalan, ternyata sepanjang jalur mudik ini hanya saya temui tiga pos rehat yang sudah sepi. Disana pun tak menyediakan peta jalur mudik yang saya perlukan..paraahh..

Akhirnya perjalanan pun terpaksa berlanjut dengan panduan jalan seadanya. Setiap menemukan rambu penunjuk jalan bertuliskan arah ke Jakarta, ya saya ikuti. Celakanya, ternyata rambu penunjuk arah jalan ini terkadang tidak setiap perempatan/tikungan dipasang. Akibatnya terkadang saya harus menghentikan dulu sepeda motor saya sekedar untuk menunggu kendaraan mudik berplat nomor B (Jakarta).

Lucunya, tidak jarang ketika sampai pada sebuah persimpangan jalan, kendaraan berplat nomor B ini terpecah jalurnya. Inilah yang terkadang membuat saya mau tiak mau wajib mengoptimalkan naluri saya hahaaa.. Maklum, saya termasuk orang yang sedikit malas untuk menghentikan kendaraan hanya untuk menanyakan arah jalan. Padahal bukankah hal itu tentu merupakan modal yang harus dimiliki oleh kebanyakan bikers khususnya yang hobi melakukan touring jarak jauh?

Setelah sedikit meraba-raba jalur dengan mengikuti setiap kendaraan berplat nomor B ini, akhirnya sampai juga di daerah Karawang. Jam tangan saya sudah menunjukkan hampir pukul 18:00. Artinya sudah hampir enam jam saya menempuh perjalanan ini tanpa istirahat! pantat terasa panasss, tangan mulai pegal, kaki dingin, karena kondisi hujan yang membasahi sepatu kanvas saya..

Di salah satu persimpangan jalan yang lagi-lagi saya tidak tahu namanya, saya dibuat pusing ketika tak ada satupun rambu penunjuk jalan yang terpasang. Sialnya lagi, sudah beberapa menit saya tunggu kendaraan mudik berplat nomor B pun tak terlihat satupun. Saya pun putuskan untuk tetap setia menunggu di persimpangan jalan (hahaaa... seperti judul lagu saja yah..?)

Beberapa saat kemudian, muncullah rombongan sepeda motor berplat nomor B yang saya tunggu-tunggu. Alhamdulillah, akhirnya Tuhan menunjukkan kepada hambanya ini kepada jalan yang benar yang harus dipilih. Daripada saya sok tahu dan ternyata nyasar ke daerah antah berantah? mungkin seperti inilah pilihan yang lebih bijak. Bukan begitu, begitu bukan?. Perjalanan pun berlajut.. tarrriikkk maaanggg...

Setelah berpuluh-puluh kilometer menempuh jalur, kemudian sampailah ke daerah Bekasi. Dari sini sudah tak ada masalah lagi buat saya karena rambu penunjuk jalan sudah sangat mudah ditemui di setiap persimpangan. Jadi, sang plat nomor B sudah sedikit saya acuhkan, walaupun tidak sepenuhnya. hahaaa.. maklum saja, kadang saya masih sering nggak ngeh juga dengan rambu yang baru terlihat secara mendadak..

Akhirnya, tepat pukul 20:30 sampailah saya di rumah dengan selamat. Karena langsung terinspirasi untuk membuat reportasenya, jadi kemudian saya mencatat ide tersebut dalam benak terlebih dahulu (karena laptop dan alat tulis saya masih terpacking rapi dalam tas). Pagi ini sempat terbersit sedikit keraguan juga apakah cerita ini harus saya tulis disini. Tapi kembali saya teringat dengan nasihat Pak Guru Anas, tentang menulis dan menulis. Menulis tentang apapun yang ada di kepala. Menulis tentang apa yang ingin kita tulis walaupun belum tentu ingin kita bagi.

Sebagai penutup, tidak lupa saya ucapkah jutaan terima kasih kepada ratusan Plat Nomor B yang telah membantu menuntun saya dalam menempuh jalur mudik tahun ini sehingga bisa selamat sampai tujuan. Ternyata eksperimen mudik tahun banyak memberikan pelajaran berharga
 
 

Blogger Mudik : Eksperimen Memberikan Pelajaran Berharga

4 komentar :
aLamathuRs.com - Kemarin, untuk pertama kalinya dalam sejarah pengalaman mudik saya, dengan 'sedikit memaksakan diri' akhirnya bisa juga mudik menggunakan si kuda besi. Meskipun ini hanya untuk touring dalam rangka arus balik (perjalanan kembali dari kampung halaman ke Jakarta lagi), tetap saja perjalanan kemarin cukup menguras energi dan konsentrasi tingkat tinggi. Bayangkan saja, selama kurang lebih sembilan jam duduk mengendarai si kuda besi kesayangan dari ujung selatan (Tasik) sampai ujung utara pulau Jawa (Jakarta), dalam kondisi hujan sangat deras...

Untuk sebagian orang yang memiliki hobi touring (a.k.a bikers), mungkin jalur ini termasuk pendek dan biasa-biasa saja. Tapi untuk saya, jujur inilah pengalaman pertama touring cukup jauh dengan sepeda motor, tanpa boncenger, tanpa istirahat, dan yang paling penting: tanpa dicita-citakan! hahaaa...

Perjalanan kemarin seakan menjadi sebuah mimpi buruk yang benar-benar harus saya nikmati. Bagaimana tidak, jalur yang saya pilih ternyata diluar bayangan semula, alias benar-benar jauuuhhh. Ampun deh! Hujan deras yang mulai turun setelah satu jam take off dari halaman rumah (emang pesawat? heheee..) tak henti-hentinya setia menemani sampai dengan tujuan akhir. Jalur yang dipilih (lewat Purwakarta), kemarin memang belum terlalu padat, meskipun menurut prediksi awal justru kemarinlah yang akan menjadi puncaknya arus balik lebaran. Hanya beberapa kelompok sepeda motor berplat nomor T dan B saja yang memenuhi jalanan, dan sesekali diselingi mobil pribadi dan bus ukuran sedang.

Kondisi jalan yang cukup lengang membuat banyak sepeda motor menggenjot kecepatannya sampai rata-rata 90 km/jam-an, tetapi dengan kondisi jalanan yang cukup licin akibat hujan yang tak berhenti turun, maka perlu handling motor yang benar-benar prima untuk menaklukan jalur yang licin dan berbelok-belok. Sebagai catatan, dalam rentang tidak kurang dari satu jam saja, di depan saya terjadi lima kecelakaan sepeda motor. Kebanyakan diantaranya mungkin disebabkan karena kondisi pengemudi yang lelah dan mengantuk. Untungnya dari kecelakaan motor tersebut sepertinya kondisi korban tidak ada yang sampai meninggal, hanya ada beberapa korban yang mengalami luka-luka dan sepeda motor yang sedikit penyok.. hhhmmm...

Alhamdulillah, tepat jam 20:30, akhirnya sampai juga di Ibukota. Sampai rumah, langsung ganti baju, beres-beres, makan, dan nongkrong di depan tv sambil menyiapkan sedikit catatan untuk bahan reportase kepada rekan blogger hari ini. Selang beberapa menit kemudian, akhirnya saya terlelap di depan tv. Tetapi, jam 2 pagi terbangun karena ingat belum shalat Isya..

Dan pagi ini, dengan 'sedikit memaksakan diri' juga saya berangkat ke kantor berbekal energi yang masih tersisa tadi malam. Meskipun dengan kondisi badan yang masih belum terlalu fit, saya harus konsekuen dengan tanggung jawab pekerjaan yang sudah menunggu di kantor. Mudah-mudahan dengan secangkir kopi pahit di tempat kerja bisa memulihkan stamina saya, setidaknya untuk tetap bisa fight hari ini...

Semangatt..!!!

06 September 2010

Ini Malam Tersaji, Sore Kemarin Kabar

13 komentar :
aLamathuR.com - blog posting menulis (niat) dengan sampai, kerja email cek, forum diskusi mengintip, aplikasi download dari mulai, beragam terlalu agendanya itu kemarin karena alasannya Mungkin. blog dalam diskusi rekan-rekan menyapa blogging aktivitas melakukan untuk saya bagi cukup tidak itu ternyata, komputer depan nongkrong jam satu selama Meskipun. rumah sebelah warnet di dilakukan harus mau tidak mau online aktivitas maka, non-teknis kendala ada dikarenakan, biasanya seperti Tak. puasa berbuka jam menunggu sambil dilewati, kemarin sore blogging Aktivitas.

karuan tidak terbalik-balik menjadi inipun posting menulis sampai-sampai ngawur menjadi pun saya otak dalam Ide .online game atau playstation rental di suasana mirip menjadi itu tempat membuat berisik semakin lama semakin yang Suasana .Youtube hanya itu tempat ke datang saya awal sejak buka mereka yang, saya setahu padahal ...pula Berisik. sesak penuh menjadi pun itu meter 3 x meter 2,5 berukuran hanya yang warnet ruangan, ayal Tak. ...lah SD tiga atau dua kelas sekitar mungkin, kecil anak empat sampai dua oleh dipakai diantaranya tiga, lagi Parahnya.. warnet operator milik termasuk, unit lima sebanyak komputer ada hanya disana, saja Bayangkan. menulis konsentrasi untuk memungkinkan tidak sangat itu sempit warnet di suasana tetapi, dituangkan untuk ide ada tak atau niat ada tak Bukan. blog posting menulis, terakhir yang kecuali terlaksana agenda Semua.

informasi mengolah dan membaca dalam terlatih semakin akan Anda otak maka ini tulisan membaca dengan semoga doakan Saya .terbalik-balik kata susunan dengan walaupun, ini tulisan membaca mau ikhlas dengan telah yang Anda seperti baik orang ada masih ternyata untungnya Tapi.

02 September 2010

Bagaimana Menjadikan Blog Sebagai Bacaan Favorit

21 komentar :
aLamathuR.com -  Suatu ketika, pernah saya berdiskusi dengan beberapa rekan sewaktu kuliah di Bandung tentang bacaan favorit masing-masing. Dari obrolan sederhana ini, saya mendapatkan gambaran ternyata novel menempati peringkat pertama sebagai bacaan paling disukai. Ada yang suka dengan serial Agatha Christie, John Grisham, sampai dengan beberapa novelis fenomenal negeri ini seperti Andre Hirata dan Habiburrahman El Shirazy. Selain novel, jawaban yang muncul sangat bervariasi, ada memilih lebih suka membaca koran, majalah sampai dengan komik jepang (anime). Kemudian saya pun bertanya kenapa tidak ada yang memilih blog sebagai bacaan favorit? Inilah Pe-eR untuk kita semuanya sebagai seorang blogger.

Untuk menjadikan blog kita sebagai sebuah bacaan favorit, sepertinya sudah waktunya kita mengkaji ulang paradigma blogging kita selama ini. Apakah sudah mengena dengan hati pembaca blog kita?

Menulis dalam blog sejauh ini memang termasuk dalam kategori menulis bebas. Kenapa saya katakan demikian? Karena sepengetahuan saya, ilmu blogging itu sendiri masih belum ada ketentuan bakunya, baik itu dalam segi aturan penulisan ataupun dalam segi penyajian tampilannya. Tetapi ada beberapa hal yang mungkin bisa kita jadikan patokan ketika gagasan yang kita tuangkan dalam posting blog dianggap 'sukses mempengaruhi' pembaca kita. 

Penilaian atas keberhasilan sebuah tulisan dalam mempengaruhi pembacanya memang bisa bersifat sangat relatif, bahkan cenderung bisa sangat subjektif. Tetapi jika saya boleh berpendapat, maka saya akan merumuskan beberapa tolok ukurnya seperti ini: Tulisan kita dalam blog akan dianggap sukses mempengaruhi pembaca, ketika:

  1. Pembaca merasa mendapatkan manfaat dan inspirasi dari apa yang kita sampaikan dalam tulisan/posting blog kita.
  2. Pembaca blog kita dapat meneruskan pesan dari apa yang kita tulis kepada yang lainnya. Bentuk penyampaian berikutnya bisa berupa posting ulang dengan kata-kata dan gaya bahasa yang berbeda, atau mungkin juga hanya meneruskannya secara lisan kepada teman atau orang lain disekitarnya.
  3. Pembaca kita mengetahui bagian intinya dari tulisan kita, sehingga bisa menjelaskan poin-poin penting yang menjadi pokok bahasan.
  4. Pembaca kita merasa terikat secara emosional dan atau secara intelektual dengan isi tulisan kita. Bahasa sederhananya, ketika tulisan kita berhasil menyentuh hati (heart) dan atau pikiran (minds) pembaca. Bagian inilah yang paling sulit tetapi sekaligus bisa menjadi nilai tambah.

Jadi, sudah siapkah untuk menjadikan blog anda sebagai bacaan favorit bagi pembaca Anda? Sudah siapkah apa yang Anda tulis untuk benar-benar dinikmati pengunjung blog Anda? Semoga ini bisa menjadi tantangan tersendiri bagi rekan blogger semuanya.....