31 Agustus 2010

Trik Mendapatkan Komentator Tetap Blog Anda!

38 komentar :
aLamathuR.com - Pernahkah anda merasa kesal karena tulisan anda tidak pernah ditanggapi blogger lain? Untuk sebagian blogger mungkin tak jadi masalah, karena niat dari awalnya memang hanya ingin menulis dan berbagi. Tidak peduli jika apakah tulisannya itu ada yang membaca ataupun tidak. Karena dengan menulis saja, kenikmatan blogging sudah didapatkannya. Tetapi lain halnya jika anda termasuk tipe blogger yang gila dikomentarin pengunjung, bersiaplah untuk mempraktekkan sedikit trik dari saya. Trik sederhana ini saya bagikan gratis untuk Anda disore hari yang cerah ini. Saya juga memberikan garansi bahwa trik ini bisa berlaku sepanjang jaman!, karena tidak ada tanggal kadaluarsanya.

Tapi sebelum mempraktekkanya, ada baiknya Anda pertimbangkan beberapa pertanyaan yang akan saya ajukan berikut ini:

  1. Apakah dalam menulis Anda hanya menginginkan banyak komentar, tanpa harus mempedulikan kualitas komentar yang masuk nyambung atau tidak dengan topik yang sedang dibahas?
  2. Apakah dalam menulis Anda hanya menginginkan banyak komentar yang berisi apresiasi sederhana, tapi tidak menyentuh kepada esensi bahasan dari yang Anda sampaikan? contohnya :'thx infonya mas', 'nice info gan', 'tulisan yang menarik', 'sangat bermanfaat' dll... atau
  3. Apakah dalam menulis Anda memang menginginkan banyak komentar yang berisi diskusi aktif yang nyambung dengan gagasan yang dituangkan melalui tulisan Anda?

Jika pilihan jawaban Anda jatuh pada nomor 1 atau 2 maka Anda tidak perlu meneruskan membaca tulisan ini, karena Anda tidak akan menemukan apa yang dicari. Dan saya persilahkan Anda untuk beranjak ke blog tetangga sebelah saja. Tetapi jika pilihan Anda adalah nomor 3, maka Anda boleh lanjutkan untuk membaca paragraf berikutnya.

Persiapkan Diri Anda
Perlu Anda ketahui bahwa untuk mendapatkan 'mangsa' yang akan Anda jadikan sebagai calon komentator tetap blog milik Anda, langkah pertamanya cobalah untuk jalan-jalan ke tulisan-tulisan yang diposting di blog lain, dan perhatikan komentar-komentar yang menyertainya. Kemudian pilihlah beberapa bloger yang menulis komentar sedikit agak panjang dan benar-benar nyambung dengan apa yang sedang dibahas.

Mulailah Menebar Benih
Melalui link dari nama komentator tersebut, masuklah ke blognya dan mulailah berkomentar pada satu atau beberapa postingan miliknya. Ingat! tulislah komentar Anda yang bukan 'alakadarnya'. Setelah Anda merasa sreg dengan topik serta gaya penulisan blogger yang bersangkutan (bahasa kerennya, Anda berhasil mendapatkan chemistrynya), cobalah untuk menjadi followernya atau bisa juga dengan membookmark halaman blognya.

Pantaulah Secara Reguler
Cobalah untuk memantau perkembangan posting dari calon 'jodoh' Anda ini melalui dashboard blogger Anda, atau mengeceknya secara reguler dengan membuka halaman blognya langsung dari koleksi bookmark Anda tersebut. Jika terdapat tulisan baru miliknya, berikanlah respon komentar yang 'benar-benar berisi'. Akan lebih baik jika komentar Anda selalu berada pada posisi sebagai yang PERTAMAX.. heuheee..

Pertahankan Konsistensi Prinsip
Dengan cara berulang seperti ini, maka pemilik blog tersebut sangat mungkin akan melakukan kunjungan balasan ke blog Anda. (Sangat dimungkinkan juga) secara otomatis dia akan tertarik juga untuk berinteraksi dengan tulisan milik Anda. Jika respon komentar yang dia berikan kepada kita pendek-pendek 'alakadarnya' atau sekedar membayar hutang komentar, maka hal ini jangan membuat kita terpengaruh untuk melakukan hal yang sama pada miliknya. Tetaplah fokus untuk memberi contoh bagaimana berkomentar yang baik....

Segera Ambil Keputusan
Jika Anda merasa sudah melakukan langkah diatas secara konsisten, tetapi belum mendapatkan hasilnya juga, maka mungkin dia memang bukan jodoh untuk blog Anda. Lebih baik cari lagi blogger lain dan lakukan hal yang sama. Pada suatu kesempatan pasti Anda akan menemukan blogger yang akan menjadi partner sekaligus jodoh Anda dalam dunia blogging. Dan itulah yang akan menjadi pengunjung setia Anda, pemberi respon atas tulisan-tulisan Anda, dan lebih jauh dia akan benar-benar menjadi penikmat blog Anda.

Sepintas prosesi ini memang terlihat seperti aktivitas yang melelahkan. Kenapa demikian? karena mungkin saat ini yang masih ada dalam pikiran Anda adalah aktivitas blogging itu hanya sebatas BLOGWALKING via BUKU TAMU (cbox/shoutmix/shoutbox). Hal itu terasa jauh simple dibanding 'berkomentar yang harus memutar otak terlebih dahulu untuk  memproses dan mengeluarkan ide menulis'.. Padahal jika Anda sudah membiasakan diri untuk memberikan contoh bagaimana berkomentar yang baik, maka secara tidak sadar Anda akan dapat melatih keterampilan menulis Anda sendiri. Ujung-ujungnya ini akan bermanfaat terhadap kemampuan Anda dalam menulis posting sendiri yang orisinil tentunya dengan bahasa sendiri!

30 Agustus 2010

Blogger Mudik : Apakah Tetap Update Posting?

26 komentar :
aLamathuRs.com - Meskipun menuju hari lebaran masih menyisakan sekitar sepuluh hari lagi, sepertinya sebagian masyarakat sudah ada yang bersiap untuk mudik ke kampung halamannya. Tidak terkecuali Anda para blogger tentunya. Dalam pantauan yang saya lakukan di Stasiun Blogosphere kemarin, setidaknya sekitar 650ribu-an rekan blogger telah memesan tiket untuk mudik dengan kereta api pada kepulangan mulai H-6 atau Sabtu, 4 September. Adapun jurusan mudik paling banyak menjadi tujuan adalah daerah Tutnek-Reggolb, Retsam-Reggolb dan Ngitnis-Reggolb.

28 Agustus 2010

Foto Sana Foto Sini di Kampung Halaman

15 komentar :
aLamathuRs.com - Hari ke-18 di bulan Ramadhan tahun 1431H. Untuk memberikan variasi supaya Anda tidak bosan dengan blog ini, maka topik utama 'blogging' yang saya bahas dalam beberapa minggu ini saya selang dulu dengan sedikit Intermezzo, sekalian menambah koleksi posting berlabel fotografi juga. Kali ini Anda akan saya bawa ke kampung halaman saya di Tasikmalaya, tepatnya di daerah Pagerageung. Tetapi dalam posting ini saya tidak akan mambawa Anda jalan-jalan berkeliling untuk melihat-lihat atau berwisata kuliner disana, melainkan hanya akan membagikan oleh-oleh hasil jepretan lensa yang saya take beberapa bulan lalu, di lokasi yang tak jauh dari rumah.

Foto-foto berikut diambil dengan kamera FujiFilm S8000fd (kamera prosumer), beberapa telah mengalami sedikit retouch (pada sisi pengaturan ulang kontras dan efek gradient) dengan mengunakan Photoshop CS2. Lokasi pengambilan foto adalah kuburan (foto pohon) serta halaman depan rumah (foto bunga). Dan inilah beberapa hasilnya:






Pada posting berikutnya, saya akan mencoba untuk posting beberapa foto dari koleksi liburan saya dengan teman-teman. Mudah-mudahan koleksi sederhana ini bisa menambah inspirasi untuk Anda yang memiliki hobi fotografi.

26 Agustus 2010

Ketika Para Blogger Pensiun Dini Tanpa Pesangon

27 komentar :
aLamathuR.com - Mengamati perkembangan dunia blogging akhir-akhir memang tidak lepas dari dua fenomena yang bertolak belakang. Disatu sisi, semakin banyaknya orang tertarik untuk membuat blog merupakan kabar baik. Setidaknya kampanye melek teknologi yang digalakkan pemerintah di negara ini bisa terdongkrak seiring dengan semakin meningkatnya penggunaan media internet sebagai sarana mengekspresikan diri. Tetapi disisi lain, semakin tingginya populasi blogger pemula (baca: newbie) ternyata juga menimbulkan persoalan tersendiri. Disinilah peran para blogger master senior benar-benar diperlukan sebagai partner untuk pendampingan.

Dalam tulisan ini, saya tidak akan terlalu banyak membahas aspek positif dari fenomena meningkatnya populasi blogger secara drastis belakangan ini. Alasannya, ratusan blog tetangga sebelah juga sudah banyak yang menjabarkan fenomena ini. Jika kemudian Anda merasa saya terlalu banyak mengeluh dengan sisi negatif dari fenomena ini, maka saya tegaskan kepada Anda bahwa saya hanya menjabarkan kenyataan yang terjadi di jagad blogosphere. Berikutnya yang saya harapkan tentu adalah munculnya sebuah diskusi aktif untuk sekedar sharing demi mendapatkan solusi yang nyata dan efektif.

Berguguran Satu PerSatu
Beberapa minggu terakhir, saya cukup kecewa dengan beberapa rekan blogger saya yang sedikit demi sedikit berguguran dan mulai menelantarkan blognya. Alasan klasiknya rata-rata hanya ada dua hal: "saya tidak memiliki cukup waktu" atau "saya tidak pandai menulis". Terus terang, saya tidak pernah bisa percaya dengan alasan-alasan seperti ini, salah satu buktinya bahwa intensitas online mereka dalam dunia maya masih termasuk cukup tinggi. Hanya saja mereka lebih senang nongkrong dalam situs-situs jejaring sosial semacam Faceb**k dan Twitt*r. Untuk Anda yang merasa dalam posisi yang sama, tolong saya minta pembelaannya dari Anda sekalian...

Melihat nasib blog mereka beberapa minggu terakhir, sungguh sangat menyedihkan. Tak ada lagi posting, tak ada lagi update satu baris kalimat pun! seakan-akan blog yang semula mereka banggakan sedang mati suri dan menunggu ajal 'ditendang' blogger.com (mungkinkah?)

Semangat ngeBlog yang membara diawal seakan tidak pernah terasa lagi. Tak ada gairah lagi untuk menulis, karena lebih suka mengeluh lewat update status di Faceb**k. Padahal jika diperhatikan, dua tiga kali update status di jejaring sosial saja sebenarnya bisa menjadi satu posting blog. Tidak susah kan? atau mungkin mereka punya alasan lain diluar itu? atau ...
  1. Apakah dunia blogging sudah tidak menarik lagi karena merasa tidak mampu mengarahkan pembaca (atau blogger lain) untuk berinteraksi dalam blognya?
  2. Mungkinkah mereka kecewa karena ternyata blognya tidak dapat memberikan penghasilan melimpah seperti yang diharapkannya ketika secara intens mereka berjuang lewat program-program online marketing?

Untuk pertanyaan yang pertama, mungkin disebabkan karena mereka sendiri ragu dengan apa yang disajikan dalam blognya. Mereka sendiri tidak pernah yakin dengan selalu memelihara pertanyaan seperti: "..kira-kira postingan saya menarik buat orang lain nggak yah?". Itulah kira-kira pertanyaan yang tertanam di benak sebagian blogger, mungkin termasuk Anda juga. Padahal bukankah penilaian menarik atau tidak itu adalah persoalan yang relatif, belum tentu setiap orang memiliki pandangan yang sama.

Untuk pertanyaan yang kedua, para pensiunan blogger ini merasa kecewa ketika apa yang diimpikan dari aktivitas blogging tak kunjung datang. Jangankah penghasilan ratusan ribu sampai jutaan, ternyata untuk mendapatkan recehan seratus perak pun perjuangannya membutukan pengorbanan yang luar biasa melelahkan! memakan waktu dan pikiran... Kenapa ini terjadi? satu alasan yang pasti, karena mereka belum menguasai trik dan ilmunya. Mereka hanya mengandalkan tutorial seadanya dari para blogger yang mengaku dirinya master pakar. Padahal saya yakin sebagian besar dari master pakar tersebut belum tentu juga bisa 'membiayai kebutuhan hidup' hanya dari ngeBlog... buktinya sampai saat ini mereka belum menunjukkan isi rekeningnya secara langsung kepada saya? hahahahaaaaa....

Kemiripan Fenomena
Kembali ke nasib para blogger pensiunan tadi. Ternyata kemunduran mereka dari dunia blogging tak ubahnya seperti anak SMP yang sedang mendapatkan tugas belajar membuat blog dari guru ekstrakurikulernya. Pelajar-pelajar SMP seperti ini biasanya akan ramai-ramai membuka account blogger dan membuat satu posting saja sebagai bahan pengenalan, selanjutnya blog mereka akan ditelantarkan begitu saja. Mungkin tujuan gurunya adalah supaya mereka tidak dianggap ketinggalan trend.. hanya sebatas itu! (ataukah ada motif lain?).

Pada akhirnya, para alumni pensiunan blogger ini hanya akan vakum tanpa mendapatkan suatu manfaat apapun dari aktivitas blogging yang pernah dilakukannya. Ujung-ujungnya, memasuki masa pensiunnya mereka, jangankan pesangon yang diterima, malah persaudaraan sesama blogger yang dibanggakannya dulu tidak akan mereka rasakan lagi...

Selamat tinggal mantan blogger seperjuanganku, semoga kalian tenang di dunia jejaring sosial sana... Aamiinnn..

*tulisan ini saya dedikasikan untuk rekan blogger yang sudah memasuki masa pensiunnya.

25 Agustus 2010

Apakah Mereka Massa Kiriman Dari Blogernas?

9 komentar :
aLamathuR.com - Diawal bagian tulisan ini saya akan sampaikan kepada Anda bahwa postingan saya kali ini hanya akan  membahas sesuatu yang kurang menarik dan mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk Anda. Saya hanya akan menuliskan tentang sedikit review blog ini sepanjang malam hari sampai tadi pagi, sekaligus menyampaikan apresiasi yang luar biasa kepada blogernas yang minggu ini sedang giat-giatnya menulis untuk mengkampanyekan blogger anti basa-basi.. (memang bahasan desain blognya sudah selesai, Pak?).

Pagi tadi waktu sahur, saya sengaja menyempatkan diri online beberapa menit untuk melakukan sedikit pantauan terhadap blog ini. Motifnya adalah sesuai dengan pepatah Pak Guru Anas, bahwa blogger yang baik adalah yang bisa menjadi tuan rumah di blog sendiri. Artinya ketika pengunjung melakukan interaksi dengan tulisan kita melalui komentar, maka sudah selayaknyalah kita respon balik secepatnya (bahasa kerennya ASAP: as soon as possible...). bukan begitu?

Begitu saya buka pada dua postingan terakhir, saya lihat ada penambahan beberapa komentar yang (mungkin) masuk pada malam atau dini hari tadi. Komentarnya ternyata lumayan panjang-panjang dan rata-rata 'berisi' alias bukan sekedar nice info lagi.. awalnya saya hanya beranggapan mungkin para komentator ini hanyalah pengunjung selintas yang terdampar ke blog ini secara tidak sengaja...

Pagi tadi, ketika saya online lagi dari pojok ruang kerja, ternyata mendapat kejutan dari blogernas. Nama saya ternyata mejeng di salah satu posting Pak Guru Anas, horee.. (lihat postingannya disini). Tak dapat dipungkuri, saya merasa sangat tersanjung dengan hal ini, karena dalam posting tersebut beliau (dengan tulus) menyampaikan bahwa tulisannya kali ini terinspirasi dari jargon yang saya kampanyekan dalam beberapa tulisan terakhir saya, yaitu menjadi seorang 'blogger beretika'.

Saya lantas berpikir, mungkinkah beberapa komentator yang meramaikan tulisan saya dini hari tadi adalah 'massa kiriman' dari blogernas? kalo itu memang benar, saya ucapkan banyak terima kasih kepada Pak Guru Anas untuk kejutan pagi yang istimewa ini...

24 Agustus 2010

Apakah Tujuan Itu Perlu Dituliskan?

16 komentar :
aLamathuR.com - Kemarin sore, secara tidak sengaja saya membuka-buka beberapa koleksi buku yang saya miliki tetapi sejak saya membelinya, belum sempat saya membacanya secara utuh. Buku pertama yang saya sentuh berjudul 'Look Who's the Loser Here' karya Steve McDermott (baca review pengantarnya disini). Sampai pada chapter 7 buku ini, saya menemukan tulisan unik yang saya pikir menarik untuk diangkat sebagai bahan posting kali ini. Chapter tersebut memberikan gambaran mengenai hasil sebuah studi yang dilakukan terhadap para lulusan Universitas Harvard sekitar tahun 1950-an yang diteliti mulai dari tahun kelulusan sampai dengan 30 tahun setelahnya.

Bagian paling menarik dari kesimpulan studi
Anda tentu bisa lihat jika dalam beberapa posting terakhir di blog ini, saya selalu membahas tentang pentingnya menulis dan menulis.. Dan studi ini pun dilakukan untuk melihat seberapa besar pengaruh kekuatan tulisan terhadap keberhasilan pencapaian sebuah tujuan. Penelitian ini dilakukan terhadap para lulusan Universitas Harvard sekitar tahun 1950-an yang disurvey mengenai berapa orang dari lulusan-lulusan tersebut yang sudah mempunyai tujuan jelas setelah menyelesaikan kuliahnya di kampus tersebut. Jawaban yang muncul adalah bahwa semuanya memang memiliki tujuan masing-masing pasca kelulusan mereka. Pertanyaan berikutnya adalah 'berapa orang dari mereka yang menuangkan tujuannya tersebut dalam bentuk tulisan? jawabannya ternyata hanya 3% saja. Sisanya, 97% tidak menuangkannya dalam bentuk tulisan, alias hanya memikirkannya saja dalam pikiran (otak) mereka. Jika Anda misalkan menjadi bagian dari mereka, mudah-mudahan berada dalam kelompok yang 3% tersebut...

Studi ini kemudian mengamati perkembangan karir para lulusan tahun 50-an tersebut selama 30 tahun berikutnya. Ternyata 3% lulusan yang sempat menuliskan tujuan hidupnya bisa mendapatkan karir jauh lebih baik dan penghasilan yang jauh lebih besar dibanding dengan 97% lulusan yang tidak menuliskan tujuannya! Terlepas dari apakah kesimpulan ini hanya merupakan kebetulan belaka, saya tidak tahu.. sumpah! Jika Anda penasaran dengan publikasi jurnalnya secara lengkap silahkan googling saja sendiri.. heheee..

Tapi terlepas dari bagaimanapun kesimpulan studi diatas, setidaknya ada hikmah yang bisa dipetik untuk menjadi bahan renungan kita bersama. Salah satunya kita menjadi yakin bahwa sebuah tujuan yang hanya disimpan dalam pikiran (otak) dan tidak dituangkan dalam bentuk tulisan, maka hanya akan menjadi mimpi dan angan-angan semata, bahkan sewaktu-waktu bisa menguap. Akan sangat sulit untuk mewujudkan tujuan tersebut!

Kesimpulan dari tulisan saya ini adalah, marilah untuk mulai membiasakan diri menuliskan tujuan-tujuan kita. Tuliskanlah tentang tujuan hidup Anda kedepan, tentang rencana karir Anda berikutnya, atau tentang target yang hendak Anda capai dalam beberapa waktu kedepan. Karena dengan hanya dengan menuliskannyalah, maka tujuan itu akan tergambar secara lebih jelas, lebih terarah, lebih realistis, lebih terukur secara periode dan yang paling penting terukur secara langkah perlangkah (step-by-step) yang harus Anda ambil untuk mencapainya.

Jadi, tunggu apa lagi? Jika saat ini Anda masih ragu untuk menuliskannya dalam buku harian atau blog Anda, cobalah untuk menuliskannya secara sederhana melalui beberapa baris kalimat dalam kolom komentar dalam tulisan ini. Dan marilah kita berdiskusi untuk berbagi pikiran disini.....

23 Agustus 2010

Menjadi Penikmat Blog Sejati

22 komentar :
alamathuR.com - Sesungguhnya tidak ada hal lain di dunia ini yang lebih menyenangkan daripada menjadikan diri Anda sebagai 'penikmat blog sejati'. Inilah kalimat pengantar provokasi saya untuk Anda dalam tulisan kali ini. Entah darimana datangnya ide untuk menulis tentang ini, saya tidak tahu secara pasti. Yang jelas secara tiba-tiba ketika saya bangun tidur pagi tadi langsung terpikir istilah 'menjadi penikmat blog sejati'. Lantas yang saya maksudkan dengan menjadi penikmat blog sejati?

Sebelumnya saya ingin tegaskan kepada Anda bahwa dalam tulisan ini saya akan mengusung dua istilah sebagai bahan perbandingan. Yang pertama 'menjadi penikmat blog sejati', dan yang kedua adalah 'menjadi blogger sejati' yang menurut pemikiran saya cakupannya jauh lebih luas. Seperti apa penjelasannya? Inilah argumentasi saya tentang perbedaan kedua istilah ini:

Menjadi Blogger Sejati
Dalam istilah yang pertama ini, cakupan istilah 'menjadi blogger sejati' sangatlah luas, benar-benar luas. Bahkan jika ada peribahasa "dunia tidak selebar daun kelor", maka saya bisa ubah peribahasa tersebut menjadi kurang lebih seperti ini: "dunia para blogger tidak selebar daun kuping gajah".. hahahaaa.. Tetapi dari luasnya cakupan definisi ini, saya bisa sarikan poin penting dari istilah 'menjadi blogger sejati' ini.

Dalam pemahaman saya, seorang blogger sejati adalah seseorang yang memposisikan dirinya secara total dalam memiliki, menjaga brand image blog, menulis posting, mengatur jadwal update posting secara reguler, merespon komentar pembaca sampai dengan mengatur ruang iklan yang dibutuhkan (jika ada), sekaligus mengambil tanggung jawab secara penuh atas semua konten yang dimuat dalam blognya secara profesional. Tak jarang sebagian dari mereka dapat menjadikan blognya sebagai tambang dollar yang sangat menggiurkan. Saya pernah baca dalam suatu artikel di blog tetangga (maaf, saya lupa nama blognya) tentang 10 blogger dunia dengan penghasilan tertinggi. Disana diinformasikan tentang blog yang saking populernya, berani memasang tarif biaya iklan lebih dari Rp.110 juta rupiah per bulan hanya untuk ruang iklan seukuran banner 125 X 125 pixel! gile... kapan blog ini bisa seperti mereka ya? hhmmm.... Inilah yang saya sebut dengan seorang blogger sejati.

Menjadi Penikmat Blog Sejati
Dalam istilah yang kedua ini, saya sedikit persempit cakupan definisi dari istilah yang pertama. Artinya untuk menjadi penikmat blog sejati, penekanannya lebih kepada proses untuk menjadikan diri Anda nyaman ketika menyerap gagasan dan pemikiran dari setiap posting yang Anda baca dalam sebuah blog. Gagasan dan pemikiran yang Anda tangkap tersebut kemudian mampu Anda olah menjadi informasi yang bermanfaat untuk diri Anda sendiri ataupun untuk orang-orang disekitar Anda. Umumnya, untuk dapat menyerap gagasan dari suatu posting yang Anda baca (secara utuh) maka keberadaan kotak komentar akan sangat membantu Anda untuk terlibat secara langsung dalam diskusi tentang topik yang dibahas dalam sebuah posting blog.

Karena itu, jika Anda berniat menjadi seorang penikmat blog sejati, cobalah dari sekarang mulai membiasakan diri untuk selalu membaca posting blog secara utuh sampai Anda benar-benar memahami maksud dari apa yang disajikan dalam tulisan tersebut. Selain itu, cobalah juga untuk mulai meninggalkan kebiasaan lama Anda mengisi komentar 'alakadarnya' atas suatu posting yang Anda respon (padahal belum tentu Anda membacanya). Manfaatkanlah keberaan kolom komentar tersebut sebagai saran diskusi dan bertukar pikiran antara Anda dan si penulis, atau antara Anda dengan pembaca lainnya yang kebetulan membaca posting yang sama. Atau setidaknya, bisakanlah diri Anda untuk dapat menunjukkan apresiasi Anda terhadap isi dari suatu tulisan/posting atau bahkan terhadap penulisnya, dengan cara yang lebih elegan.

Setelah membaca argumentasi saya diatas, mulai sekarang Anda (mungkin) dapat membedakan (atau mungkin juga tidak?) apa yang saya maksudkan sebagai perbedaan antara 'menjadi blogger sejati' dan 'menjadi penikmat blog sejati'. Intinya, dengan menjadi seorang penikmat blog sejati maka akan membuka jalan bagi Anda untuk mencapai tahapan menjadi seorang blogger sejati. Semoga dengan ini Anda akan mendapatkan sedikit pencerahan terkait aktivitas blogging yang Anda lakukan selama ini.

Jadi manakah yang Anda pilih, 'menjadi blogger sejati' atau 'penikmat blog sejati'? Jika Anda masih belum dapat membedakannya, atau misalkan Anda memiliki pandangan berbeda tentang hal ini, marilah kita sharing dalam bagian akhir dari tulisan ini....

17 Agustus 2010

Memaknai Hari Kemerdekaan Dalam Perspektif Blogging

19 komentar :
aLamathuR.com - Tak terasa, tepat hari ini adalah tahun ke 65 Indonesia (katanya) merdeka. Saya sendiri sebenarnya masih sangat ragu, apakah benar negara ini sudah merdeka? Lantas apakah arti kemerdekaan itu? Meskipun setiap orang memilki pendangan yang berbeda-beda tentang makna kemerdekaan ini, tapi benang merah dari setiap jawaban yang muncul biasanya berbunyi sepert ini: "Merdeka adalah Kebebasan". Lantas apa makna kemerdekaan untuk para blogger?

Makna Kemerdekaan Untuk Para Blogger
Hari ini seperti akan menjadi momen yang tepat untuk meluruskan kembali makna kemerdekaan, khususnya dalam blogosphere (bahasa gayanya untuk istilah dunia ngeBlog).  Entah mendapat angin dari mana, tiba-tiba saya jadi ingin mengaitkan momen hari kemerdekaan negara ini dengan makna kemerdekaan dalam dunia blogging.

Menurut hemat saya sendiri, makna kemerdekaan dalam dunia blogging adalah kebebasan untuk dapat mengekspresikan kreativitas dalam menulis (posting blog) dengan tetap memperhatikan aturan-aturan dalam aktivitas blogging itu sendiri. Aturan yang saya maksudkan ini bukanlah berupa undang-undang tertulis, bukan juga berupa Peraturan Pemerintah atau pun Kepres sekalipun!. Aturan yang saya maksudkan adalah ETIKA. Ya, Etika.. Etika Blogging! Tentang etika blogging itu sendiri sudah sering saya bahas dalam beberapa tulisan saya terdahulu, jadi silahkan untuk dibuka-buka arsipnya...

Memperluas sekaligus Membatasi Makna 'Merdeka' Dalam Bloggging
Mengenai kata 'merdeka' dalam dunia blogging, saya memiliki 2 (dua) argumentasi, yakni memperluas makna sekaligus membatasi makna kata 'merdeka' itu sendiri. Kali ini pun saya tidak memaksa Anda untuk setuju dan dengan pemahaman saya tentang hal ini. Tapi yang lebih penting, respon Anda selalu saya tunggu untuk bertukar pikiran dalam bagian komentar pada bagian akhir dari tulisan ini.

  1. MEMPERLUAS MAKNA MERDEKA DALAM MENULIS. Penjabarannya kurang lebih seperti ini: "bebaskanlah sebebas-bebasnya kreatvitas dan imajinasi Anda ketika menulis di blog. Bukalah mata dan telinga Anda untuk dapat menangkap ide mulai dari yang sederhana sampai dengan yang tidak biasa, yang liar, yang kabur, atau bahkan yang belum dipikirkan orang lain sekalipun". Posisikanlah diri Anda sebagai seorang penulis lepas yang bebas berekpresi, bebas memunculkan gagasan, bebas dalam membuat gaya tulisan Anda, dan bebas menentukan topik dan tema dari apa yang akan Anda tulis tanpa harus terikat deadline seperti banyak penulis dikantor redaksi majalah "tetangga sebelah". Ingatlah bahwa blog Anda, adalah milik Anda, dunia Anda...
  2. MEMBATASI MAKNA MERDEKA DALAM BERETIKA. Tak dapat dipungkiri, ketiadaan aturan baku (tertulis) dalam dunia blogging terkadang dapat memunculkan kebebasan berekspresi yang kebablasan. Segala cara dihalalkan demi 1001 alasan yang ujung-ujungnya mengejar popularitas. Lihatlah berapa banyak pelanggaran dalam dunia blogging yang kerap kita temui dengan mudahnya. Mulai dari masalah etika copas (copy-paste) tulisan lain tanpa mencantumkan sumber asal, kemudian masalah blog Auto Content (blog yang berisi kumpulan tulisan dalam blog lain yang dipanggil secara otomatis), etika Blogwalking tanpa membaca posting, etika berkomentar alakadarnya dan lain-lain. Saya setuju, jika pemahaman setiap orang itu berbeda-beda tentang makna etika blogging yang baik dan benar. Saya sendiri masih belajar bagaimana menjadi blogger yang baik, ternyata dibalik semua pelajaran yang saya terima sampai dengan detik ini, jawabannya tetap sama saja: "blogging itu memerlukan batasan etika dan tanggung jawab dari si penulis blog itu sendiri". Jadi janganlah kemerdekaan atau kebebasan berekspresi itu diartikan sebagai kebebasan yang kebablasan, tapi batasilah dengan etika, norma dan rasa tanggung jawab terhadap apa yang akan disampaikan melalui tulisan Anda. Karena saya yakin, apa yang kita tulis akan memunculkan interaksi dengan diri Anda sendiri dan dengan orang lain (pembaca dan pengunjung blog), lebih dari sekedar berinteraksi dengan robot crawler milik Mbah Google misalnya...


Jadi untuk rekan bogger sekalian, jika saat ini Anda juga sedang merayakan hari kemerdekaan disekitar rumah Anda, kenapa tidak sekalian memaknai ulang arti kemerdekaan dalam pikiran dan hati Anda?

16 Agustus 2010

Hikmah Dibalik Koneksi Internet Super Lelet

5 komentar :
aLamathuR.com - Setiap pengguna internet tentu tidak akan menyukai jika koneksi yang digunakannnya berjalan seperti keong, karena waktu browsing akan lebih banyak tersita untuk loading halaman web atau blog. Dan inilah yang saya alami sepanjang hari ini. Mengakses internet dari suatu tempat yang belum didukung oleh jaringan internet 3G, alhasil mau tak mau koneksi yang sanggup dicapai hanyalah sekelas GPRS.. wuuihh... koneksinya merayap bak keong (racun) kalo lagi lari...hihiii...

Situasi seperti ini memang sama sekali tidak menyenangkan. Terus terang, untuk saya pribadi yang sudah terbiasa dengan koneksi internet cepat di ibu kota, ketika menghadapi situasi seperti ini, waduh rasanya tak ada gairah untuk online. Tak jarang, karena lemahnya sinyal, koneksi pun sering putus di tengah jalan.. bener-bener deh...

Tapi dibalik apa yang saya alami hari ini, ternyata ada hikmah yang bisa dipelajari. Mungkin juga ini akan bermanfaat untuk Anda, terutama rekan- rekan sesama blogger. Koneksi internet lelet ternyata telah membuat saya berpikir ulang untuk segera meminimalisir tampilan blog ini. (Yang mengaku) masterblog di rumah sebelah sih menyarankan untuk mengurangi gambar, kode-kode javascript yang kurang diperlukan, dan menghapus widget yang belum tentu bermanfaat untuk kemajuan blog. Jadi ketika koneksi internet lambat pun, loading halaman blog tidak akan membutuhkan waktu yang lama.

Pesan tambahan saya, untuk Anda yang saat ini memang masih senang dengan tampilan blog yang ramai dengan aksesoris dari ujung atas sampai dengan ujung bawah halaman, ada baiknya segara meninjau ulang bagian-bagian halaman blog Anda yang sekiranya dapat membuat waktu loadingnya seabad! Mulailah untuk lebih berorientasi kepada kemudahan pengunjung dan pembaca blog Anda dalam mengakses dan memanfaatkan informasi dalam blog Anda secara optimal. Jangan biarkan pengunjung Anda (terutama yang berasal dari daerah dengan koneksi internet masih lambat) meninggalkan blog Anda hanya karena kelamaan dalam membuka setiap halamannya.

Prinsip saya, pengunjung blog kita adalah lebih dari sekedar seorang pemberi rating tampilan template yang kita gunakan, tetapi yakinlah bahwa mereka memang membutuhkan informasi-informasi dari apa yang disajikan melalui tulisan dalam postingan blog kita. Pak Guru tetangga sebelah juga sering mengatakan, bahwa esensi dari ngeBlog adalah menulis, dan menulis... kemudian berbagi.. (seperti slogan dalam blog ini: menulis untuk berbagi.. hahaaa...) 

Jadi apakah Anda sependapat dengan saya? Sepertinya untuk hal yang satu ini, saya harus memaksa Anda untuk sependapat dengan saya.. hahaaa...

12 Agustus 2010

Bagaimana Menuangkan Ide Menjadi Posting Blog?

11 komentar :
aLamathuR.com - Pada suatu masa beberapa dari Anda pasti pernah mengalami kesulitan dalam menemukan ide ataupun dalam menuangkannya menjadi sebuah posting blog. Saya pun pernah mengalaminya, tapi itu masa lalu, sebelum saya kenal beberapa rekan blogger yang tanpa lelah terus menyemangati saya untuk tetap menulis dan menulis. Dulu, jangankan untuk menulis panjang lebar, hanya untuk menuangkan dalam beberapa kalimat pun rasanya sulit. Dari pengalaman inilah saya akan menulis untuk berbagi tentang bagaimana mudahnya menemukan ide dan menuangkannya dalam sebuah posting blog.

11 Agustus 2010

Lawanlah Diri Anda Sendiri, Bukan Orang Lain

9 komentar :
aLamathuR.com - Suatu ketika, pernah terlintas dalam benak saya bagaimana caranya untuk dapat menjadikan blog ini bisa bersaing atau bahkan bisa lebih unggul dibanding blog lain, setidaknya dengan blog yang memiliki tema yang sama dengan blog milik saya. Penyusunan strategi pun saya mulai rintis dengan mencari rujukan dari berbagai sumber, baik website maupun buku-buku. Babak baru perjuangan pun segera dimulai....

Setelah beberapa waktu menjalani blogging dengan berbagai gaya, berbagai teknik, bermacam-macam resep de el el, saya mulai diserang kebosanan. Alasannya sederhana saja, ternyata saya masih belum dapat mengungguli dengan master-master blogger itu! Jangankan untuk mengungguli, untuk sampai kepada tahap setara pun masih jauuuhh sekali. Apa ada yang salah dengan cara yang saya gunakan sehingga hasilnya tidak efektif? Apakah ada yang keliru dengan teknik SEO yang saya terapkan? Bukankah teknik-teknik itu sudah saya pelajari sedemikian rupa langsung dari narasumbernya? Beratus-ratus pertanyaan pun mengemuka...

Sebuah pencerahan diri kemudian berhasil mengubah cara pandang saya tentang essensi blogging dari seseorang yang bernama Ir.Andy Muzaki yang menyusun  sebuah eBook motivasi bertajuk MOTIVASI-NET. Pesan dalam tulisan tersebut saya simpulkan kira-kira isinya seperti ini: "Lawanlah Diri Anda Sendiri, Bukan Orang Lain!". Sebuah pesan sederhana yang jelas-jelas sangat menyindir prinsip yang selama ini saya pegang dalam melakukan aktivitas blogging. Di dalam salah satu paragrafnya, tertulis kalimat sepert ini:

...Keinginan untuk mengalahkan orang lain adalah awal dari kekalahan diri sendiri...

Berbekal kalimat sakti ini, saya kemudian menyadari bahwa untuk menjadi pemenang ternyata bukanlah dengan cara mengalahkan orang lain, tetapi kalahkanlah diri kita sendiri karena kemenangan sejati adalah kemenangan melawan diri sendiri, melawan kebodohan diri dan mengoptimalkan keterbatasan yang ada pada diri kita. Memacu diri di jalur keberhasilan dengan mengalahkan rasa takut, keengganan, kecemasan, keangkuhan dan semua beban yang menghambat diri saat kita memulai segala hal ternyata jauh lebih penting. Dari sini saya berkeyakinan bahwa menjadi pemenang itu hanyalah keputusan untuk tidak menjadi Pencundang! sesederhana itu.... setuju??


10 Agustus 2010

Lagi-lagi Tentang Komentar

10 komentar :
aLamathuR.com - Apa yang membuat sebuah tulisan layak untuk dikomentari? Setiap orang tentu mempunyai pendapatnya masing-masing mengenai hal ini. Memang tak ada yang baku dalam dalam hal penilaian yang sifatnya relatif seperti dalam persoalan ini. Jujur, saya sendiri kadang kebingungan sendiri dalam menjawab pertanyaan seperti ini. Tapi setelah dalam beberapa hari ini berkunjung ke blognya Anda-anda semua, dan membandingkan berbagai gaya menulis yang dipakai, akhirnya saya mendapatkan sedikit pencerahan mengenai hal ini.

Latar Belakangnya...
Bulan lalu saya berkunjung ke salah satu blog yang saya sendiri secara tidak sengaja menemukannya melalui sebuah link dari blog lain. Ada sebaris kalimat yang menggelitik yang tertera pada blog tersebut, kira-kira isinya begini:
Blog ini sudah do-follow, jadi sebelum Anda beranjak untuk meninggalkan blog ini, jangan lupa untuk meninggalkan komentar dalam postingan saya! terima kasih..

Beberapa saat setelahnya, teman khayalan saya yang bernama "Mr Egonyaku" menyapa saya dan berkata setengah memerintah.. Dia membisikan saya untuk segera mengomentari apa yang saya temukan dalam blog kawan saya diatas. "Ingat, hari ini kamu harus menulis (lagi)... dan inilah topik yang kamu harus bahas untuk tulisan hari ini..." ujarnya.

Saya pun Menemukan Alasannya...
Akhirnya dengan pedenya, saya terpengaruh juga untuk mengangkatnya menjadi topik tulisan saya hari ini, judulnya : "Lagi-lagi Tentang Komentar". Idenya sih sederhana saja, hanya mengumpulkan beberapa temuan saya tentang kriteria sebuah tulisan yang layak untuk dikomentari, setelah melakukan studi banding ke blog-blog milik tetangga tentunya... tapi, sebelumnya, harap Anda catat: INI HANYALAH SEBUAH OPINI PRIBADI, Anda boleh setuju boleh juga tidak. Dan inilah yang saya temukan...

Temuan Pertama: ...pada blogger kontroversial
Sebagian orang akan cenderung lebih tertarik untuk berkomentar pada sebuah tulisan yang benar-benar berbeda, bahkan cenderung dianggap kontroversial! Hal ini sangat wajar mengingat secara manusiawi, setiap orang tentu memiliki ego masing-masing yang hampir dipastikan berbeda antara satu dengan yang lainnya. Ego ini biasanya akan cepat terpancing ketika manusia dihadapkan dengan situasi dan kondisi yang bertolak belakang dengan apa yang dianggap benar menurut dirinya. Dalam hal menulis pun demikian, seseorang pasti akan lebih penasaran untuk menimpali atau memberikan respon terhadap tulisan yang tidak umum, atau kontroversial. Jadi, jika saat ini Anda memilki keberanian untuk menjadi seorang penulis kontroversial, maka tulisan dalam blog Anda pasti akan laku kerasss dan akan dijejali dengan "diskusi hangat" didalamnya, penuh dengan komentar pro dan kontra... Contoh penulis kontroversial (sekaligus sedikit provokatif) bisa ditemui pada blog Erianto Anas (saya biasa memanggilnya dengan sebutan Pak Guru Anas)

Temuan Kedua: ...pada blogger spesialis tutorial
Kecenderungan berikutnya, saya temukan pada tipe blog yang berisi tutorial atau penjelasan step-by-step terhadap suatu sesuatu hal. Contoh untuk tipe blog seperti bisa Anda temukan dengan mudah, baik dari blogger yang mengaku dirinya master sampai dengan blogger newbie yang mengaku ikut-ikutan saja membuat tutorial yang dianggapnya lagi nge-trend dan banyak dicari orang. Saya perhatikan bermacam-macam komentar yang mengekor panjang dibawah postingan bertipe tutorial ini. Isinya sebagian besar  hanya kalimat-kalimat singkat, seperti 'sekedar ucapan terima kasih', atau sekedar menulis 'nice info gan' (baca: nice info syndrome invasi blogger dan forum). Hanya beberapa pengunjung saja yang memanfaatkannya sebagai lahan diskusi dengan membuat pertanyaan terkait apa yang sedang dibahas. Jika si empunya blog cukup responsif maka diskusi dalam kolom komentar bisa panjaaaang... dan 'menjadi lebih berisi'. Tapi lain lagi jika si empunya blog tidak responsif, maka jejeran pertanyaan dan komentar yang ada hanya akan menjadi hiasan yang tak lebih dari sekedar pajangan dan 'kentut' (begitu Pak Guru Anas mengistilahkannya)

Temuan Ketiga: ...pada blogger gado-gado
Temuan saya untuk tipe blog gado-gado seperti ini, sebenarnya jauh lebih kompleks. Tapi dari beratus-ratus blog yang pernah saya kunjungi, saya temukan benang merahnya seperti ini bahwa ternyata ramai tidaknya komentar dalam suatu tulisan/ posting blog gado-gado bisa tergantung kepada:
  1. Gaya bahasa penyampaian si penulis. Makin enak dibaca tulisannya, makin mudah pengunjung untuk memahami maksud si penulis. Hal ini  bisa memancing pengunjung untuk ikut memberikan komentar atau pandangan terhadap apa yang dibacanya, MESKIPUN INI BUKAN JAMINAN !
  2. Kehangatan topik yang diangkat. Makin hangat topik yang dibahas, biasanya semakin banyak orang tertarik untuk ikut berkomentar.  MESKIPUN INI BUKAN JAMINAN !
  3. Provokasi si pemilik blog dalam memancing pengunjung untuk mengomentari apa yang ditulisnya. Makin pintar si pemilik untuk memprovokasi pengunjung, makin penasaranlah pengunjung untuk berbagi pandangan terhadap topik yang diangkat, MESKIPUN INI BUKAN JAMINAN !
Setelah saya secara panjang lebar menulis dari A-Y (menyusul Z). Apakah Anda menangkap maksud dari apa yang saya tulis kali ini? saya yakin beberapa diantara Anda malah lebih bingung karena saya tahu tulisan ini sangat 'berbelit-belit'. Tak apalah, jika Anda menganggapnya demikian, berarti saya sukses memancing Anda untuk membaca tulisan ini dari paragraf awal sampai akhir, itu sudah cukup bagi saya...

Saya berharap beberapa opini yang sudah saya sodorkan kepada Anda dalam tulisan kali ini bisa Anda cerna kembali secara sederhana. Dengan pemahaman Anda sendiri.... Karena sampai detik ini  pun secara  pribadi saya menyadari bahwa inilah waktunya saya untuk belajar. Belajar untuk menulis. Belajar untuk menuangkan gagasan dan pemikiran... Belajar untuk membuat Anda tertarik untuk berdiskusi dengan saya... disini, di blog ini. Hari ini, detik ini juga... dalam sebuah tulisan berjudul : "Lagi-lagi Tentang Komentar"

09 Agustus 2010

Saatnya Berubah Untuk Tampil Berbeda!

7 komentar :
aLamathuRs.com - Mambaca tulisan Pak Guru Anas dalam beberapa minggu terakhir, terus terang telah membuat saya begitu terinspirasi. Ternyata belajar menjadi seseorang yang berbeda (atau malah lebih senang dicap kontroversial?) itu tidaklah sesulit yang pernah saya bayangkan selama ini. Pertanyaan sederhana yang saya renungkan beberapa hari lalu seperti ini: "mengapa sulit untuk membuat diri kita berbeda dengan orang lain, padahal secara kodrat, kita sudah diciptakan oleh Tuhan dengan kondisi yang tidak sama antara satu dengan yang lain, baik secara fisik maupun potensi".

Mungkin memang inilah momen tepat yang harus saya ambil untuk melakukan perubahan, lebih dari sekedar merubah template blog ini. Sebuah perubahan sederhana terhadap paradigma berpikir yang selama ini saya yakini. Mereposisi beberapa sudut pandang yang selama ini saya gunakan ketika menuangkan gagasan dalam menulis. Karena (saya yakin) inilah yang saya perlukan saat ini, BERUBAH UNTUK TAMPIL BEDA!

Hubungannya dengan dunia blogging saya? sederhana saja. Mulai saat ini saya akan menjadikan blog ini sebagai media penuangan gagasan saya sendiri, dengan gaya menulis saya sendiri. Kedepannya, dalam blog ini Anda tidak akan pernah lagi menemukan gaya menulis yang seperti portal berita (lihat tulisan-tulisan saya terdahulu). Mulai detik ini, saya akan mengikrarkan diri untuk  mulai merubah total blogging-style saya. Anda tidak akan lagi menemukan ajakan-ajakan promosi (bisnis online), iklan-iklan baris ataupun banner, dan semacamnya. Bukannya berniat untuk menutup peluang mencari rejeki tambahan dari dunia blogging, tapi ya gitu deh.. saya hanya anggap ini sebagai konsekuensi yang harus saya tanggung.

Bagian dari Strategi Jangka Panjang
Mungkin Anda akan menganggap saya terlalu idealis, tapi sebenarnya tidak juga. Ini hanyalah bagian dari strategi jangka panjang saja. Saya hanya berharap jika Tuhan mengizinkan saya untuk terus merawat blog ini, mungkin suatu saat apa yang pernah (dan akan) saya tulis dalam blog ini akan mendatangkan manfaat bagi saya sendiri, bagi Anda atau bagi generasi setelah saya. Dan itulah do'a saya..

Rencana sederhananya seperti ini: ijinkanlah saya tetap menulis pada blog ini untuk men-sharing gagasan dan pemikiran saya kepada Anda. Janganlah pernah ragu untuk mengkritik setiap pemikiran dalam tulisan yang saya tuangkan, karena hanya dengan kritiklah kita akan bisa melangkah jauh ke arah yang lebih baik. Jika suatu saat ribuan atau bahkan jutaan kritik dari Anda bisa membuat saya semakin dewasa dalam berpikir dan semakin baik ketika menuangkan gagasan dalam menulis, artinya itulah bukti kesuksesan Anda dalam membangun blog ini! Logikanya: Jika blog ini bisa sukses dikemudian hari (amin), setidaknya seperti blognya Pasricha (baca: 1000 awesome things from Neil Pasricha), maka tidak mustahil saya tak perlu menjadi karyawan lagi karena cukup menjadi blogger sejati saja... buktinya, Neil Pasricha, Markus Frind, Miles & Kato Leonard, Jason Calacanis, Tim Carter dan beberapa teman saya yang lainnya juga 'bisa hidup' hanya dari menulis blog.... saya, kenapa tidak? hahaaa...

08 Agustus 2010

Mengintip Diskusi Seputar Nasib Buruh Pabrik Rokok

16 komentar :
aLamathuR.com - Setelah beberapa waktu sempat vakum dari kampanye menghentikan kebiasaan merokok melalui sebuah grup yang sempat saya rintis di facebook, rasanya kangen juga untuk mengaktifkan kembali forum diskusi yang ada di grup tersebut. Dalam arsip forum diskusi tersebut yang kami angkat tidak tebatas kepada topik bagaimana menghentikan kebiasaan merokok, tapi lebih ke sharing tentang segala hal yang berhubungan dengan rokok, plus-minus rokok, sekaligus mencarikan solusi terbaik untuk setiap permasalahan yang ditimbulkannya.

Kemudian saya pun masuk ke salah satu topik diskusi berlabel nasib buruh pabrik rokok. Saya masih ingat kalau thread ini saya buat sudah beberapa bulan lalu, tapi hanya sekali-kali saya balik untuk memeriksa isi diskusinya. Thread tersebut saya buka dengan kalimat:
Apakah anda punya solusi atau usulan yang logis mengenai dilema bahaya rokok VS nasib para buruh pabrik rokok (jika pabrik rokok bangkrut semua)?

Menyusur dari satu respon ke respon yang lainnya yang ditulis oleh beberapa member yang turut berdiskusi, mata saya terhenti pada tulisan seorang kawan bernama August Fahd Khadhi. Beliau membalas topik ini dengan ide sederhana, ujarnya: 
Expor saja rokok-rokok kita ke luar negeri biar mereka yang menjadi konsumennya. sementara buruh pabrik rokok kan bisa tetap bekerja.

Memang sepertinya tak ada yang istimewa dari ide ini. Bukannya saat ini negara kita juga sudah mengekspor rokok ke luar negeri dalam jumlah yang cukup banyak? apalagi untuk pasar rokok kretek, ekspor rokok Indonesia tidak bisa dianggap kecil. Hanya saja, jika permintaan pasar dari dalam negeri tetap tinggi, mana mungkin pengusaha rokok kita akan melewatkan pangsa pasar lokal yang cukup menggiurkan seperti saat ini? Jawabannya: MUSTAHIL!

Lanjut ke respon berikutnya dari kawan Oji Hanafi. Sepertinya member yang satu ini memilki kepedulian yang cukup tinggi dengan permasalahan yang diangkat kali ini. Lihatlah responnya yang saya kutip dari forum:

Memang masalah ini juga menjadi salah satu kendala yang dihadapi Indonesia dalam membersihkan negaranya dari Rokok. Di satu sisi Jika pemerintah menutup pabrik rokok, maka para karyawan dan produsen akan bangkrut, selain itu rokok juga merupakan salah satu sumber pemasukan negara yang cukup besar ,pabrik Rokok juga mulai mengembangkan jangkauannya, dengan menjadi sponsor olahraga (misalnya Djarum ISL), sekolah bulu tangkis dsb... Namun di sisi lain, kita juga tidak mau negara kita dipenuhi orang-orang yang merokok, yang berarti dapat mengurangi usia hidup seseorang, dan sebenarnya menambah beban para perokok sendiri.


Menurut saya, mungkin yang dapat kita lakukan saat ini jangan langsung menutup pabrik rokok begitu saja. lebih baik, pemerintah memanfaatkan pajak- pajak (termasuk dari pabrik rokok itu sendiri) dan sumber pemasukan lainnya untuk membuat suatu usaha/ bisnis yang dapat menyerap banyak tenaga kerja dan menghasilkan uang banyak. Dengan begini, (saya berharap) para buruh2 rokok tertarik untuk masuk kedalam usaha ini. Pemerintah juga harus giat mensosialisasikan pentingnya Wirausaha bagi masyarakat, dan memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin memulainya. jadi, pemerintah dapat mengalihkan kerjaan para buruh rokok, ke pekerjaan lain yang bermanfaat, namun penghasilannya sama (kalau bisa lebih besar).

Namun, sekali lagi, ucapan memang lebih mudah dari perbuatan. masih ada beberapa masalah dalam pelaksanaan program ini...


  1. Apakah bisa pemanfaatan pajaknya dikelola dengan baik? sekarang sedang marak kasus Markus di perpajakan (walaupun saya yakin, gak semua orang pajak kaya gitu). tapi paling tidak, hal ini dapat mengurangi kepercayaan masyarakat akan pengelolaan pajak.
  2. Usaha apa yang dapat menyerap tenaga kerja banyak dan berpenghasilan banyak juga? apakah dibidang pertanian (cocok tanam, ternak, perikanan)? atau pekerjaan lain?
  3. Maukah para pekerja buruh rokok pindah dari pekerjaannya yang lama? takutnya, para buruh tidak percaya dengan keuntungan yang dihasilkan, takut lebih rendah dari penghasilan mereka di pabrik rokok.
  4. Mau dikemanakan para produsennya? okelah kalo misalnya para buruh berpindah pekerjaan, namun apa produsennya mau untuk mencari usaha baru? karena usaha yang mereka rintis sejak dulu, tidaklah mudah. seperti pabrik2 besar kaya Djarum, Sampoerna dsb, maukah mereka menutup pabriknya? bisa saja mereka menaikkan upah buruh, agar tidak pindah pekerjaan
  5. Apakah usaha baru yang dijanjikan pemerintah akan benar2 efektif? bagaimana jika usaha tersebut ternyata gagal, atau hasilnya kurang maksimal? bisa saja para buruh akan kembali lagi menjadi buruh rokok.

Analisa yang bagus kawan Oji, salut!. Kita tunggu respon pembaca yang memiliki kepedulian sama dengan Anda tentang hal ini.

Susur forum berlanjut dengan respon kawan Eka Ariyono dan Pyn Piter. Saran yang cukup menggelitik sekaligus menyindir tampaknya. Idenya kira-kira seperti ini: "Export aja rokok ke luar negeri, harga rokok di dalam negeri dinaikin aja Rp25.000,- keatas per bungkusnya supaya (maaf) bukan rakyat miskin yg konsumsi (orang miskin dilarang sakit)". Pesan yang disampaikannya sebenarnya bukan semata persoalan harga 25.000 nya, tetapi bagaimana agar orang berpikir dua-tiga kali sebelum membeli sebungkus rokok. Jika harga yang dipatoknya cukup tinggi setidaknya akan meminimalisir konsumsi yang berlebihan terhadap rokok.

Anda tertarik berdiskusi seputar masalah rokok? silahkan bergabung dengan kami di grup Facebook/GNAR

06 Agustus 2010

Menulislah Seperti "Miss Blogger Seadanya"

17 komentar :
aLamathuR.com - Hari ini, jam tangan tangan saya sudah menunjukkan hampir pukul 5 (lima) sore. Tak seperti biasanya, pekerjaan kantor di awal bulan ini saya rasakan tidak seperti dibulan-bulan sebelumnya. Hari ini begitu semangat, meskipun dengan deadline tugas yang segudang, ternyata semuanya masih dikerjakan sambil tersenyum. Intinya, sepanjang hari ini pekerjaan di kantor benar-benar dinikmati...

Rehat sejenak, sambil menikmati secangkir kopi hitam panas di depan monitor komputer. Tak seperti biasanya, hasrat untuk menulis kali ini tidak didukung oleh ide dan topik yang jelas. Entahlah, mungkin hari ini terlalu semangat dengan pekerjaan menjelang tutup buku laporan, jadi belum sempat memikirkan hal lainnya. Untungnya ya itu tadi.. karena pekerjaan hari ini begitu saya nikmati!

Sesaat kemudian, saya mulai membuka notepad. Menulis beberapa baris kalimat menjadi paragraf-paragraf. Meskipun masih belum jelas apa yang akan ditulis, tetapi.. lanjut sajalah..!!!

Sampai pada paragraf ini, kemudian teringat dengan sebuah tulisan dari salah satu sahabat saya di dunia maya, saya sebut dia sebagai "Miss Blogger Seadanya". Apa yang dia tulis dalam blognya hanyalah sesuatu yang benar-benar sederhana, jauh dari kesan njelimet dan minim dengan istilah-istilah asing. Bahasan tentang apa yang dia alami sehari-hari sepertinya cukup menarik minat orang-orang untuk meramaikan tulisan-tulisannya. Dalam benak saya sempat terpikir, apakah pengunjung blognya itu teman-temannya sendiri, rekan kerjanya atau siapa? sebegitu menarikkah apa yang dia bahas dalam tulisanya? Lebih menarik mana dibanding dengan tulisan saya yang bertema "Nice Info Syndrome" misalnya...?

Setelah coba saya analisa secara sederhana dari apa yang dia sering tulis, ternyata apa yang saya temukan.. TETAP BIASA-BIASA saja..!!! Hanya ada beberapa poin penting yang saya temukan disana, dan terus terang mungkin itulah yang membuat blog mereka jadi unik, ramai pengunjung, banyak dikomentari dan seterusnya. Inilah yang saya temukan disana:
  1. Tulisan-tulisan yang cukup inspiratif, disajikan dengan bahasa sederhana dengan sudut pandang murni dari si empunya blog. Originalitas seperti inilah yang masih saya pelajari dalam menulis sampai dengan saat ini.
  2. Membahas topik yang sedang hangat (apalagi yang masuk top10 di portal-portal berita) bagi dia ternyata bukanlah suatu keharusan. Untuk hal ini saya menanggapinya dari dua perspektif:  Pertama: Perspektif para master SEO. Menurut para master SEO, (katanya) salah satu jurus yang bisa diapliaksikan dalam menulis blog adalah dengan memilih topik yang hangat (misalnya beberapa blogger akan mereferensikan google trends sebagai rujukan topik posting). Dengan mengangkat topik-topik yang sedang hangat ini maka akan dapat mengatrol posisi blognya dimata mesin pencari sehingga memperbesar peluang orang mengunjungi blognya. Para master SEO biasanya menggunakan trik-trik tertentu agar tulisan dalam blognya bisa mendapatkan rating yang bagus, dan mendapatkan banjir traffic ke blognya. Kedua: Perspektif bukan master SEO. Tidak jarang blogger yang secara tampilan terlihat 'seadanya' bisa lebih populer dibanding dengan blog yang terlihat 'wah'. Blogger 'seadanya' ini menggunakan senjata kemampuannya dalam menyusun kata menjadi kalimat dan paragraf. Padahal apa yang ditulisnya mungkin hanya sesuatu yang sangat sederhana, terlihat sepele, bahkan kadang diabaikan oleh sebagian orang. Dengan rangkain kata yang menarik, mereka mampu menghipnotis para pengunjung agar terpancing membaca, merespon, dan sekaligus dibuat penasaran untuk kembali berkunjung pada tulisan selanjutnya. Dan inilah yang akan menjadi the Real Loyal Visitor untuk sebuah blog!
  3. Poin berikutnya, adalah yang paling menggelitik benak saya. Saya melihat tampilan blog "Miss Blogger Seadanya" ini bersih dari iklan, refferal dan semacamnya! apalagi dari penempatan widget yang bisa mengganggu kenyamanan membaca pengunjung blog. Untuk hal ini, saya menyimpulkan bahwa motivasi dia dalam  membuat blog memang hanya untuk menulis dan men-sharing apa yang dialami, apa yang dirasakan, dan apa yang diketahuinya (tentunya dengan gaya bahasa dia sendiri).

Tiga pelajaran inilah yang saya dapatkan dari "Miss Blogger Seadanya" ini. Dari gaya tulisan dialah saya juga belajar bagaimana menulis dengan gaya sendiri dan dengan bahasa sendiri. Dan ternyata, terkait menulis itu saya melihat setidaknya ada 3 (tiga) hal yang mungkin Anda setuju, atau mungkin juga tidak, bahwa:
  1. Mencari ide menulis itu sangat mudah.
  2. Menuliskan ide dalam beberapa kalimat dan paragraf itu mudah.
  3. Menentukan gaya bahasa menulis sendiri itu gampang-gampang susah, tapi tetap bisa dilatih.
  4. Membuat tulisan menarik itu bukan hanya bicara tentang bakat, tetapi diasah dan belajar, itu jauh lebih penting.
  5. Membagikan apa yang kita tulis melalui sebuah blog itu jauh lebih menyenangkan dari pada menyimpannya dalam sebuah buku harian yang hanya disimpan di dalam lemari atau di bawah bantal.

Jadi, sebagai penutup dari tulisan ini, spesial untuk Anda saya mengucapkan: "Selamat berburu ide!", kemudian "Selamat menuangkan ide!", kemudian "Selamat melatih gaya bahasa Anda!", dan terakhir "Selamat membagikan tulisan Anda dengan orang lain!"


05 Agustus 2010

1000 Awesome Things from Neil Pasricha

6 komentar :
aLamathuR.com - Depresi karena membaca berita-berita yang tidak menyenangkan setiap hari ditambah dengan situasi kegagalan dalam pernikahannya, seorang pria Kanada bernama Neil Pasricha memutuskan untuk mencoba fokus dalam dunia blogging. Dia menuliskan ide, pemikiran, opini dan hal-hal yang sederhana dalam satu postingan 'saja' setiap hari dalam sebuah blog yang dia buat.

02 Agustus 2010

Efektifkan Cara Anda Berjabatan Tangan!

8 komentar :
aLamathuRs.com
- Dari jaman dulu sampai sekarang, berjabatan tangan seakan sudah menjadi ritual sederhana yang wajib dilakukan sebagai pembuka setiap kesempatan pertemuan, termasuk dalam dunia usaha. Pertemuan dengan rekan kerja, klien, atau siapapun biasanya diawalin dengan berjabatan tangan. Salah satu maksud dari ritual ini mungkin agar dapat lebih mengakrabkan diantara yang berjabatan tangan tersebut. Dengan demikian, kecanggungan dalam suatu pertemuan setidaknya dapat diminimalisir.
 
 
Tapi ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan ketika Anda berjabatan tangan dengan orang lain, apalagi ketika di tempat kerja Anda akan menghadapi klien penting perusahaan. Sikap yang kita tunjukkan ketika berjabatan tangan pasti akan menampilkan sebagian besar kesan seseorang terhadap kita. Mungkin Anda juga pernah merasa jengkel ketika berjabatan tangan dengan orang lain yang memberikan jabatan tangan yang amat lemah lunglai atau terkesan malas berjabatan tangan dengan Anda. Atau Anda juga mungkin lebih jengkel ketika jabatan tangan orang lain dirasakan terlalu keras bersemangat!

Karena itu, agar orang lain menangkap kesan yang baik dari kita sewaktu berjabatan tangan, maka perhatikanlah beberapa hal berikut:

  1. Tataplah mata lawan bicara Anda saat berjabatan tangan dengannya. Tatapan mata dapat menunjukkan rasa hormat dan ketertarikan terhadap sebuah pertemuan. Selain itu, dengan berjabatan tangan sambil menatap mata lawan bicara dapat menumbuhkan keyakinan dan kepercayaan diri.
  2. Jangan terlalu sok-akrab. Perhatikanlah bahwa kadang-kadang ada orang yang bertindak berlebihan sewaktu berjabatan tangan. Mereka menarik tangan lawan dan secara keras mengayunkan ke atas atau ke bawah. Hindarilah hal ini jika sekiranya dapat membuat orang lain merasa kesal dengan Anda.
  3. Berjabat-tanganlah dari telapak ke telapak tangan. Seseorang akan merasa tidak dihargai ketika jabatan tangannya dibalas dengan 'jabatan jari'. Dengan demikian kesan yang tampak adalah kemalasan dan ketidaknyamanan dalam berjabatan tangan, dan ini mungkin akan menyinggung perasaan lawan bicara. Ingatlah bahwa berjabatan tangan dari telapak ke telapak dapat menciptakan suasana yang lebih bersahabat diantara kedua pihak.
  4. Kondisikan diri Anda dengan siapakah berjabatan tangan. Perlakuan jabat tangan dengan orang tua atau jompo tentu harus dibedakan dengan orang muda yang masih bugar secara fisik. Jabatan tangan yang terlalu kencang dengan orang tua atau jompo mungkin justru dapat menyakitinya. Poin pentingnya, melukai seseorang saat berjabatan tangan mungkin saja bukannya membuka pintu hubungan baik, yang ada malah menutup setiap kesempatan atau peluang yang mungkin akan Anda dapatkan.
  5. Ingatah selalu untuk menciptakan jabat tangan yang lebih bermakna. Jika Anda berjabatan tangan lalu dengan segera menarik tangan Anda dan melanjutkan pembicaraan seolah-oleh tidak terjadi apa-apa, maka orang akan menganggapnya sebagai sebuah jabatan tangan yang tak berarti dan tidak tulus. Biasakanlah untuk mulai memberikan lawan Anda beberapa saat untuk menunjukkan perhatian Anda melalui kontak mata atau pembicaraan sebelum Anda menarik tangan Anda. Kesan yang mungkin bisa dirasakan lawan Anda adalah bahwa dia merasa sedang bertemu dengan orang yang layak.

Dengan beberapa tips tersebut, maka yakinlah bahwa jabatan tangan Anda akan mendatangkan manfaat yang lebih, baik untuk diri Anda sendiri maupun untuk lawan bicara. Dengan kesan baik yang orang lain tangkap dari cara Anda berjabat tangan dengan mereka maka disadari atau tidak, Anda sedang membangun sebuah relasi yang berkualitas, baik untuk relasi bisnis, maupun untuk hal yang sifatnya lebih personal.