04 Juni 2010

Fenomena Pasar Taruhan Jelang Piala Dunia

15 komentar :
aLamathuR.com - Perhelatan Piala Dunia hanya tinggal seminggu lagi. Banyak prediksi bermunculan disana- sini. Setiap orang pasti punya tim favorit untuk dijagokan untuk keluar sebagai kampiun. Pasar taruhan pun menjamur dimana-mana, mulai dari rumah taruhan besar eropa semisal b&w, williamhill, sampai dengan pasar taruhan 'karbitan' lokal yang sangat merakyat di tingkat RT dan poskamling. Dari taruhan yang nilainya milyaran sampai dengan yang hanya seribu-duaribu perak pun akan gampang ditemui disekitar kita.

Tak dapat dipungkiri, ini adalah sebuah fenomena yang kerap berulang dari masa-ke masa. Fenomena pasar taruhan yang jelas-jelas merupakan sebuah bentuk judi 'halus' ini selayaknya dapat dihindari oleh masyarakat. Namun kenyataanya, para pemasang taruhan yang sebenarnya para 'pemalas' ini  tetap percaya bahwa inilah cara instan untuk mendatangkan rejeki. Hanya perlu 'sedikit analisa', pasang taruhan, kemudian tebak, dan tunggu hasilnya... Jika hoki berarti untung, jika kurang hoki berarti buntung...

Memberantas judi semacam ini memang bukan perkara yang mudah, jangankan bagi personal atau LSM, pemerintah juga tampaknya masih harus terus mencari formula yang tepat untuk menerapkan aturan yang tegas mengenai pemberantasan judi seperti ini. Tapi jika semua elemen (pemerintah,  LSM dan personal) ini dapat bersinergi untuk berkomitmen memberantasnya, pasti akan lebih mudah diatasi.... dengan syarat : gunakanlah pendekatan yang tepat kepada masyarakat sehingga dapat lebih efektif.

15 komentar :

  1. pak liek biasanya taruhannya yang kalah membelikan kopi dan beberapa batang rokok saja ...

    BalasHapus
  2. D'hileudjapanist II5 Juni 2010 10.15

    prinsipnya sama aja pak.. rubah saja niatnya pak, jangan taruhan. tapi kalah atau menang, berbagi rejeki.. yang punya rokok tapi pengen kopi, kasih.. trus yg punya kopi tapi pengen rokok.. kasihh... gitu aja.. hehehee...

    BalasHapus
  3. gimana pun caranya pemerintah memberantas judi, judi akan sulit diberantas. kecuali klo akhlak masyarakatnya benar-benar dah bagus.

    BalasHapus
  4. kalo arfi mah gak usah taruha,, takut dosa euy. hehehe.. memang pasti kalo muncul event besar bursa taruhan kembali menggeliat... banget dan banget malah,, huhhh

    BalasHapus
  5. Jujur aja tanpa taruhan nonton bola gak semangat, hambar rasanya tapi ingat jangan taruhan jadi tujuan utama namun persatuan dan persaudaraan ditambah fairplaylah sebagai tujuan utama piala dunia. mari dukung Timnas kita masuk Piala dunia 2014 nuwun

    BalasHapus
  6. kalo sy sih maniak bolaa,tp klo taruhan engga kayaknya..*sering kalah soale..hehe

    BalasHapus
  7. haram....
    dari pd taruhan uang mending taruhin tuh nyawa buat perang..wkwkwkwkwk....

    BalasHapus
  8. hahaha....bener bgt tuh Sob......dulu waktu masih Sekolah aku juga sering tuh taruhan BOla haha........kayanya rada susah tuk di basmi sob.....

    BalasHapus
  9. judi ada karena banyak peminatnya!
    mungkin mere berfikir akan tambah seru kalau masang taruhan :D

    BalasHapus
  10. bagi sebagian orang mungkin itu jalan pintas untuk mendapat uang berlipat dlm waktu singkat.....tp bagi sebagian lagi hanyalah sekedar menghangatkan nonton partai itu sendiri, mau menang atau kalah bukan yg utama....yg penting prediksinya (analisa) tepat atau ngga. disitu letak kepuasannya...

    BalasHapus
  11. whahahahaaa..
    good info niey sob..

    BalasHapus
  12. sulit memang mas utk mengatasinya, krn itu sdh spt virus kronis yg udh menyerang berbagai kalangan. Intinya pd diri sendiri, sebaik apapun hukum dan aparat, tp klo dlm hati diri kita sendiri masih belum mampu mencegahnya ya bakalan sia-sia

    BalasHapus
  13. Gak tahu aku kok gak suka banget dengan taruhandan saya gak mau mencoba tapi kata ornag sich jika kamu ikut satu kali maka kamu akan ketagihan,,,,kalo gak pernah ikut jangan coba2 deh gak barikah itu uang ^_^.......

    BalasHapus