06 November 2009

Benarkah Kopi Cegah Pikun (Alzheimer) ?

12 komentar :
aLamathuRs.com - Anda seorang Coffeeholic? maka simaklah kabar berikut. Sebuah penelitian terbaru di dunia kesehatan menyebutkan, bahwa kebiasaan minum kopi dalam jumlah tertentu dapat menurunkan risiko terkena penyakit alzheimer alias pikun.


Hasil penelitiannya pun masih terus diperdebatkan. Selama ini kopi yang identik dengan kafein dicap kurang baik bagi tubuh, terutama bila dikonsumsi dalam jumlah berlebih. Sejumlah peneliti juga memperbincangkan bahwa kafein berpotensi menyebabkan kanker payudara dan penyakit jantung. 

Di sisi lain, sejumlah studi juga berupaya membuktikan bahwa kebiasaan minum kopi tidak selamanya buruk, bahkan sebaliknya bermanfaat bagi kesehatan. Studi terbaru yang dilakukan peneliti Swedia dan Finlandia mengungkapkan, orang usia paruh baya yang mengonsumsi kopi dalam jumlah sedang per hari secara signifikan mengalami pengurangan risiko terkena penyakit kepikunan yang parah (alzheimer).

"Orang usia paruh baya yang minum 3-5 cangkir kopi per hari menurunkan risiko terkena penyakit demensia dan alzheimer sebesar 60-65 persen dalam kehidupannya kelak," kata pemimpin studi, Miia Kivipelto, profesor dari Universitas Kuopio di Finlandia dan Institut Karolinska di Stockholm.

Studi yang juga didukung Institut Kesehatan Umum Nasional di Helsinki dan hasilnya diterbitkan Jurnal Penyakit Alzheimer bulan ini, didasarkan pada wawancara ulang terhadap 1.409 orang di Finlandia selama lebih dari dua dekade. Awalnya, para partisipan ditanyai tentang kebiasaan minum kopi saat berusia 50-an tahun.

Selanjutnya, fungsi ingatan mereka dites kembali pada 1998, tepatnya ketika mereka berusia antara 65-79 tahun. Dari total 61 orang yang mengalami demensia, 48 di antaranya berkembang menjadi alzheimer.

"Mungkin ada satu atau dua studi lainnya yang menunjukkan bahwa kopi dapat meningkatkan fungsi ingatan, tapi ini merupakan studi pertama yang langsung mengaitkan demensia dan alzheimer, serta dilakukan dalam periode waktu cukup panjang," kata Kivipelto.

Sayangnya, masih kurang jelas bagaimana mekanisme meminum kopi dalam jumlah sedang dapat menunda atau menghindarkan seseorang dari terkena demensia. Kuat dugaan hal tersebut dikarenakan kopi mengandung zat antioksidan yang tinggi, di mana diketahui dapat menghalangi terjadinya alzheimer.

Beberapa studi juga menunjukkan kopi membantu melindungi sistem saraf, yang sekaligus merupakan perlindungan melawan demensia. Sebuah studi lain juga pernah menyebutkan, kopi membantu mengurangi risiko serangan diabetes tipe. Padahal, diabetes juga bisa terkait alzheimer.

"Penelitian tentang kopi harus terus berkelanjutan guna mengetahui elemen pelindung apa saja yang terdapat dalam kopi yang bermanfaat bagi kesehatan," ujarnya.

Sementara itu, belum lama ini seorang psikologi dari Universitas Durham mepublikasikan temuan tentang keterkaitan peminum kopi berat dengan halusinasi.

Dengan kata lain, masyarakat hendaknya tidak membesar-besarkan atau menerima mentah-mentah informasi tentang manfaat minum kopi. "Boleh minum kopi, tapi jangan berlebihan," tandas si peneliti. Sebagai pertimbangan,seseorang dalam kondisi sehat boleh minum kopi, tapi jangan lebih dari lima cangkir per hari.

Bagi yang gemar berolahraga, diharapkan berhati-hati untuk tidak mengonsumsi kopi saat berolahraga karena diduga dapat menyebabkan tekanan darah melonjak. Wanita hamil juga disarankan menghindari kafein guna meminimalisasi risiko janinnya terlahir cacat.

Selain itu, kebiasaan minum kopi disinyalir dapat mengurangi penyerapan kalsium dalam tubuh. Sehingga, bila tak diimbangi asupan kalsium yang mencukupi, risiko tulang keropos pun mengintai. Melihat pro-kontra yang terjadi di antara para peneliti, diperlukan sikap yang bijak dari Anda. Apakah berpegang pada hasil penelitian yang menunjukkan kopi bermafaat bagi kesehatan atau sebaliknya.

Yang jelas, Anda patut waspada terhadap dampak negatif kopi pada tubuh. Yakni, dengan tidak mengonsumsi kopi dalam jumlah berlebihan. Sebab, segala yang berlebihan tentunya tidak bagus untuk kesehatan Anda.
(dari berbagai sumber)

12 komentar :

  1. wew... nice info! :-)

    BalasHapus
  2. -> ditter: anda kopi mania juga?

    BalasHapus
  3. kopi memang nikmat..tp klo kebnyakan jd ngga baik bwt kesehatan..

    nice inpo,,
    linkya sudah sy taruh di blogku mas..mksh

    salam

    BalasHapus
  4. Seperti biasa, semua yang kebanyakan pasti juga ga baik. Eh baru tahu kalo kopi juga menghalangi penyerapan kalsium ya? Yg aku tahu coklat memang begitu. Tapi aku memang ga minum kopi kok, maklum punya sakit maag...

    Salam kenal yah...kunjunga perdana nih

    BalasHapus
  5. waah... infonya bagus sekali.. kebetulan saya pencinta kopi.. Tfs.. ^^

    BalasHapus
  6. link kamu dah saya add diblog saya,,,
    thanks dah add link blog saya,,,

    BalasHapus
  7. yang bener tuh, padahal saya penggemar kopi. hehehe

    BalasHapus
  8. Betul Sobat, yang namanya berlebih ngga ada yang baik. Ngopi boleh, tapi sewajarnya aja, dua cangkir sehari, ngga usah terlalu manis, sudah cukup kan? Air putih adalah minuman terbaik...

    BalasHapus
  9. aku minum kopisehari sekali...hehehehe...moga2 pikunnya menghilang ya...nice tips :D

    BalasHapus
  10. Horeeee.... akhirnya ada juga postingan yang tidak mendiskreditkan kopi. Katanya kopi juga bisa menghilangkan sakit kepala karena kafein yg tdapat dalam kopi juga bahan yg digunakan dalam aspirin, benar ngga sih? Atau cuma mitos aja?

    BalasHapus
  11. Aspirin ada unsur kafeinnya? wah saya juga baru tahu tuh... ntar saya coba cek di komposisinya ya..

    BalasHapus
  12. He2, kalo gini seh, kayaknya starbucks makin rame deh, tapi yang jelas, grace yang paling demen coz dia kopi mania, hampir menyerupai mbah surip, hi... hi....

    BalasHapus