22 Agustus 2009

This World Which Is Made of Our Love for Emptiness

Tidak ada komentar :
Praise to the emptiness that blanks out existence.
Existence:
This place made from our love for that emptiness!
Yet somehow comes emptiness,
this existence goes.
Praise to that happening, over and over!
For years I pulled my own existence out of emptiness.
Then one swoop, one swing of the arm,
that work is over.
Free of who I was, free of presence, free of dangerous fear, hope,
free of mountainous wanting.
The here-and-now mountain is a tiny piece of a piece of straw
blown off into emptiness.
These words I'm saying so much begin to lose meaning:
Existence, emptiness, mountain, straw:
Words and what they try to say swept
out the window, down the slant of the roof

17 Agustus 2009

Sejarah Nasional Hak Azasi Manusia

Tidak ada komentar :
aLamathuR.com - Deklarasi HAM yang dicetuskan di Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tanggal 10 Desember 1948, tidak berlebihan jika dikatakan sebagai puncak peradaban umat manusia setelah dunia mengalami malapetaka akibat kekejaman dan keaiban yang dilakukan negara-negara Fasis dan Nazi Jerman dalam Perang Dunia II.

Deklarasi HAM sedunia itu mengandung makana ganda, baik ke luar (antar negara-negara) maupun ke dalam (antar negara-bangsa), berlaku bagi semua bangsa dan pemerintahan di negara-negaranya masing-masing. Makna ke luar adalah berupa komitmen untuk saling menghormati dan menjunjung tinggi harkat dan martabat kemanusiaan antar negara-bangsa, agar terhindar dan tidak terjerumus lagi dalam malapetaka peperangan yang dapat menghancurkan nilai-nilai kemanusiaan. Sedangkan makna ke dalam, mengandung pengertian bahwa Deklarasi HAM seduania itu harus senantiasa menjadi kriteria objektif oleh rakyat dari masing-masing negara dalam menilai setiap kebijakan yang dikelauarkan oleh pemerintahnya.

Bagi negara-negara anggota PBB, Deklarasi itu sifatnya mengikat. Dengan demikian setiap pelanggaran atau penyimpangan dari Deklarasi HAM sedunia si suatu negara anggota PBB bukan semata-mata menjadi masalah intern rakyat dari negara yang bersangkutan, melainkan juga merupakan masalah bagi rakyat dan pemerintahan negara-negara anggota PBB lainnya. Mereka absah mempersoalkan dan mengadukan pemerintah pelanggar HAM di suatu negara ke Komisi Tinggi HAM PBB atau melalui lembaga-lembaga HAM internasional lainnya unuk mengutuk bahkan menjatuhkan sanksi internasional terhadap pemerintah yang bersangkutan.

Adapun hakikat universalitas HAM yang sesungguhnya, bahwa ke-30 pasal yang termaktub dalam Deklarasi HAM sedunia itu adalah standar nilai kemanusiaan yang berlaku bagi siapapun, dari kelas sosial dan latar belakang primordial apa pun serta bertempat tinggal di mana pun di muka bumi ini. Semua manusia adalah sama. Semua kandungan nilai-nilainya berlaku untuk semua.

Di Indonesia HAM sebenarnya telah lama ada. Sebagai contoh, HAM di Sulawesi Selatan telah dikenal sejak lama, kemudian ditulis dalam buku-buku adat (Lontarak). Antara lain dinyatakan dalam buku Lontarak (Tomatindo di Lagana) bahwa apabila raja berselisih faham dengan Dewan Adat, maka Raja harus mengalah. Tetapi apabila para Dewam Adat sendiri berselisih, maka rakyatlah yang memustuskan. Jadi asas-asas HAM yang telah disorot sekarang, semuanya sudah diterpkan oleh Raja-Raja dahulu, namun hal ini kurang diperhatikan karena sebagian ahli hukum Indonesia sendiri agaknya lebih suka mempelajari teori hukum Barat. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa HAM sudah lama lahir di Indonesia, namun dalam perkembangannya tidak menonjol karena kurang dipublikasikan.

Human Rights selalu terkait dengan hak individu dan hak masyarakat. Ada yang bertanya mengapa tidak disebut hak dan kewajban asasi. Juga ada yang bertanya mengapa bukan Social Rights. Bukankan Social Rights mengutamakan masyarakat yang menjadi tujuan? Sesungguhnya dalam Human Rights sudah implisit adanya kewajiban yang harus memperhatikan kepentingan masyarakat. Demikian juga tidak mungkin kita mengatakan ada hak kalau tanpa kewajiban. Orang yang dihormati haknya berkewajiban pula menghormati hak orang lain. Jadi saling hormat-menghormati terhadap masing-masing hak orang. Jadi jelaslah kalau ada hak berarti ada kewajiban. Contoh : seseorang yang berhak menuntut perbaikan upah, haruslah terlebih dahulu memenuhi kewajibannya meningkatkan hasil kerjanya. Dengan demikian tidak perlu dipergunakan istilah Social Rights karena kalau kita menghormati hak-hak perseorangan (anggota masyarakat), kiranya sudah termasuk pengertian bahwa dalam memanfaatkan haknya tersebut tidak boleh mengganggu kepentingan masyarakat. Yang perlu dijaga ialah keseimbangan antara hak dan kewajiban serta antara kepentingan perseorangan dengan kepentingan umum (kepentingan masyarakat). Selain itu, perlu dijaga juga keseimbangan antara kebebasan dan tanggungjawab. Artinya, seseorang memiliki kebebasan bertindak semaunya, tetapi tidak memperkosa hak-hak orang lain.

Ada yang mengatakan bahwa pelaksanaan HAM di Indonesia harus sesuai dengan latar belakang budaya Indonesia. Artinya, Universal Declaration of Human Rights kita akui, hanya saja dalam implementasinya mungkin tidak sama dengan di negara-negara lain khususnya negara Barat yang latar belakang sejarah dan budayanya berbeda dengan kita. Memang benar bahwa negara-negara di dunia (tidak terkecualai Indonesia) memiliki kondisi-kondisi khusus di bidang politik, sosial, ekonomi, budaya dan lain sebagainya, yang bagaimanapun, tentu saja berpengaruh dalam pelaksanaan HAM. Tetapi, tidak berarti dengan adanya kondisi yang bersifat khusus tersebut, maka prinsip-prinsip mendasar HAM yang universal itu dapat dikaburkan apalagi diingkari. Sebab, universalitas HAM tidak identik dengan "penyeragaman". Sama dalam prinsip-prinsip mendasar, tetapi tidak mesti seragam dalam pelaksanaan. Disamping itu, apa yang disebut dengan kondisi bukanlah sesuatu yang bersifat statis. Artinya, suatu kondisi tertentu tidak dapat dipergunakan sebagai patokan mutlak. Kondisi itu memiliki sifat yang berubah-ubah, dapat dipengaruhi dan diciptakan dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, masalahnya adalah kembali kepada siapa yang mengkondisikan dan mengapa diciptakan kondisi seperti itu ?

Menghentikan Kecemasan dan Mulai Hidup Baru

1 komentar :
aLamathuR.com - Dale Carnegie, penulis buku best seller How to Stop Worrying and Start Living memberikan beberapa tips untuk menghentikan kecemasan dan memulai hidup baru dalam rangka mencapai suatu tujuan yang diinginkan. Berikut beberapa tips  diantaranya :

  • Jangan meniru orang lain
  • Biasakanlah dengan kebiasaan bekerja yang baik : (a) Bersihkan meja tulis anda dari semua kertas atau surat yang tidak ada hubungannya dengan yang akan anda selesaikan hari itu. (b) Kerjakan segala hal sesuai dengan urutan kepentingannya. Yang paling penting terlebih dahulu. (c) Jika anda menghadapi suatu persoalan, segeralah diselesaikan dan segera buatlah keputusan yang diperlukan. (d) Belajarlah untuk mengorganisir, mewakilkan dan mengawasi.
  • Belajarlah untuk santai dalam pekerjaan anda.
  • Bersemangatlah dalam mengerjakan pekerjaan anda.
  • Hitunglah berkat yang anda terima - jangan menghitung kesulitan anda.
  • Ingatlah bahwa celaan yang tidak tulus seringkali merupakan pujian yang menyamar.
  • Lakukan yang paling baik yang bisa anda lakukan.
(reference : dale carnegie : how to enjoy your life and your job. 1986)

15 Agustus 2009

Strategi Mendapatkan Pekerjaan yang Diinginkan

Tidak ada komentar :
aLamathuRs.com
- Kali ini mari kita berbagi beberapa tips dari orang-orang yang sudah sukses dalam mendapatkan pekerjaan yang diinginkan atau bahkan yang diimpikannya, terutama yang berangkat dari background seorang karyawan (bukan enterpreneur, red). Beberapa tipsnya yang boleh dicoba (boleh juga tidak :)) :


  1. Yakinlah dengan diri kita sendiri, karena inilah yang akan menjadi starting point untuk menentukan apakah kita berani untuk bergerak maju atau tidak.
  2. Identifikasi keunggulan dan kompetensi yang kita miliki, dan jangan pernah ragu untuk menciptakan ide-ide kreatif dan brilian.
  3. Tentukan pekerjaan yang benar-benar kita inginkan. Hindari prinsip asal mendapatkan pekerjaan jika tidak ingin dikatakan sebagai "pengangguran terselubung".
  4. Berikan alasan kenapa kita harus direkrut. Percaya dirilah dengan konsep atau ide yang akan kita tawarkan kepada perusahaan yang akan merekrut kita.
  5. Buatlah Surat Lamaran dan CV yang informatif dan disajikan semenarik mungkin. Jika diperlukan, buatlah semacam CV Online, sehingga perusahaan pencari karyawan dapat dengan mudah menemukan sesuai dengan kualifikasi yang mereka butuhkan.
  6. Bangunlah relasi dan perkenalkan diri kita. Dizaman  sekarang rasanya hal ini tidak sulit mengingat media komunikasi sudah sangat beragam, dari mulai Ponsel sampai Internet yang semuanya akan mempermudah kita membangun relasi.
  7. Gunakan sumber sumber daya yang ada untuk memaksimalkan setiap potensi yang kita miliki, selama cara yang akan digunakan itu memang diperbolehkan.
  8. Persiapkan diri kita untuk setiap kesempatan yang akan muncul sewaktu-waktu dan tidak terduga sekalipun.
  9. Menangkan strategi dalam Interview kerja. Meskipun kebanyakan orang berpendapat bahwa Interview itu bersifat subjektif, tapi tidak ada salahnya untuk mempelajari teknik-teknik dalam menjawab pertanyaan yang sering ditanyakan dalam Interview kerja. Sumber literaturnya bisa didapat dari buku-buku, internet dan lain-lain.
  10. Follow up dan bernegosiasilah setelah peluang kerja 90% ada dihadapan mata. Jangan pernah ragu untuk menetapkan standar nilai jual yang layak untuk diri kita, selama kompetensi yang kita miliki sesuai dengan apa yang dibutuhkan perusahaan yang akan mempekerjakan kita...

Akhir kata, untuk para pencari kerja : selamat mencoba beberapa tips diatas. Sedangkan untuk yang sekarang sudah memperoleh pekerjaan tapi belum sesuai dengan yang diinginkan, selamat berjuang untuk mendapatkan yang lebih baik lagi....

14 Agustus 2009

Jangan Remehkan Insomnia..!!!

1 komentar :
Anda sering mengalami gangguan susah tidur? Saat semua orang menikmati istirahat panjang di malam hari, anda justru tetap terjaga? Kalau anda menjawan YA, maka mulailah menganggap bahwa ini adalah hal serius. Jangan sekali-kali meremehkannya, karena gangguan tidur berpotensi menyebabkan kematian.

Menurut Dr Olga Parra yang melakukan penelitian bersama tim peneliti dari University Hospital Barcelona, Spanyol, kesulitan tidur atau 'sleep apnea' bisa berdampak pada naiknya resiko stroke yang mengakibatkan kematian. Kesulitan selama tidur kemungkinan disebabkan oleh adanya gangguan secara berkala saat mengambil nafas.

Ini bisa menjadi resiko baru sebuah kematian yang disebabkan oleh stroke. Kesulitan untuk tidur atau 'sleep apnea' diperkirakan dialami hampir 20% orang dan setidaknya gangguan pernafasan itu mengalami masa interval 10 detik atau lebih yang bisa dialami selama 300 kali dalam semalam.

Dalam penelitiannya, Dr Olga Parra melibatkan 161 pasien penderita stroke untuk melihat hubungan antara resiko stroke dengan 'sleep apnea'. "Penelitian kami merupakan kali pertama yang menyebut adanya hubungan antara 'sleep apnea' dan stroke yang bisa menimbulkan kematian," ujarnya. Hubungan itu sangat jelas dimana 'sleep apnea' merupakan gangguan pernafasan selama tidur karena terhambatnya aliran udara.

Dr Olga Parra mulai melakukan monitoring atas penderita stroke setelah pihak rumah sakit mendapati kenyataan adanya pasien yang mengalami stroke setelah mengalami gangguan selama tidur. Selama hampir 30 bulan melakukan penelitian, Dr Olga Parra menghadapi kenyataan bahwa 22 dari 161 pasien meninggal dunia.

Setengah dari 22 pasien itu mengalami serangan stroke tahap kedua. Pasien yang paling tinggi dari 161 pasien itu adalah penderita 'sleep apnea' dan menduduki resiko paling tinggi mengalami stroke. Demikian kesimpulan tim pimpinan Dr Olga Parra yang dipublikasikan oleh the European Respiratory Journal.
 
Stroke merupakan penyakit yang paling banyak menyebabkan kematian dan terjadi jika aliran darah ke otak mengalami hambatan. Karena mengalami hambatan maka aliran oksigen tidak bisa mengalir ke otak. Menurut WHO di tahun 2002 silam diperkirakan 5.5 juta orang meninggal diseluruh dunia karena stroke.

Mengomentari hasil penelitian Dr Olga Parra itu, Ludger Grote dari Sahlgrenska Hospital, Swedia, mengatakan penelitian itu membuat orang makin memahami peran 'sleep apnea' pada pasien penderita stroke. "Studi Dr Olga Parra memperjelas potensi sleep apnea pada penderita stroke. Hal itu bisa menjadi sebuah pertimbangan untuk melihat implikasi untuk melakukan manajemen stroke."

Kini Dr Olga Parra akan menyebarluaskan hasil studi mereka ke pusat rehabilitasi 'sleep apnea' diseluruh Spanyol untuk mengurangi angka kematian akibat stroke. Lima tahun kedepan Dr Olga Parra berharap bisa dimunculkan hasil studi yang baru.

13 Agustus 2009

Interlude...

Tidak ada komentar :
Jangan melihat dari wajah, itu bisa menipu. Jangan melihat kekayaan, itu bisa menghilang. Datanglah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum karena sebuah senyuman dapat membuat hari yang gelap menjadi cerah. Berharaplah kamu dapat menemukan seseorang yang dapat membuatmu tersenyum. Ada saat di dalam kehidupanmu dimana kamu sangat merindukan seseorang, kamu ingin mengambil mereka dari mimpimu dan benar-benar memeluk dia. Berharaplah bahwa kamu dapat bermimpi tentang dia, yang berarti mimpilah apa yang ingin kamu mimpikan, pergilah kemana kamu ingin pergi,jadilah sesuai dengan keinginan kamu, karena kamu hanya hidup sekali dan satu kesempatan untuk melakukan apa yang kamu inginkan……

12 Agustus 2009

Cara Jatuh Cinta Yang "Benar"

Tidak ada komentar :
Caranya jatuh cinta: jatuh tapi jangan terhuyung-huyung, konsisten tapi jangan memaksa, berbagi dan jangan bersikap tidak adil, mengerti dan cobalah untuk tidak banyak menuntut, sedih tapi jangan pernah simpan kesedihan itu…