23 Agustus 2010

Menjadi Penikmat Blog Sejati

22 komentar :
alamathuR.com - Sesungguhnya tidak ada hal lain di dunia ini yang lebih menyenangkan daripada menjadikan diri Anda sebagai 'penikmat blog sejati'. Inilah kalimat pengantar provokasi saya untuk Anda dalam tulisan kali ini. Entah darimana datangnya ide untuk menulis tentang ini, saya tidak tahu secara pasti. Yang jelas secara tiba-tiba ketika saya bangun tidur pagi tadi langsung terpikir istilah 'menjadi penikmat blog sejati'. Lantas yang saya maksudkan dengan menjadi penikmat blog sejati?

Sebelumnya saya ingin tegaskan kepada Anda bahwa dalam tulisan ini saya akan mengusung dua istilah sebagai bahan perbandingan. Yang pertama 'menjadi penikmat blog sejati', dan yang kedua adalah 'menjadi blogger sejati' yang menurut pemikiran saya cakupannya jauh lebih luas. Seperti apa penjelasannya? Inilah argumentasi saya tentang perbedaan kedua istilah ini:

Menjadi Blogger Sejati
Dalam istilah yang pertama ini, cakupan istilah 'menjadi blogger sejati' sangatlah luas, benar-benar luas. Bahkan jika ada peribahasa "dunia tidak selebar daun kelor", maka saya bisa ubah peribahasa tersebut menjadi kurang lebih seperti ini: "dunia para blogger tidak selebar daun kuping gajah".. hahahaaa.. Tetapi dari luasnya cakupan definisi ini, saya bisa sarikan poin penting dari istilah 'menjadi blogger sejati' ini.

Dalam pemahaman saya, seorang blogger sejati adalah seseorang yang memposisikan dirinya secara total dalam memiliki, menjaga brand image blog, menulis posting, mengatur jadwal update posting secara reguler, merespon komentar pembaca sampai dengan mengatur ruang iklan yang dibutuhkan (jika ada), sekaligus mengambil tanggung jawab secara penuh atas semua konten yang dimuat dalam blognya secara profesional. Tak jarang sebagian dari mereka dapat menjadikan blognya sebagai tambang dollar yang sangat menggiurkan. Saya pernah baca dalam suatu artikel di blog tetangga (maaf, saya lupa nama blognya) tentang 10 blogger dunia dengan penghasilan tertinggi. Disana diinformasikan tentang blog yang saking populernya, berani memasang tarif biaya iklan lebih dari Rp.110 juta rupiah per bulan hanya untuk ruang iklan seukuran banner 125 X 125 pixel! gile... kapan blog ini bisa seperti mereka ya? hhmmm.... Inilah yang saya sebut dengan seorang blogger sejati.

Menjadi Penikmat Blog Sejati
Dalam istilah yang kedua ini, saya sedikit persempit cakupan definisi dari istilah yang pertama. Artinya untuk menjadi penikmat blog sejati, penekanannya lebih kepada proses untuk menjadikan diri Anda nyaman ketika menyerap gagasan dan pemikiran dari setiap posting yang Anda baca dalam sebuah blog. Gagasan dan pemikiran yang Anda tangkap tersebut kemudian mampu Anda olah menjadi informasi yang bermanfaat untuk diri Anda sendiri ataupun untuk orang-orang disekitar Anda. Umumnya, untuk dapat menyerap gagasan dari suatu posting yang Anda baca (secara utuh) maka keberadaan kotak komentar akan sangat membantu Anda untuk terlibat secara langsung dalam diskusi tentang topik yang dibahas dalam sebuah posting blog.

Karena itu, jika Anda berniat menjadi seorang penikmat blog sejati, cobalah dari sekarang mulai membiasakan diri untuk selalu membaca posting blog secara utuh sampai Anda benar-benar memahami maksud dari apa yang disajikan dalam tulisan tersebut. Selain itu, cobalah juga untuk mulai meninggalkan kebiasaan lama Anda mengisi komentar 'alakadarnya' atas suatu posting yang Anda respon (padahal belum tentu Anda membacanya). Manfaatkanlah keberaan kolom komentar tersebut sebagai saran diskusi dan bertukar pikiran antara Anda dan si penulis, atau antara Anda dengan pembaca lainnya yang kebetulan membaca posting yang sama. Atau setidaknya, bisakanlah diri Anda untuk dapat menunjukkan apresiasi Anda terhadap isi dari suatu tulisan/posting atau bahkan terhadap penulisnya, dengan cara yang lebih elegan.

Setelah membaca argumentasi saya diatas, mulai sekarang Anda (mungkin) dapat membedakan (atau mungkin juga tidak?) apa yang saya maksudkan sebagai perbedaan antara 'menjadi blogger sejati' dan 'menjadi penikmat blog sejati'. Intinya, dengan menjadi seorang penikmat blog sejati maka akan membuka jalan bagi Anda untuk mencapai tahapan menjadi seorang blogger sejati. Semoga dengan ini Anda akan mendapatkan sedikit pencerahan terkait aktivitas blogging yang Anda lakukan selama ini.

Jadi manakah yang Anda pilih, 'menjadi blogger sejati' atau 'penikmat blog sejati'? Jika Anda masih belum dapat membedakannya, atau misalkan Anda memiliki pandangan berbeda tentang hal ini, marilah kita sharing dalam bagian akhir dari tulisan ini....

22 komentar :

  1. Setuju sekali Blogger sejati memang harus bisa memposisikan dirinya secara total dr mulai update sampai dengan mengatur tampilan blog dan juga mempunyai brand image untuk blognya supaya bisa lebih mahal harganya di mata para pengunjung....!!!

    Tapi ada satu lagi mas blogger sejati tidak merokok rokok SEJATI hehehehehehe...piss Ach.

    BalasHapus
  2. Tadi saya sudah tdk sabaran ingin membaca tulisan ini pas lihat tinggi headermu mas. Judulnya menggoda ...

    Sepertinya saya lebih tergoda dg blogger sejati. Apa mungkin ya. Tapi godaannya kuat sekali... entahlah.

    Dan keduanya tdk bisa hidup sendiri. Blogger penikmat sejati diciptakan oleh blogger sejati, karena tulisannya mmg memancing gairah baca. Tapi tanpa kunjungan dan komentar dari si penikmat, tidak akan tersiar seorang blogger sejati.... "Blogger sejati?" Hhhm.... sebuah istilah yng sedap mas.

    Saya punya kesa tersendiri setiap membaca tulisan mas ini. Tidak terlalu menohok, tapi pelan2 punya daya tarik sendiri. Menurut saya mgk krn mas terkendali dg alurnya, sehingga apa yg dibuka, juga itu yg ditutup. Jd klop.

    Gimana kira2 mas?

    BalasHapus
  3. saya mau menjadi dua-duanya-baik blogger sejati maupun penikmat blog sejati.. :)

    PS: saya suka tulisan-tulisannya, kritis dan orisinil.

    BalasHapus
  4. sesuai dengan postingan saya beberapa waktu LaLu, merasa menjerit meLihat sebuah konten bagus yg isinya sangat inspiratif dan informatif tapi kotak komentarnya hanya di isi oLeh kata2 yg enggak jeLas arah.
    dari kedua sisi yg berbeda tersebut, saya rasa ituLah ironis dari sebuah aktifitas yg seharusnya di isi oLeh haL2 bermanfaat namun disaLahartikan oLeh oknum2 tertentu. mbok ya kaLo mau bisnis yah bisnis aja gitu, jangan ngacak2 dunia bLogger sejati.
    tapi apapun itu kita kembaLikan kepada diri masing2 untuk menyikapi, semoga aja apa yg teLah sobat sampaikan dapat dicermati seutuhnya oLeh para bLogger dari berbagai kaLangan dan adapat diapLikasikan niLai2 positif yg terkandung di daLamnya.

    BalasHapus
  5. Aduhh rasa2nya aku jauh banget dari yang namanya Blogger Sejati... kalo penikmat blog sejati, aku selalu berusaha mas..

    BalasHapus
  6. hmm,,pertamax untuk postingan ini,,, memang betul,,sebelum berkomentar ada kalanya kita harus membaca isi postingan trs,,dan komentar yag berhubungan pula,,, nice sob,,bener2 orisinil ^^

    BalasHapus
  7. + ChugyGÒgÓG : "..supaya bisa lebih mahal harganya di mata para pengunjung" ..asal jangan jadi sok jual mahal aja klo dah sukses.. hahaaa..
    + Erianto Anas : godaan menjadi blogger sejati? saya prediksi ini akan menjadi salah satu bahasannya Pak Guru kedepan..hahaaaa..
    + Agenda ibu rumah tangga : saya doakan semoga blognya semakin sukses.. dan terima kasih atas apresiasinya..

    BalasHapus
  8. + om rame : merasa menjerit kalo melihat konten bagus tp isi komentnya kentut semua? ..berbahagialah, itu artinya Anda termasuk blogger yang berjalan pada trek yang benar.. bukan begitu?
    + TriZ : sejauh apa tuh mbak? mudah2an biarpun jauh masih ada semangat untuk mendekatinya.. dan saya benar2 rasakan aroma optimisme itu pada blognya mba triz...
    + Elvindinata : pertamax?? sepertinya Anda harus lihat beberapa baris diatas komentar Anda... hahaaa.. tq buat apresiasinya juga..

    BalasHapus
  9. klo saya sendiri spertinya penikmat blog sejati yang sedang berusaha menjadi blogger sejati, krn smpe saat ini saya ga bs full time untuk fokus ke blog saya, yah memang siapa yg tak mau blognya menjadi lahang mencari uang ?

    klo masalah komentar memang perih jg klo kita sudah dengan kerja keras mebuat artikel original sendiri tetapi komentarnya ga nyambung, promosi, atau bahkan alakadarnya, klo bwt saya, drpd berniat komentar sperti itu, mendingan gausah komentar skalian, isi aja di cbox klo mau bgitu

    BalasHapus
  10. mmm... aku termasuk apa yah? Kayaknya lebih ke bloger sejati mungkin. Sebenarnya pengen juga jadi penikmat blog sejati, tapi terbentur waktu. Apalagi tak semua blog yg kukunjungi merupakan blogger sejati, alias postingannya (maaf) gak berisi. Kalo gak meninggalkan komentar ntar dibilang somse, jadi terpaksalah komentarnya juga asal, sesuai dgn tulisannya.

    BalasHapus
  11. harapan saya demikian Kang, saya menginginkan ideaLisme. di mana, biLa memang isinya candaan yuuuk kita sama2 saLing bercanda sampe muLes, dan biLa isinya serius yuuuk sama2 kita maknai. sehingga tercermin apa yg dinamakan saLing berbagi, tapi ironisnya tiap karakter bLogger berbeda dan tidak jarang justru terkesan memiLiki kepentingan pribadi yg enggak jeLas arah.
    kenapa?, menuLis itu kan bukan perkara gampang. memang benar tuLisan tsb berdasarkan referensi (buku, misaLnya) tetapi seteLah di oLah itu kan sdh mnjdi karya penuLis ke-2 nya dan dLm mengeLoLa hrs bermodaLkan keahLian di bidangnya masing2. jd ituLah dasar jeritan saya bbrpa waktu LaLu. semoga aja sekeLumit komentar saya ini bisa mnjdi perhatian bagi pengunjung tertentu yg suka buang sampah sembarangan.

    BalasHapus
  12. + oempak : blogger sejati kan tidak berarti harus full time juga dalam ngeBlog.. partime juga bisa (contoh Pasricha), asal kriteria yg saya sebutkan diatas terpenuhi.. ya kan?
    + Fanda : klo mbak fanda sudah tidak diragukan lagi. saya dah lihat beberapa blognya dr mulai yg jualan buku, catatan harian, sampai dengan yg terbaru (fitness).. semuanya masih terupdate dengan baik.. salut!
    + om rame : tentu saja komentar om rame akan sangat bermanfaat untuk pengunjung blog ini, terutama yang membaca diskusi dalam posting kali ini.. o iya, saya bangga dengan om, dengan yakin mengutarakan idealisme, karena saya lihat kebanyakan blogger seperti idealis, tapi tidak pernah mau mengakuinya.. salut, 5 jempol buat Om Rame!

    BalasHapus
  13. Saya setuju ama oempak, saya juga seorang penikmat blog yang berusaha menjadi bloggersejati, tapi apa bisa ya?? Hehe
    banyak alasan dan kendala yang menghadang, mulai dari susahnya mencari innspiasi buat postingan sampai koneksi internet di daerah pelosok seperti daerah saya,...

    BalasHapus
  14. postingan yang menarik dengan komen dari rekan2 bloger yang juga saling mengisi, btw cocok dengan om rame bila postingannya candaan tentu kita sikapi dengan candaan dan bila serius nari kita sama2 sharing pendapat sehingga dapat ditarik benang merah atas postingan tsb. Salam

    BalasHapus
  15. + Nats : jika Anda sudah benar2 memasuki tahap penikmat blog sejati sepertinya tidak akan terlalu sulit untuk melangkah ke jenjang berikutnya sebagai seorang blogger sejati.. kuncinya TETAP SEMANGAT dan DOA..

    + BRI Jakarta Veteran : betul pak BRI.. jika saya setuju dengan om rame, maka saya juga otomatis akan setuju dengan pendapat Anda ini...

    BalasHapus
  16. Saya bukan blogger sejati, pun bukan penikmat blog sejati. Saya sepertinya juga bukan penyembah Google & penyembah trafik. Lalu apa dong? :)

    Mengapa kata-kata "menjadi blogger sejati" & "penikmat blog sejati" banyak dipakaikan tag "<i>"? Untuk makanan algoritma mesin pencari?

    BalasHapus
  17. + dani : jika Anda belum mengetahui identitas diri sendiri, artinya untuk pertanyaan ini hanya rumput yang bergoyanglah yang bisa menjawabnya... :)

    Frase tersebut saya tulis italic dengan maksud penekanan istilah saja, tanpa ada sedikitpun dimaksudkan dengan trik SEO atau semacamnya... karena terus terang saya sangat awam SEO dan apa benar trik meng-italic-kan kata/frase/kalimat bisa mengakali search engine?

    kalo itu benar dan terbukti mungkin kedepan saya akan buat posting dengan tulisan italic semua.. hahaaaa...

    BalasHapus
  18. sampai hati ini pun ideaLisme tetap saya kibarkan tetapi berdasarkan porsi dari kebanyakan rekan ngebLog saya, tapi kayaknya kurang mengenai. sedangkan kaLau porsinya di tambah nanti maLah tambah teLer semua, masih bingung nih.

    BalasHapus
  19. + om rame : kalo menurut saya, penyebaran idealisme kepada pembaca kita memang perlu dilakukan dengan cara yang halus, sedikit demi sedikit.. bukankah peribahasa kita mengatakan 'sedikit demi sedikit lama lama bisa menjadi bukit'?

    BalasHapus
  20. saya ingin menjadi blogger sejati

    BalasHapus
  21. entah itu penikmat ataupun blogger sejati,selama apa yang kita baca ataupun kita tulis bermanfaat untuk diri sendiri ataupun orang laen, saya rasa ga ada pembedanya juga..selama kita menikmati apa yang kita baca ataupun apa yang kita tulis, bukankah itu seninya blogging? heheehe..maap jika ad salah kata,maklum newbie :)

    BalasHapus